02 November 2018

5 Penyebab Asma Kambuh pada Malam Hari yang Perlu Diwaspadai

5 Penyebab Asma Kambuh pada Malam Hari yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Asma merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran napas, sehingga pengidapnya akan mengalami sesak, kesulitan bernapas, dan nyeri pada bagian dada. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. Penyebabnya pun beragam, mulai dari cuaca, alergi, faktor lingkungan, hingga kelelahan.

Sebagian besar pengidap asma akan merasa kambuh ketika malam hari, atau menjelang waktu istirahat. Asma yang sering kambuh pada malam hari ini disebut sebagai asma nokturnal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Berikut beberapa di antaranya:

1. Perubahan Suhu

Pada malam hari, suhu udara akan berangsur menurun, sehingga akan terasa lebih dingin ketimbang siang hari. Gejala-gejala asma pun akan kambuh, imbas adanya penurunan suhu tubuh hingga ke titik tertentu. Untuk menghindarinya, pengidap asma bisa melakukan upaya-upaya untuk menghangatkan tubuh, seperti menggunakan selimut, jaket, penghangat ruangan, atau melakukan olahraga-olahraga ringan, guna menaikkan kembali suhu tubuh.

2. Perubahan Emosi dan Stres

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa emosi dan stres pada manusia akan cenderung meningkat saat menjelang tidur di malam hari. Itulah mengapa ketika mengantuk dan lelah, orang akan lebih sering berkata jujur dan merasa lebih emosional. Alih-alih mengistirahatkan pikiran, tubuh akan membawa pikiran untuk menjelajahi semua kejadian yang pernah terjadi. Saat terjadi perubahan emosi dan stres itulah, pengidap asma akan merasa penyakitnya kambuh.

3. Ritme Sirkadian

Ritme sirkadian merupakan sebuah irama atau ritme dari fungsi tubuh manusia, yang biasanya akan terus berulang dalam 24 jam. Terkadang ritme ini juga disebut sebagai jam tubuh manusia, yang pada jam-jam tertentu fungsi tubuh akan mengalami kondisi maksimal dan minimal. Ritme sirkadian ini dapat mengalami perubahan, seperti jam bangun dan tidur manusia. Apabila seseorang mengalami perubahan kegiatan atau fungsi tubuh, hal tersebut akan memengaruhi fungsi lainnya.

Lantas, apa hubungannya dengan asma? Begini, pada tubuh manusia, terdapat hormon melatonin yang perubahannya berperan menjadi penyebab kambuhnya asma pada malam hari. Masalahnya, hormon melatonin ini berkaitan erat dengan ritme sirkadian seseorang. Jika ritme sirkadian seseorang berubah, hormon melatonin pun akan ikut berubah. Itulah yang membuat pengidap asma merasa kambuh pada malam hari.

4. Posisi Tidur

Posisi tidur yang dipilih ternyata dapat memicu kambuhnya asma pada malam hari, lho. Contohnya, tidur terlentang dapat menyebabkan katup yang membatasi lambung dan esophagus terbuka. Hal ini kemudian mengakibatkan isi lambung, seperti asam dan enzim-enzim pencernaan, masuk ke dalam esophagus.

Akibatnya, dinding esophagus akan teriritasi dan terasa nyeri di area dada. Kenaikan asam lambung itulah yang pada akhirnya memicu kambuhnya asma. Oleh sebab itu, pengidap asma sebaiknya menghindari posisi tidur ini, dan memilih tidur dengan posisi miring.

5. Mekanisme Alami Paru-Paru saat Tidur

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kerja paru-paru akan meningkat ketika sedang tidur, dengan kenaikan resistensi bronkus sebesar 230 persen, dibandingkan saat terjaga. Angka tersebut menunjukkan betapa beratnya kerja pernapasan manusia ketika sedang tertidur, daripada saat terbangun. Pada pengidap asma, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penyumbatan bronkus yang lebih besar, dan berujung pada sesak napas.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa mekanisme tubuh alami saat tidur sedikit banyak dapat berpengaruh terhadap penyempitan saluran napas. Namun, hal ini belum bisa diklaim sebagai penyebab utama kambuhnya asma pada malam hari. Masih diperlukan banyak penelitian terkait hal ini.

Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan kambuhnya asma pada malam hari. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal penyakit ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu 1 jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: