15 August 2017

4 Masalah Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

4 Masalah Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Dalam mengasuh anak, bukanlah urusan yang mudah. Hal tersebut karena banyak sekali pola anak atau kebiasaan yang perlu dipahami oleh semua orang tua. Untuk urusan makanan, ada sebagian anak yang mudah untuk memakan makanan apa saja, namun ada pula anak yang cenderung sulit untuk memakan makanan yang diberikan oleh orang tua. Menutup mulut saat disuapi makanan atau anak yang hanya mau makan satu jenis makanan selama berhari-hari, adalah kebiasaan yang wajar terjadi. Tentunya dalam menghadapi hal semacam itu, orang tua tidak boleh panik dan harus tahu cara menyiasati kebiasaan anak tersebut.

Biasanya anak susah makan dialami oleh anak-anak yang usianya beranjak satu tahun. Ketika usia satu tahun, pertumbuhan anak melambat  daripada masa sebelumnya. Tentunya hal ini juga menurunkan selera makan. Terkadang bila anak susah makan ada saja orang tua yang menyikapi secara keliru dan hal tersebut tentu bisa menimbulkan suasana yang kurang mengenakan dan memunculkan tekanan bagi anak maupun orang tua. Maka dari itu sebagai orang tua harus lebih teliti dalam  melihat kondisi anak. Berikut ini beberapa permasalahan dan cara mengatasi anak susah makan yang perlu kamu tahu.

1.  Hanya Memilih Makanan Tertentu
Untuk anak-anak yang masuk ke dalam usia Bawah Tiga Tahun (BATITA), mengonsumsi makanan padat adalah hal baru. Maka dari itu dibutuhkan waktu supaya mereka terbiasa dengan bermacam-macam rasa, warna, dan tekstur makanan. Di masa BATITA, anak juga sedang belajar untuk memilih  makanannya sendiri yang ia sukai untuk masuk ke mulutnya.

Cara Mengatasi
Cara mengatasi anak susah makan dengan permasalahan seperti ini adalah dengan memperkenalkan makanan yang baru secara perlahan-lahan. Bila makanan disajikan beberapa kali, anak biasanya akan tertarik untuk mengonsumsinya. Contohnya, sayuran merupakan salah satu jenis makanan yang sering tidak disukai oleh anak-anak. Cobalah untuk menyajikan satu jenis sayuran saja, supaya anak tidak kebingungan. Sebaiknya waktu makan tidak berdekatan jaraknya dengan waktu tidur. Hal ini karena rasa lelah bisa memengaruhi sang anak untuk mencoba makanan baru.

2.  Menolak untuk Makan
Sebagai  orang tua, kamu harus  berusaha mengendalikan keinginan sang anak untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. Terkadang ada sebagian anak yang bisa menghabiskan makanan yang disediakan oleh orang tua pada hari pertama, namun keesokan harinya menolak untuk mengonsumsinya. Ketika pikirannya berubah, maka juga mempengaruhi selera makannya.

Cara Mengatasi
Cara mengatasi anak susah makan dengan permasalahan seperti ini yakni dengan menghitung asupannya selama satu minggu sebelumnya. Biasanya orang tua merasa terkejut jika asupan makanan anaknya sebenarnya sudah terpenuhi.

3.  Makan Satu Jenis Makanan Saja
Terkadang ada anak yang hanya mau makan satu jenis makanan saja selama beberapa hari bahkan hingga hitungan minggu. Biasanya hal ini disebabkan karena anak tertarik dengan makanan yang rasanya sudah dia kenali. Hanya saja, dengan pola konsumsi seperti itu sering membuat orang tua bingung.

Cara Mengatasi
Sebaiknya orang tua tetap tenang dan menawarkan pilihan makanan lain, namun bukan dengan cara paksa. Bagi anak yang sudah lebih besar, kamu bisa mengajak ke supermarket dan meminta dia untuk memilih dua jenis sayur, jenis buah, atau satu jenis camilan. Saat tiba di rumah, ajaklah dia menyiapkan makanan sebelum mengonsumsinya.

4.  Hanya Mau Makanan Cepat Saji
Makanan siap saji bukan hanya disukai oleh orang dewasa saja, namun makanan ini juga sangat digemari oleh anak-anak. Biasanya anak-anak suka dengan makanan siap saji yang mengandung gula atau lemak tinggi, dengan kandungan gizi yang rendah. Misalnya, permen, kentang goreng, atau minuman bersoda.

Cara Mengatasi
Salah satu cara mengatasi anak susah makan yang bermasalah seperti ini, jangan menyimpan makanan cepat saji di rumah. Sebaiknya kamu menyediakan makanan yang lebih sehat. Coba sajikan makanan seperti buah-buahan, misalnya buah melon dengan campuran yogurt, atau jus buah yang dihiasi stroberi dan irisan pisang di atasnya. Kamu bisa juga menyajikan pisang atau ubi yang dikukus untuk dijadikan pengganti kentang goreng.

Sebagai saran tambahan, agar memastikan kecukupan gizi anak, tidak ada salahnya jika kamu membuat catatan yang berisikan tulisan seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi anak selama seminggu. Tidak hanya itu, periksalah apakah anak  kamu telah menerima asupan dari empat kelompok gizi utama yakni karbohidrat, protein, produk susu, buah, dan sayuran. Bila dalam keseharian, anak masih mengonsumsi makanan dari tiap kelompok gizi tersebut, maka pola konsumsi anak kamu masih dalam batasan normal.


Ingin tahu lebih banyak saran untuk mengatasi anak sulit makan dan masalah kesehatan anak lainnya? Sebaiknya sedia selalu aplikasi Halodoc. Melalui Halodoc, orang tua dapat menghubungi dokter kapan saja, dimana saja. Dengan Halodoc, dokter spesialis anak dapat dihubungi melalui chat, video call, atau voice call. Penuhi juga vitamin atau susu untuk anak kamu dengan membelinya melalui Halodoc. Ayo download aplikasinya di App Store atau Google Play sekarang!

BACA JUGA 6 Trik Atasi Masalah Anak Picky Eater