5 Faktor Penyebab Delirium Tremens

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
delirium Tremens

Halodoc, Jakarta - Delirium tremens merupakan rasa bingung yang menyerang ketika alkoholik berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Kebingungan ini akan menyebabkan halusinasi, disorientasi, serta perubahan emosi dan perilaku. Seseorang dengan delirium tremens juga bisa saja mengacau dan menimbulkan bahaya bagi lingkungan sekitarnya. Kenali faktor penyebabnya dalam pembahasan berikut!

Baca juga: 7 Gejala Delirium Tremens yang Wajib Diwaspadai

Faktor yang Menjadi Penyebab Delirium Tremens

Ketika pecandu alkohol berhenti mengonsumsi alkohol yang telah dikonsumsinya dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini disebut dengan delirium tremens. Selain itu, delirium tremens juga dapat terjadi karena adanya cedera atau infeksi pada kepala. Kondisi ini umum terjadi pada orang-orang yang meminum lebih dari 3,3 liter bir atau 1,8 liter wine setiap hari, selama beberapa bulan.

Tak hanya itu, beberapa faktor risiko juga dapat memengaruhinya. Berikut merupakan beberapa faktor risiko yang dapat menjadi pemicu terjadinya delirium tremens, antara lain:

  1. Ketergantungan alkohol, yaitu kebiasaan mengonsumsi alkohol terlalu banyak dalam jangka panjang, sehingga fisik mengalami ketergantungan pada alkohol.

  2. Seseorang yang sudah mengonsumsi alkohol di usia dini.

  3. Memiliki keluarga yang suka mengonsumsi alkohol.

  4. Memiliki masalah mental, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan bipolar.

  5. Bergaul dalam lingkungan atau pasangan yang suka mengonsumsi alkohol.

Sebenarnya, delirium tremens dapat dihindari dengan mengurangi faktor pemicunya. Jika kamu memiliki sejumlah faktor risikonya, tak ada salahnya untuk mendiskusikan masalah yang sedang kamu alami dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah penanganan yang harus kamu lakukan.

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah 6 Hal yang Bisa Menyebabkan Delirium

Apa Ciri Khas Seseorang dengan Delirium Tremens?

Pengidap delirium tremens akan ditandai dengan sejumlah gejala umum, seperti:

  • Mengalami perubahan fungsi mental.

  • Mengalami tremor pada tubuh.

  • Mengalami perubahan emosi yang ekstrem.

  • Mengalami disorientasi. Dalam kasus yang parah, pengidap bahkan tidak dapat mengingat dirinya sendiri.

  • Berkurangnya kemampuan fokus.

  • Mengalami halusinasi.

  • Mengalami rasa takut yang berlebihan.

  • Mengalami sensitivitas terhadap cahaya.

  • Mengalami kejang-kejang, bahkan pingsan.

Jika kamu mengalami serangkaian gejalanya, segera temui dokter. Gejala yang dibiarkan begitu saja, akan menghambat aktivitas harian yang biasa kamu jalani.

Baca juga: Inilah 7 Jenis Delirium yang Perlu Diketahui

Adalah Cara Mengatasi Delirium Tremens?

Langkah pencegahan dapat kamu atasi sendiri. Dalam hal ini, beberapa langkah yang dapat kamu lakukan, yaitu:

  • Menjauhkan diri sejenak dari teman-teman, situasi, atau tempat, yang dapat membuat kamu mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta terapkan pola tidur yang cukup.

  • Ketika sedang menghindari konsumsi minuman beralkohol, kamu dapat menyalurkan hobi yang tidak melibatkan alkohol.

  • Melakukan yoga atau meditasi untuk mengurangi tingkat kecemasan, stres, atau depresi karena berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

Jika cara mandiri tersebut tidak dapat membantu, maka beberapa pilihan pengobatan dapat kamu lakukan. Namun, sebelum melakukannya, sebaiknya diskusikan terlebih dulu metode apa yang cocok untuk kamu lakukan. Umumnya dokter akan merekomendasikan kepada konselor untuk mengatasi keinginan untuk mengonsumsi alkohol.

Konseling ini dapat dilakukan secara pribadi atau berkelompok. Melakukan konseling dengan berkelompok akan membuat kamu bergabung dengan orang-orang yang sedang berjuang dalam menghindari alkohol. Dalam hal ini, kamu dapat membantu untuk saling mendukung dalam mengatasi kecanduan ini. Selain konseling yang dilakukan, dukungan keluarga yang didapatkan akan sangat berpengaruh bagi kesembuhan pengidap.

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Delirium Tremens.
Healthline. Diakses pada 2019. Alcohol Withdrawal Delirium.