4 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Melalui Pemeriksaan Urine

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Melalui Pemeriksaan Urine

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan urine atau bisa disebut juga dengan urinalisis adalah sebuah tes untuk mendiagnosis penyakit tertentu dengan menggunakan urine sebagai sampelnya. Tes urine biasanya bagian dari rangkaian pemeriksaan rutin atau dilakukan untuk tujuan tertentu.  Berikut jenis-jenis penyakit yang bisa dideteksi melalui pemeriksaan urine:

Baca Juga: 6 Warna Urine Jadi Tanda Kesehatan

1. Penyakit Ginjal

Tes urine menjadi tes yang penting dilakukan guna mendeteksi penyakit ginjal, seperti penyakit ginjal akut, ginjal kronis, infeksi ginjal, maupun batu ginjal. Biasanya, pengidap penyakit ginjal mengalami gejala berupa rasa nyeri, sesak napas, kelelahan dan memiliki gangguan saat berkemih. Nah, kalau gejala tersebut sudah terlihat, maka dokter biasanya menyarankan agar pengidap menjalankan tes urine untuk menegakkan diagnosis. 

Tes urine berfungsi untuk mendeteksi apakah ada sel darah merah, sel darah putih, bakteri, ataupun protein dalam urine. Selain itu, dokter juga bisa mengukur volume urine yang dikeluarkan dalam 24 jam dan mengukur kadar kreatinin yang dikeluarkan oleh ginjal dalam urine 24 jam dengan pemeriksaan bersihan kreatinin (Creatinine Clearance Test atau CCT) untuk penilaian fungsi ginjal. Apabila hasil tes menunjukan urine yang berwarna cokelat, oranye tua, atau kemerahan mungkin bahwa seseorang mengidap penyakit ginjal.

2. Hepatitis B

Tidak hanya gejala penyakit ginjal saja, urine berwarna cukup gelap juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit hati, contohnya hepatitis B. Hepatitis B adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit hepatitis B akut dapat menimbulkan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, warna tinja menjadi pucat, mata dan kulit menguning, serta perubahan warna urine menjadi kuning gelap. Tes urine biasanya dilakukan untuk melengkapi bukti gejala, sehingga dokter mampu mendiagnosis penyakit hepatitis B dengan akurat.

3. Diabetes

Meski gejala diabetes melitus mudah diketahui, tapi dokter perlu melakukan beberapa rangkaian tes guna mengetahui bagaimana tubuh mencadangkan glukosa berlebih. Salah satu gejala diabetes yang bisa diketahui melalui tes urine adalah adanya gula atau glukosa dalam urine dan mungkin adanya protein dalam urine jika penyakit diabet sudah terdapat komplikasi pada ginjal.

Baca Juga: Ada Darah dalam Urine, Waspadai 8 Hal Ini

4. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan pengidapnya mengeluarkan urine yang mengandung mikroorganisme. Ini karena, ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dari usus besar, seperti E. coli bisa berpindah dari anus menuju uretra. Gejala ISK berupa rasa nyeri saat buang air kecil dan urine dapat mengandung sel darah merah, bakteri, dan sel darah putih yang menunjukkan adanya infeksi pada saluran kemih. Pada kasus yang disebabkan oleh bakteri jenis tertentu, urine yang dikeluarkan bisa berwarna hijau karena mengandung nanah.

Manfaat Pemeriksaan Urine Lainnya

Selain penyakit-penyakit di atas, pemeriksaan urine juga bisa digunakan untuk cek kehamilan dan skrining obat. Pada cek kehamilan, pemeriksaan urine dilakukan untuk mengukur hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG). Sedangkan pada kasus skrining obat, pemeriksaan urine dilakukan guna mendeteksi obat tertentu atau produk metaboliknya, tergantung pada tujuan pengujian.

Langkah Pemeriksaan Urine

Apabila kamu hanya menjalankan pemeriksaan urinee, maka kamu masih diperbolehkan makan dan minum sebelum tes. Tetapi apabila tes urine dilakukan bersamaan dengan tes lain, kamu mungkin perlu berpuasa untuk waktu tertentu sebelum menjalankan tes. Semuanya pasti telah diinstruksikan oleh dokter, sehingga kamu tinggal melakasanakannya saja. 

Sebelum menjalankan tes urine, kamu juga perlu memberitahu dokter seputar obat, suplemen, atau vitamin yang sedang dikonsumsi. Sebab, ada beberapa macam obat yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan urine. Nah, berikut langkah pemeriksaan urine pada umumnya

  • Bersihkan organ genital sebelum berkemih. Pada wanita, bersihkan labia dari arah depan ke belakang. Sedangkan pria lakukan dengan cara menyeka ujung Mr P.

  • Menampung urine pancaran tengah dengan cara aliran pertama tidak ditampung, aliran urine selanjutnya ditampung dalam wadah sampel.

  • Hasilkan urine setidaknya 30-59 mililiter.

  • Setelah selesai, tutup rapat botol dan cuci tangan menggunakan sabun sampai bersih.

  • Berikan sampel kepada dokter atau petugas lab untuk dianalisis.

Baca Juga: Begini Prosedur Tes Urine untuk Deteksi Narkoba dalam Darah

Kalau kamu berencana untuk melakukan pemeriksaan urine, biar lebih praktis sekarang bisa lho buat janji dengan rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Mudah bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!