4 Kebiasaan yang Menimbulkan Nyeri Pergelangan Tangan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Kebiasaan yang Menimbulkan Nyeri Pergelangan Tangan

Halodoc, Jakarta - Nyeri pergelangan tangan bukanlah sebuah keluhan yang cuma dialami lansia saja. Pasalnya, masalah ini bisa saja menyerang seseorang di usia produktif. Loh, kok bisa? Alasannya simpel, nyeri pergelangan tangan ini bisa disebabkan karena kebiasaan yang keliru. 

Ingat, nyeri yang ditimbulkan bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari. Bahkan, bisa membatasi rentan gerakan tangan dan menimbulkan nyeri pada tulang, sendi, serta jaringan di sekeliling pergelangan tangan. Oleh sebab itu, ketahuilah kebiasan-kebiasaan yang bisa memicu kondisi ini. 

Nah, berikut ini beberapa kebiasaan yang bisa menimbulkan nyeri pergelangan tangan. 

Baca juga: Perhatikan 8 Gejala Nyeri Pergelangan Tangan yang Wajib Diwaspadai 

1. Gerakan Berulang

Beberapa dari kita mungkin sering melakukan gerakan berulang tiap harinya. Seperti bermain handphone atau mengetik di depan laptop. Bermain handphone atau mengetik terlalu lama, artinya menggunakan tangan berlebihan dan melakukan gerakan berulang pada jari-jari tangan. 

Tak cuma mengetik dan menggunakan handphone saja. Pekerjaan berulang-ulang tanpa henti, seperti menulis hingga menyetir juga bisa menyebabkan peradangan pada jaringan sendi di pergelangan tangan. 

Untuk menghindarinya, cobalah berhenti sejenak dan lakukan relaksasi pada tangan ketika rasa nyeri mulai muncul.

2. Meforsir Tangan saat Berolahraga

Olahraga yang dilakukan dengan keliru pastinya bisa menimbulkan cedera. Misalnya, tidak melakukan pemanasan atau pendinginan, hingga terlampau memforsir saat berolahraga. 

Dalam kebanyakan kasus, nyeri pergelangan tangan ini sering dialami oleh mereka yang berolahraga basket, bowling, atau tenis. Ketiga olahraga ini mengharuskan seseorang untuk menggunakan tangan dan pergelangan sangat sering dan kuat. 

Baca juga: Alami Nyeri Pergelangan Tangan, Ini 4 Cara Pengobatan di Rumah

3. Posisi Kerja yang Keliru

Kebiasaan yang satu ini sering kali dilakukan oleh pekerja kantoran, khususnya mereka yang mesti duduk seharian. Padahal, posisi bekerja menggunakan tangan dalam posisi tidak benar dan dalam waktu lama, bisa menyebabkan nyeri pergelangan tangan. Bahkan, bisa memicu masalah kesehatan, seperti carpal tunnel syndrome (CTS). 

Cedera ini terjadi karena tertekannya saraf median yang melewati pergelangan tangan. Untuk pekerja kantoran, biasanya kondisi ini terjadi karena cara mengetik yang keliru. Contohnya, posisi yang tidak ergonomis dimana tangan bersandar pada bagian bawah pergelangan tangan, sehingga dalam waktu lama akan menekan saluran karpal. Nah, hal inilah yang bisa menyebabkan nyeri pergelangan tangan. 

4. Konsumsi Makanan Tinggi Purin

Siapa sih yang enggak ketagihan dengan lezatnya seafood, jeroan, daging merah atau jamur? Namun, dibalik rasanya yang menggugah selera, makanan tersebut banyak mengandung purin yang bisa memicu penyakit asam urat. Tak cuma itu saja, bayam, asparagus, dan kembang kol juga mesti diwaspadai. 

Penyakit asam urat atau artritis gout (gout) ini sejenis penyakit sendi yang terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah. Asam urat yang terlalu tinggi sebenarnya akan larut dalam darah dan keluar melalui urine, bila dalam keadaan normal. 

Baca juga: Hati-Hati, Asam Urat Dapat Sebabkan Nyeri Pergelangan Tangan

Akan tetapi, dalam kondisi tertentu tubuh dapat menghasilkan asam ini dalam jumlah berlebih, atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat. Alhasil, asam urat akan menumpuk dalam tubuh. 

Nah, menumpuknya asam urat inilah yang bakal menimbulkan nyeri pada sendi. Khusus di jempol kaki, lutut, pergelangan kaki, hingga pergelangan tangan 

Agar nyeri pergelangan tangan tak semakin memburuk, segera hubungi dokter apabila gejalanya tak kunjung membaik. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?