5 Fobia yang Terdengar Aneh tapi Nyata

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Fobia yang Terdengar Aneh tapi Nyata

Halodoc, Jakarta – Fobia adalah kondisi ketika seseorang memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu hal. Ketakutan berlebihan ini bisa membuat pengidapnya depresi, cemas, dan rasa panik yang parah. Sebagian besar pengidap fobia mengetahui bahwa rasa takutnya berlebihan tanpa ada alasan yang jelas. Oleh sebab itu, biasanya orang-orang ini mencoba menghindari situasi atau objek yang menjadi fobianya.

Ada banyak jenis fobia di dunia ini dan tidak sedikit pula jenis-jenis fobia aneh yang mungkin sulit dipahami. Nah, berikut ini jenis-jenis fobia yang kedengarannya aneh namun benar-benar ada di kehidupan nyata.

Baca Juga: Bedakan Antara Fobia dan Rasa Trauma

  1. Alektorophobia

Alektorophobia adalah fobia langka dan cukup aneh karena pengidapnya memiliki rasa takut yang berlebihan pada ayam. Alektorophobia berasal dari kata Yunani "alektor," yang berarti ayam jantan, dan "phobos," yang berarti ketakutan. Alektorophobia masuk ke dalam fobia spesifik yang merujuk pada ketakutan irasional terhadap objek, tempat, atau situasi tertentu. 

  1. Pogonophobia

Tidak sedikit pria yang punya keinginan memiliki jenggot karena dianggap seksi oleh sebagian wanita. Namun, seseorang yang mengidap pogonophobia malah tidak menyukai jenggot, bahkan merasa takut berlebihan jika memiliki atau melihat jenggot. Rasa fobia ini akibat insiden traumatis yang melibatkan seseorang dengan jenggot atau karena persepsi pria dengan jenggot memiliki kepribadian yang kasar.

  1. Onomatophobia

Onomatophobia adalah ketakutan yang sangat besar dengan nama atau kata tertentu. Penyakit mental ini dapat ditelusuri kembali ke peristiwa pemicu spesifik yang terkait dengan kata atau nama. Fobia ini juga terbilang aneh, karena sebuah nama atau kata pun bukan benda hidup, sehingga tidak berisiko menyakiti seseorang. 

  1. Nephophobia

Nephophobia juga termasuk fobia langka yang ditandai dengan rasa takut berlebihan terhadap awan. Bukan cuma langka, fobia ini tentu bisa menyulitkan aktivitas pengidapnya, mengingat awan selalu muncul mulai dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya fajar. 

  1. Cryophobia

Cryophobia atau ketakutan terhadap suhu dingin adalah fobia yang relatif kompleks. Beberapa orang hanya takut cuaca dingin atau menyentuh benda dingin. Selain itu, definisi dingin bervariasi di antara individu. Beberapa orang dengan cryophobia hanya takut pada benda atau suhu di bawah titik beku, sementara yang lain takut pada apa pun yang mereka anggap "dingin" jika disentuh.

Baca Juga: IT Chapter Two Rilis, Mengapa Ada Orang Fobia Badut?

Penting untuk diketahui bahwa rasa takut ini bisa menjadi ekstrem, sehingga jangan pernah sekali-kali mencoba menakuti pengidapnya dengan benda dingin. 

Fobia Ditandai dengan Hal Ini

Seseorang yang memiliki fobia sering mengalami serangan panik. Kondisi bisa menakutkan dan menyedihkan. Gejalanya juga bisa muncul tiba-tiba dan tanpa ada peringatan sebelumnya. Selain perasaan cemas yang luar biasa, melihat fobianya atau tanpa sebab yang jelas, juga bisa menimbulkan gejala fisik, seperti:

  • Berkeringat;

  • Gemetaran;

  • Kulit memerah;

  • Tubuh menggigil;

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas;

  • Detak jantung yang cepat (takikardia);

  • Mual;

  • Sakit kepala dan pusing;

  • Tubuh menjadi lemah;

  • Mengalami kebingungan atau disorientasi.

Kalau kamu memiliki fobia tertentu, sebaiknya bicara dengan dokter atau terapis untuk menentukan jenis terapi apa yang cocok. Kalau kamu ingin bertemu dokter, sekarang kamu bisa buat janjinya melalui aplikasi Halodoc! Lewat aplikasi, kamu tinggal memilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu.

Apakah Fobia Bisa Diobati?

Fobia bisa diobati dengan kombinasi terapi dan obat-obatan. Perawatan paling efektif untuk mengobati fobia spesifik adalah jenis psikoterapi yang disebut terapi paparan. Selama terapi pemaparan, pengidap didampingi oleh seorang psikolog agar mengubah pikiran dan perasaan terhadap objek atau situasi, sehingga pengidap bisa belajar mengendalikan reaksinya. 

Baca Juga: Teman Punya Fobia? Bantu dengan Cara-Cara Ini

Dokter mungkin juga merekomendasikan obat-obatan penurun kecemasan tertentu agar pengidap bisa terapi berjalan lebih ringan. Obat-obatan yang membantu mengurangi perasaan cemas, takut dan panik contohnya beta-blocker dan benzodiazepine.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Common and Unique Fears Explained.
NHS. Diakses pada 2019. Phobias.