5 Pemeriksaan untuk Diagnosis Kanker Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kanker kandung kemih

Halodoc, Jakarta - Ketika sel-sel di dalam kandung kemih tumbuh tidak terkendali dan membentuk sel-sel kanker, kondisi ini merupakan indikasi kalau seseorang tengah mengidap kanker kandung kemih. Sel-sel kanker ini bisa saja menyebar ke jaringan yang ada di sekitar kandung kemih, bahkan pada organ yang letaknya agak jauh, seperti organ paru-paru, hati, dan tulang. Untuk mendiagnosis adanya kanker kandung kemih, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini.

Baca juga: Awas, Laki-Laki Lebih Berisiko Terkena Kanker Kandung Kemih 

Beberapa Pemeriksaan untuk Diagnosis Kanker Kandung Kemih

Awalnya, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami oleh pengidap. Kemudian, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan yang meliputi:

  1. Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan colok dubur dan colok vagina untuk meraba keberadaan benjolan pada area tersebut.

  2. Pemeriksaan urine. Pemeriksaan ini akan menentukan kondisi kesehatan pengidap melalui urine yang akan dites pada laboratorium.

  3. Pemeriksaan foto rontgen. Pemeriksaan ini dilakukan dengan melakukan tes pencitraan pada saluran kemih dengan menggunakan zat kontras untuk melihat adanya benjolan pada kandung kemih melalui gambar.

  4. Pemeriksaan sistoskopi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan selang kecil yang telah dilengkapi kamera melalui dubur untuk melihat adanya kelainan di dalam kandung kemih.

  5. Pemeriksaan biopsi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari kandung kemih untuk mengetahui apakah ada jaringan yang telah berubah menjadi sel kanker.

Kemudian, setelah serangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan dan hasilnya peserta positif mengidap kanker kandung kemih, langkah selanjutnya dokter akan menentukan stadium pada pengidap. Penentuan stadium ini berfungsi untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya sebagai upaya penyembuhan pengidap.

Baca juga: Wanita Harus Tahu, Ini 4 Gejala Kanker Kandung Kemih

Ini Gejala yang Dialami Oleh Pengidap Kanker Kandung Kemih

Gejala umum pengidap kanker kandung kemih akan ditandai dengan adanya masalah saat buang air kecil. Gejala yang tampak akan meliputi:

  • Hematuria, yaitu adanya kandungan darah pada urine. Adanya kandungan darah pada urine ini akan membuat urine menjadi tampak kemerahan atau kecoklatan.

  • Sering buang air kecil.

  • Sering merasa ingin buang air kecil secara mendadak.

  • Rasa sakit ketika buang air kecil.

Gejala tersebut merupakan gejala awal yang timbul pada pengidap kanker kandung kemih. Namun, ketika sel-sel kanker mulai menjalar pada organ di sekitarnya, gejala akan meliputi:

  • Terasa nyeri pada bagian tulang tertentu.

  • Mengalami nyeri panggul hebat.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Mengalami penyusutan berat badan.

  • Adanya pembengkakan pada bagian tungkai.

Kamu harus mengetahui, adanya kandungan darah pada urine tidak selalu menjadi gejala kanker kandung kemih. Hal tersebut bisa jadi pertanda kalau kamu tengah mengidap masalah medis lainnya. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa bertanya langsung pada dokter di aplikasi Halodoc. Jadi, jangan sampai salah mendiagnosis, ya!

Baca juga: Fatal, Ini Komplikasi Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Agar Tidak Bertambah Parah, Lakukan Hal Berikut untuk Mengatasinya

Kamu dapat meringankan gejala yang muncul dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Jangan lewatkan jam minum obat. Jika perlu, setel pengingat untuk hal penting yang satu ini.

  • Jangan panik jika kamu menemukan gejalanya. Langsung periksakan ke dokter sebelum stadium kanker bertambah parah.

  • Jangan lewatkan proses pengobatan yang dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuh, seperti radiasi dan kemoterapi.

Jika kanker kandung kemih yang kamu alami sudah membuatmu mengalami masalah ereksi saat berhubungan seks. Hal ini menandakan kalau kanker yang kamu alami, sudah memasuki stadium yang parah. Jadi, lakukan penanganan sebelum terlambat, ya! Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatanmu.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). Bladder Cancer.
On Health (Diakses pada 2019). Bladder Cancer Symptoms, Stages, Treatments