4 Stadium Limfoma yang Penting Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
4 Stadium Limfoma yang Penting Diketahui

Halodoc, Jakarta – Limfoma termasuk jenis penyakit kanker yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini terjadi saat ada sel kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian yang menghubungkan kelenjar limfe alias kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Dalam tubuh manusia, sistem limfatik memiliki peran penting terutama dalam sistem kekebalan tubuh.

Gangguan yang terjadi pada sistem limfatik akan sangat memengaruhi kondisi tubuh dan sistem kekebalan. Kabar buruknya, limfoma seringkali terlambat disadari karena gejala yang muncul bersifat umum dan sering diabaikan. Serupa dengan jenis kanker lainnya, limfoma dibedakan ke dalam beberapa kelompok stadium berdasarkan tingkat keparahannya. 

Baca juga: Ketahui Cara Pencegahan Terserang Penyakit Limfoma

Mengenal Stadium dalam Kanker Limfoma 

Dalam sistem limfatik, terdapat sel-sel darah putih limfosit yang akan membantu pembentukan antibodi tubuh. Orang yang memiliki antibodi atau kekebalan baik akan memiliki perlindungan yang tinggi pula terhadap infeksi. Saat sel-sel limfosit B dalam sistem limfatik diserang kanker, sistem kekebalan tubuh akan menurun dan tubuh rentan mengalami infeksi serta terserang penyakit.

Jika dilihat dari lokasi berkembangnya, kanker ini dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi dibanding limfoma Hodgkin. Pada limfoma Hodgkin, terdapat adanya sel abnormal Reed-Sternberg dalam pemeriksaan. Sedangkan pada limfoma non-Hodgkin, tidak ditemukan keberadaan sel abnormal tersebut. Gejala utama dari penyakit ini adalah munculnya benjolan benjolan pada leher dan ketiak.

Baca juga: Perbedaan dari Limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin yang Perlu Diketahui

Limfoma terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit. Mutasi tersebut menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkendali. Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab perubahan DNA bisa terjadi. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker limfoma, salah satunya adalah faktor usia. Orang yang berusia 15–30 tahun dan lansia di atas 55 tahun disebut lebih rentan mengalami limfoma Hodgkin. Sedangkan limfoma non-Hodgkin, lebih banyak menyerang lansia di atas 60 tahun. 

Limfoma dibagi ke dalam 4 stadium. Untuk menentukan tingkat atau stadium penyakit ini bisa dilakukan dengan biopsi, foto rontgen, CT scan, serta PET scan. Biar lebih jelas, berikut ini pembahasan seputar stadium dalam limfoma. 

 

  • Stadium 1 

 

Ini adalah tahap awal. Pada limfoma stadium 1, kanker menyerang salah satu kelompok kelenjar limfe. 

 

  • Stadium 2 

 

Pada stadium 2, kanker bisa menyerang 2 kelompok kelenjar limfe, atau menyebar ke salah satu organ di sekitar limfe. Namun, organ yang mungkin terserang hanya terbatas pada tubuh bagian atas atau bawah saja dengan batas diafragma. 

 

  • Stadium 3

 

Ini adalah tahap lanjut dari limfoma stadium 2. Pada stadium 3, kanker menyebar ke kelompok kelenjar limfe di bagian tubuh atas dan bagian tubuh bawah. 

 

  • Stadium 4 

 

Stadium 4 berarti kanker sudah semakin parah. Pada tahap ini, limfoma sudah menyebar melalui sistem limfatik dan bisa masuk ke berbagai organ atau sumsum tulang. 

Baca juga: Komplikasi Penyakit yang Dapat Terjadi karena Limfoma

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit limfoma dan gejalanya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hodgkin’s vs Non-Hodgkin’s Lymphoma: What’s the Difference?
Web MD. Diakses pada 2019. What is Lymphoma?