Ibu Perlu Tahu, Ini 4 Kelainan Genital pada Bayi Laki-Laki

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kelainan genital pada bayi, organ reproduksi

Halodoc, Jakarta - Kelainan genital pada bayi laki-laki bisa memengaruhi organ reproduksi Si Kecil ketika dewasa nanti. Untuk itu, orangtua perlu mewaspadai dan melakukan pemeriksaan adanya kelainan genital pada bayi laki-laki yang baru dilahirkannya. Nah, jika ditemui sesuatu yang tidak normal, ibu bisa langsung diskusikan dengan dokter dan mencari solusi terbaik. Beberapa kelainan genital yang hanya dialami oleh bayi laki-laki, di antaranya:

Baca juga: Kenali Fenilketonuria, Kelainan Genetik Langka Bawaan Lahir

  • Hipospadia atau Kelainan Lubang Kencing

Normalnya posisi lubang kencing yang terletak di ujung batang Mr P. Nah, hipospadia merupakan kondisi ketika lubang kencing yang tidak pada posisinya, bisa terletak di mana saja sepanjang batang Mr P. Karena pada bayi laki-laki bentuk lubang sangat kecil, kebanyakan orangtua tidak mengetahui jika si buah hati mengidap hipospadia.

Si Kecil pengidap hipospadia bisa ditandai ketika Si Kecil buang air kecil tidak berasal dari tempat yang semestinya. Jika dokter sudah mengetahui hal ini, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan bedah plastik dan membuatkan lubang kencing baru pada tempat yang semestinya.

  • Mikropenis atau Ukuran Mr P Kecil

Kelainan ini terjadi pada angka 1-8 per 1.000 kelahiran. Kondisi ini terjadi akibat kelainan hormon. Mikropenis sendiri merupakan Mr P yang memiliki ukuran kecil dan terlihat pendek. Biasanya ukuran akan kurang dari 2,5 sentimeter,  tetapi testis terlihat normal. Ukuran normal Mr P pada bayi sekitar 3-3,5 sentimeter.

Ukuran Mr P pada bayi laki-laki yang baru lahir penting untuk diperhatikan, karena akan memengaruhi fungsi reproduksinya saat dewasa nanti. Mr P pada bayi laki-laki bisa saja terlihat pendek dan gemuk karena tertutup lemak. Kondisi ini tidak memerlukan penanganan medis tertentu.

Baca juga: Kenali Progeria, Penyakit yang Membuat Bayi Terlihat Tua Sebelum Waktunya

  • Fimosis atau Ukuran Kulup Kecil

Penyakit ini tergolong penyakit yang bisa dideteksi dini, karena Si Kecil akan memiliki kebiasaan menangis kesakitan ketika buang air kecil akibat lubang kulupnya sangat kecil. Fimosis bukan merupakan kelainan yang serius. Kondisi ini bisa diatasi dengan cara disunat. Namun, jika kondisi kulup tidak terlalu kecil, ibu bisa menunggu Si Kecil hingga agak besar. Lalu cermati perkembangan kulupnya. Jika normal, tindakan tidak perlu dilakukan.

  • Undesensus Testis atau Testis yang Terlambat Turun

Kondisi ini normal terjadi, ketika testis mengalami keterlambatan turun ke kantongnya. Ibu dapat menunggu sampai Si Kecil berusia 3-6 bulan. Kemudian perhatikan lagi, undesensus testis ini ditandai dengan tidak adanya testis yang tampak.

Jika kondisi ini terjadi, biasanya dokter akan mencari tahu apakah kondisi ini terjadi karena adanya kelainan hormonal atau kelainan anatomi. Jika kondisi ini disebabkan karena kelainan hormonal, biasanya dokter akan menyarankan Si Kecil untuk melakukan terapi hormon. Jika kondisi ini disebabkan karena kelainan anatomi, biasanya dokter akan merujuk pada tindakan pembedahan.

Baca juga: 3 Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Alat Kelamin

Jika ada yang ingin ibu tanyakan seputar kelainan genital pada Si Kecil, dan langkah apa yang harus ibu lakukan, Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi ini, ibu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Jika ada yang tidak beres dengan kesehatan Si Kecil, dokter akan langsung meresepkan obat untuk Si Kecil. Tanpa perlu keluar rumah atau antri obat di apotik, pesanan ibu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store!