21 September 2018

4 Hal yang Perlu Diajarkan pada Anak sebelum Masuk Sekolah

hari pertama sekolah anak, pelajaran anak sebelum masuk sekolah

Halodoc, Jakarta – Selalu ada yang pertama untuk segala hal, termasuk pengalaman sekolah anak. Bagi para orangtua, menyiapkan keperluan anak menjelang hari pertama sekolah mungkin akan sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, mengantarkan sang buah hati menuju kehidupan bisa jadi merupakan impian semua orangtua yang ada di dunia.

Akan tetapi, jangan sampai rasa bahagia tersebut membuat orangtua abai dan lupa menanyakan kesiapan anak. Pasalnya, sebelum memasuki dunia baru, yaitu lingkungan sekolah, anak-anak harus memiliki persiapan tersendiri untuk dapat beradaptasi dengan baik. Namun jangan khawatir, orangtua bisa kok membantu menyiapkan Si Kecil untuk menghadapi hari pertama sekolah! Bagaimana caranya?

1. Beri Gambaran tentang Sekolah

Salah satu faktor yang bisa membuat anak merasa ragu dan tegang sebelum masuk sekolah adalah dia belum mengenal dunia tersebut. Nah, untuk mengurangi hal tersebut, orangtua bisa mencoba untuk memberi gambaran kepada anak mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama berada di sekolah.

Ibu dan ayah bisa menceritakan tentang ruang kelas, kantin, kegiatan belajar, dan peluang untuk bertemu teman baru di sekolah. Pastikan untuk menceritakan hal tersebut dengan cara yang sederhana dan mudah memahaminya. Atur penjelasan menjadi lebih menyenangkan agar anak tidak lagi merasa khawatir menghadapi hari pertama sekolah.

2. Dorong Rasa Percaya Diri Anak

Bagaimanapun, rasa percaya diri anak adalah kunci agar dia dapat bersosialisasi dengan baik. Menjelang hari pertama sekolah, orangtua bisa mulai mengajak Si Kecil untuk bertemu banyak orang dan melakukan hal-hal seorang diri, tanpa bantuan orangtua.

Rasa percaya diri dan kemampuan anak untuk melawan rasa takut bisa memudahkannya dalam bersosialisasi kelak. Nah, ibu bisa mencoba untuk membiasakannya dengan hal kecil, misalnya saat berada di supermarket, biarkan anak untuk membawa sendiri belanjaan dan memberikan kepada kasir.

3. Ajarkan Rasa Peduli

Jangan lupa untuk membekali dan mengajarkan anak untuk lebih peka dan menunjukkan rasa peduli dalam kelompok sosialnya. Orangtua bisa memulai dengan mengajak anak untuk berbagi atau memberikan bantuan-bantuan kecil di lingkungan. Dengan melibatkan anak dan memberi mereka tanggung jawab, dia akan merasa lebih dihargai dan memahami kebutuhan untuk menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada orang lain.

Kebiasaan ini juga bisa membentuk anak menjadi orang yang peduli dan perhatian ke lingkungan pertemanannya kelak. Jadi, peluang anak mengalami masalah di lingkungan sekolah, seperti menjadi pelaku atau korban bullying bisa ditekan.

4. Jadi Pelatih Emosi

Setiap orang memiliki sisi “gelap” berupa rasa egois yang tinggi dan lainnya. Namun, hal-hal demikian perlu diredam untuk mendapatkan teman yang banyak dan lingkungan yang menyenangkan. Nah, orangtua bisa menjadi seorang pelatih yang mengontrol emosi anak untuk membantunya bersosialisasi kelak.  Cobalah untuk mengajarkan anak mengontrol emosi mereka sendiri.

Misalnya, jika di rumah dia terbiasa untuk merengek, menangis, atau bahkan membentak, beritahu kepadanya bahwa hal itu sebaiknya tidak dilakukan di luar rumah. Sebuah penelitian menyebut bahwa melatih emosi anak sejak dini dapat membawa perubahan yang baik.

Selain itu, ibu juga sebaiknya menyiapkan kondisi kesehatan anak sebelum memasuki sekolah. Misalnya dengan memberi anak konsumsi vitamin dan suplemen untuk menjaga kebugaran tubuh. Lebih mudah beli vitamin dan produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan Apotik Antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: