4 Penanganan untuk Atasi Kondisi Skiatika

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Penanganan untuk Atasi Kondisi Skiatika

Halodoc, Jakarta - Saraf yang berada di bagian panggul adalah saraf paling panjang di tubuh. Letak saraf ini tepatnya di bagian belakang tulang panggul, pantat hingga menuju ke tungkai. Ketika terjadi gangguan yang menyebabkan saraf pada panggul ini tertekan berlebihan atau terjepit, skiatika bisa terjadi. Skiatika adalah munculnya rasa nyeri pada jalur saraf panggul ini. 

Skiatika umum terjadi pada area kaki dan pantat dengan tingkat keparahan mulai dari ringan hingga berat. Memang, skiatika bisa membaik dengan sendirinya meski memakan waktu hingga enam minggu pemulihan, tetapi ada pula kondisi ketika skiatika memerlukan tindakan pembedahan, terutama jika berkaitan dengan gangguan kemih dan usus yang diikuti dengan kelemahan tungkai. 

Bagaimana Cara Mengatasi Skiatika?

Munculnya rasa nyeri dan tidak nyaman pada area panggul dan sekitarnya menjadi gejala utama dan paling umum ketika seseorang mengalami skiatika. Rasa nyerinya bisa ringan, diikuti dengan rasa panas, atau seperti tersengat aliran listrik. Nyeri ini cenderung meningkat apabila pengidap batuk, bersin, dan duduk terlalu lama. 

Baca juga: Saraf Terjepit Dapat Sebabkan Skiatika, Ini Alasannya

Selain itu, gejala lainnya adalah lemahnya otot kaki dan tungkai, sensasi kebas atau mati rasa, dan rasa kesemutan yang menjalar dari bagian punggung hingga ke kaki. Jika kamu mengalaminya, jangan ragu untuk bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Fitur Tanya Dokter akan menghubungkan kamu langsung dengan dokter ahli saraf terbaik. 

Tidak hanya duduk terlalu lama, skiatika pun bisa menjadi lebih buruk pada beberapa kasus, seperti pengidap diabetes, obesitas, pekerja berat, dan faktor usia. Lalu, bagaimana cara mengatasi skiatika?

  • Mengompres dingin atau hangat bagian yang terasa nyeri, atau mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek. Ini dilakukan sebagai tindakan pertolongan pertama. 

  • Tetap beraktivitas untuk mempercepat proses penyembuhan. Namun, bukan berarti harus beraktivitas berat, sesuaikan dengan kondisi tubuh. 

  • Suntikan steroid untuk meredakan nyeri dan peradangan yang terjadi pada area saraf yang terinfeksi. Namun, pemberiannya tetap perlu dibatasi untuk menghindari efek samping yang berbahaya. 

  • Pembedahan dilakukan jika skiatika membuat nyeri terasa semakin parah dan menimbulkan penyakit inkontinensia tinja maupun urine. Operasi dilakukan untuk menghilangkan tulang yang tumbuh, mengobati saraf yang terjepit atau kondisi lainnya yang membuat saraf panggul tertekan. 

Baca juga: Ketahui Tes Pemeriksaan untuk Deteksi Skiatika

Setelah kondisi pengidap menjadi lebih baik pasca dilakukan penanganan, pemantauan kesehatan tetap perlu dilakukan. Biasanya, dokter menyarankan untuk melakukan rehabilitasi atau terapi fisik agar cedera lanjutan tidak terjadi. Fisioterapi ini ditujukan untuk penguatan otot yang menunjang tulang belakang, meningkatkan elastisitas tubuh, dan memperbaiki postur tubuh. 

Namun, bukan berarti kamu tidak harus olahraga. Meski telah melakukan fisioterapi, aktivitas olahraga ringan tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya kambuh skiatika. Jangan lupa lakukan peregangan sebelum dan sesudah olahraga. Angkat beban bisa menjadi pilihan terbaik jika kamu ingin memperbaiki postur tubuh. 

Skiatika tidak sepatutnya kamu abaikan, meski kadang nyerinya bisa berangsur membaik tanpa perlu pengobatan. Pasalnya, terjepitnya saraf panggul ini juga bisa memicu komplikasi serius, yaitu kerusakan saraf permanen. Komplikasi ini ditandai dengan melemahnya tungkai dan menjadi kebas, serta kemih dan usus besar yang tidak lagi berfungsi. 

Baca juga: Ini Jenis Pekerjaan yang Berisiko Alami Skiatika

Referensi:
WebMD. 2019. Pain Management and Sciatica.
NHS Choices UK. 2019. Health A-Z. Sciatica.
Mayo Clinic. 2019. Diseases and Conditions. Sciatica.