25 September 2018

4 Daftar Orang yang Berpotensi Kena Hipertensi

hipertensi, faktor risiko hipertensi

Halodoc, Jakarta – Naik atau turunnya tekanan darah manusia adalah hal yang wajar, sebab tekanan darah manusia akan berubah sepanjang waktu. Akan tetapi, tekanan darah yang sering naik dan menyebabkan tekanan darah tinggi harus diwaspadai. Melonjaknya angka tekanan darah dalam tubuh dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit hipertensi.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah seseorang, mulai dari kondisi emosi, stres, atau setelah berolahraga. Tidak semua kondisi naiknya tekanan darah disebut sebagai hipertensi. Seseorang disebut memiliki hipertensi ketika kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi secara terus-terusan. Artinya, naiknya angka tekanan darah terjadi dalam jangka waktu yang lama, bahkan saat kamu tidak sedang melakukan aktivitas apapun.

Salah satu pemicu hipertensi adalah gaya hidup yang tidak sehat, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung garam. Pasalnya, garam adalah bahan yang dapat meningkatkan volume darah dalam tubuh. Dengan mengonsumsi garam secara terus-menerus, volume darah berisiko mengalami peningkatan dan seiring berjalannya waktu menjadi semakin tinggi yang akhirnya merusak pembuluh darah.

Jadi, salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan mengurangi jumlah konsumsi garam. Sebuah penelitian yang dilakukan British Medical Journal pada tahun 2011 menunjukkan bahwa ada hubungan langsung yang konsisten antara asupan garam dan tekanan darah. Peneliti menyebut bahwa mengurangi 4,6 gram asupan garam sehari-hari atau sekitar sekitar 1.840 miligram sodium, dapat menurunkan tekanan darah seseorang. Artinya, semakin banyak sodium atau garam yang dikonsumsi maka semakin tinggi tekanan darah.

Selain kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung garam, hipertensi juga bisa terjadi pada:

1. Riwayat Keluarga

Faktor risiko yang satu ini sudah tidak dapat diubah. Faktanya, riwayat keluarga menjadi salah satu faktor risiko penyakit yang satu ini. Orang yang memiliki orangtua atau anggota keluarga yang mengidap hipertensi, biasanya akan lebih berisiko mengalami kondisi yang sama.

2. Kelebihan Berat Badan

Hipertensi juga mengintai orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan alias obesitas. Pada dasarnya, obesitas dapat memicu berbagai macam penyakit menyerang. Pasalnya, massa tubuh orang dengan obesitas sering memaksa jantung bekerja keras untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Alhasil, jantung yang bekerja terlalu keras sangat berisiko mengalami kerusakan.

3. Rokok dan Alkohol

Pecandu alkohol dan rokok juga lebih rentan mengalami hipertensi. Saat merokok, tekanan darah dalam tubuh akan naik. Terlebih adanya zat-zat beracun dalam rokok bisa dengan mudah merusak pembuluh darah.

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga bisa memicu hipertensi. Alkohol merusak tubuh dengan cara memengaruhi sistem saraf dan mempersempit pembuluh darah. Alhasil, detak jantung dan tekanan darah pun jadi lebih mudah meningkat.

4. Stres

Terlalu banyak pikiran hingga stres menjadi pemicu terjadinya hipertensi. Pasalnya, stres berat dapat menyebabkan naiknya tekanan darah secara cukup drastis. Selain itu, saat stres seseorang juga cenderung melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti tidak memperhatikan pola makan, merokok, hingga tidak berolahraga. Semua hal-hal tersebut pada saatnya bisa membuat stres semakin menjadi dan memicu hipertensi.

Cari tahu lebih lengkap mengenai faktor risiko hipertensi dan cara mengatasinya dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Ayo, download sekarang di App Store dan Google Play!

 

Baca juga: