5 Jenis Pemeriksaan untuk Deteksi Kanker Endometrium

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
deteksi kanker endometrium, kanker pada rahim

Halodoc, Jakarta - Kanker endometrium merupakan salah satu kanker yang dapat terjadi pada rahim, yang tumbuh dalam lapisan sel yang membentuk dinding rahim. Rahim sendiri merupakan organ yang berongga dan berbentuk seperti janin. Di sinilah tempat pertumbuhan janin terjadi. Berikut beberapa pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kanker endometrium.

Baca juga: Wajib Tahu, Deretan Skrining Kesehatan untuk 13 Jenis Kanker

Jenis Pemeriksaan untuk Deteksi Kanker Endometrium

Kanker endometrium ini akan dikenali melalui gejala-gejala yang muncul pada pengidapnya. Namun, tak sampai di situ saja, pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk memperkuat adanya sel-sel abnormal yang tumbuh di dalam rahim. Beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan guna memperkuat diagnosis, antara lain:

  • Pemeriksaan Panggul

Pada pemeriksaan ini, pengidap akan melalui serangkaian pemeriksaan pada bagian luar vagina. Kemudian, dokter akan melanjutkan dengan memasukkan dua jari ke dalam vagina, bersamaan dengan menekan bagian perut peserta untuk mendeteksi adanya kelainan indung telur dan rahim.

  • Pemeriksaan USG Transvaginal

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan alat yang bernama transducer ke dalam vagina. Alat ini akan memancarkan gelombang suara yang menghasilkan rekaman gambar dalam rahim untuk mengetahui tekstur dan ketebalan rahim.

  • Pemeriksaan Histeroskopi

Pemeriksaan ini merupakan prosedur yang dilakukan guna melihat bagian dalam rahim dengan menggunakan teleskop kecil yang dilengkapi dengan kamera kecil dan cahaya. Alat ini akan dimasukkan melalui vagina untuk mengambil sampel dari lapisan dalam rahim.

Baca juga: Hati-Hati, Kebiasaan Buruk Saat Puasa Ini Sebabkan Kanker

  • Pemeriksaan Biopsi Endometrium

Pemeriksaan ini merupakan prosedur pengambilan sampel jaringan pada rahim untuk mengetahui adanya sel-sel abnormal pada organ tersebut.

  • Pemeriksaan Dilatasi

Pemeriksaan ini dikenal dengan prosedur kuretase, yaitu prosedur pengikisan rahim dengan menggunakan alat khusus. Pemeriksaan yang satu ini dilakukan jika serangkaian pemeriksaan di atas belum menunjukkan hasil yang diharapkan.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan tersebut dan peserta positif mengidap kanker endometrium. Selanjutnya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan tambahan, seperti rontgen, CT scan, PET scan, dan MRI untuk mendeteksi apakah kanker sudah menyebar pada organ lain. Jika dirasa kanker sudah menyebar pada kandung keming dan juga saluran pencernaan, pemeriksaan kolonoskopi akan dilakukan.

Serangkaian pemeriksaan tersebut dapat kamu ketahui lebih lanjut dengan aplikasi Halodoc. Kamu dapat ngobrol langsung dengan dokter ahli pada aplikasi tersebut untuk mengetahui hal-hal apa yang harus kamu lakukan sebelum melakukan prosedur, saat melakukan prosedur, serta setelah melakukan prosedur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. 

Baca juga: Kenali Perbedaan antara Tumor dan Kanker

Untuk Mencegah Kanker Endometrium, Lakukan Langkah Berikut

Pada sebagian besar kasus yang muncul, kanker endometrium memang tidak dapat dicegah. Namun, kamu dapat melakukan beberapa langkah ini untuk menurunkan risiko terjadinya kanker.

  • Lakukan pap smear secara rutin untuk mendeteksi dini adanya gangguan pada rahim. Pemeriksaan yang dilakukan akan memudahkan kamu untuk melakukan penanganan, jika penyakit dapat dideteksi sedini mungkin.

  • Gunakan alat kontrasepsi oral, yaitu pil KB.

  • Pertahankan berat badan ideal dengan melakukan diet sehat.

  • Lakukan olahraga secara rutin, minimal tiga kali dalam seminggu.

Serangkaian pencegahan dapat kamu lakukan guna menghindari komplikasi berbahaya dari kanker endometrium, seperti anemia, serta robekan pada rahim. Kanker endometrium yang telat didiagnosis dan telah memasuki tahap stadium lanjut akan membahayakan nyawa pengidapnya.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Understanding Endometrial Cancer.
American College of Obstetricians and Gyneocogists. Diakses pada 2019. Endometrial Cancer.