15 June 2017

4 Hal Ini Bisa Buat Si Kecil Terlahir dengan Badan Tinggi

4 Hal Ini Bisa Buat Si Kecil Terlahir dengan Badan Tinggi

Halodoc, Jakarta – Orang tua tentu mendambakan buah hatinya dapat tumbuh sehat dengan tubuh yang tinggi sesuai dengan usianya. Namun sayangnya, tidak semua anak dapat terlahir tinggi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) ditemukan bahwa 37 balita dan 1 dari 3 atau sekitar 31 persen anak usia sekolah di Indonesia tergolong pendek (stunting).

Pertumbuhan fisik si kecil bukan dimulai saat lahir, melainkan sudah dimulai sejak berada di dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu harus memenuhi asupan gizi yang cukup selama masa kehamilan.

Anak yang memiliki tubuh pendek bisa diakibatkan oleh kekurangan gizi saat di dalam kandungan. Sehingga saat lahir, berat badan serta panjang badan bayi tidak normal. Seiring pertumbuhannya, anak yang stunting dapat mengalami gangguan pertumbuhan hingga gangguan kecerdasan. Umumnya anak yang stunting memiliki kecerdasan yang lebih rendah dibanding anak balita normal.

Oleh karena itu, bagi ibu yang ingin menghindari stunting sebaiknya memperhatikan empat hal berikut ini:

1. Gizi Sejak Dalam Kandungan
Sejak masih dalam kandungan, janin membutuhkan asupan gizi yang seimbang. Untuk itu, ibu hamil wajib memenuhi gizi yang dibutuhkan terutama mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Konsumsi asam folat yang cukup untuk bayi dapat mencegah cacat otak. Setelah si kecil lahir, penuhi kebutuhan ASI selama minimal enam bulan dan beri Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah ia berusia enam bulan.

2. Makan Sesuai Kebutuhan
Saat hamil, kebutuhan kalori pada tiap trimester berbeda-beda. Untuk itu, ibu perlu menyesuaikan asupan kalori yang dibutuhkan agar janin dapat tumbuh secara maksimal. Umumnya, wanita dewasa yang melakukan aktivitas sedang membutuhkan 2000 kalori. Sedangkan bagi ibu hamil, membutuhkan tambahan 150 kalori pada trimester pertama dan 350 kalori pada trimester kedua dan ketiga.

3. Hindari Stres
Ketika hamil, ibu sebaiknya menghindari hal-hal yang dapat menyebabkna beban pikiran. Kondisi tertekan yang dihadapi oleh ibu tak hanya berpengaruh pada kondisi kesehatan ibu melainkan juga janin yang berada di dalam kandungan. Sejak masih berada di perut ibu, Janin telah terikat secara emosi sehingga dapat merasakan apa yang ibu rasakan. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk selalu bahagia agar emosi janin di dalam kandungan pun dapat selalu stabil.

Menjaga diri dari beban pikiran pun dapat membuat ibu lebih bersemangat untuk memenuhi asupan gizi dan kalori sehingga pertumbuhan janin pun tidak tertanggu.

4. Konsumsi Makanan yang Cukup
Ketika hamil, ibu perlu mengonsumsi makanan yang beragam karena setiap jenis makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda. Sehingga untuk melengkapi asupan gizi seimbang sebaiknya memilih beberapa jenis makanan. Mulai dari makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, ubi, singkong, dan jagung. Lalu makanan dengan sumber protein seperti ikan, daging, telur, susu, tempe dan jamur. Kemudian sumber makanan yang mengandung lemak seperti daging ayam, daging sapi, avokad, dan minyak canola. Terakhir adalah sumber makanan yang mengandung vitamin dan mineral seperti buah-buahan, sayur, susu, ikan, dan makanan laut lain. Yang terpenting, ibu hamil juga harus mengonsumsi air cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Setelah dilahirkan, bayi perlu mendapat perhatian khusus untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Nah, untuk itu selalu memantau kondisi kesehatan si buah hati setiap saat, sebaiknya ibu selalu berbicara dengan dokter. Ibu pun tentulah membutuhkan dokter anak yang selalu siap siaga untuk dapat dihubungi setiap saat.


Kapan saja, dimana saja, gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter anak pilihan secara langsung. Halodoc memudahkan penggunanya untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Video Call, Voice Call, dan Chat. Download Halodoc di App Store dan Google Play sekarang!