12 January 2019

4 Penyakit yang Diakibatkan oleh E. Coli

4 Penyakit yang Diakibatkan oleh E. Coli

Halodoc, Jakarta - Infeksi bakteri merupakan masalah kesehatan yang sering kali menyerang banyak orang. Seperti namanya, infeksi ini disebabkan oleh bakteri yang dapat menyerang seluruh organ tubuh. Infeksi bakteri ini bisa menimbulkan gejala, seperti batuk, demam, nyeri, hingga peradangan pada pengidapnya.

Hati-hati dengan masalah kesehatan yang satu ini. Pasalnya, penularan infeksi bakteri bisa terjadi dengan berbagai cara. Contohnya, percikan ludah orang yang terinfeksi, melalui makanan, air yang terkontaminasi, ataupun gigitan hewan yang terkontaminasi.

Baca juga: Bakteri E. Coli Bisa Muncul dengan Cara-Cara Ini

Bakteri berbeda dengan virus. Sebab, bakteri enggak butuh sel manusia untuk hidup dan berkembang biak. Nah, dari banyak bakteri yang bisa menyebabkan masalah kesehatan, bakteri Escherichia coli atau disingkat E. coli menjadi salah satu bakteri yang mesti diwaspadai.

Lalu, penyakit apa saja sih yang bisa disebabkan oleh infeksi E. coli?

1. Infeksi Selaput Otak

Radang selaput otak gegara infeksi E. coli umumnya terjadi pada bayi. Sebagian besar radang pada bayi yang baru lahir, sekitar 28,5 persennya disebabkan oleh bakteri ini. Sementara itu, 34 persen lainnya disebabkan oleh bakteri streptococcus B. E. Bakteri E. coli yang menyerang bayi ini berasal dari Miss V ibu. Kemudian, bakteri ini akan menyebar melalui darah, sehingga menyebabkan infeksi yang luas.

Bayi yang mengalami radang selaput otak karena bakteri Escherichia coli, akan menimbulkan berbagai gejala. Mulai dari gangguan saraf, kuning pada tubuh, gangguan pertumbuhan, hingga penurunan asupan napas.

2. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi bakteri Escherichia coli juga bisa menyebabkan gangguan pada saluran kemih. Kondisi ini terjadi ketika organ, seperti ginjal, kandung kemih, dan uretra mengalami infeksi. Bakteri E. coli yang menyerang organ-organ di atas akan menimbulkan gejala, seperti nyeri saat berkemih, frekuensi urine meningkat, hingga demam.

Sistem kemih sendiri merupakan tempat yang paling sering mengalami infeksi Escherichia coli. Sekitar 90 persen dari infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri E. coli jenis uropatogenik.

Baca juga: Kenali Gejala Infeksi Bakteri E. Coli

3. Infeksi Saluran Pencernaan

Bakteri Escherichia coli sering kali menyebabkan diare atau infeksi saluran pencernaan. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Bayam, mentimun, keju, daging sapi, dan produk susu merupakan makanan dan cukup sering tercemar bakteri E. coli.

4. Hemolytic Uremic Syndrome

Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan bakteri ini, umumnya akan menyebabkan diare dan kram perut. Lamanya kira-kira satu minggu setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar. Namun, pada kasus yang disebabkan oleh salah satu strain E. coli, pengidapnya dapat mengalami komplikasi ginjal langka. Sebutannya hemolytic uremic syndrome (HUS).

Baca juga: Begini Cara Mengenali dan Menghindari Makanan yang Terkontaminasi E. Coli

HUS ini merupakan jenis gagal ginjal yang jarang ditemukan. Biasanya hanya diidap oleh 5–15 persen populasi, terutama anak-anak yang terinfeksi Escherichia coli. Seseorang yang mengidap HUS akan mengalami gejala, meliputi demam, nyeri pada perut, kelelahan, kulit pucat, urine berkurang, memar yang tak bisa dijelaskan, hingga perdarahan dari hidung dan mulut.

Mau tau lebih jauh mengenai hal di atas? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!