6 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Tahi Lalat Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
tanda tahi lalat berbahaya

Halodoc, Jakarta - Tahi lalat merupakan bintik kecil berwarna coklat muda atau coklat tua yang berada di permukaan kulit dan terbentuk dari pigmen kulit yang bernama melanosit. Tak hanya berwarna coklat, tahi lalat ternyata ada yang berwarna persis dengan warna kulit. Bentuknya pun beragam, dari yang bulat, hingga oval. Teksturnya pun bervariasi, dari yang kasar, hingga halus. Apakah tahi lalat berpotensi membahayakan kulit? Apa tanda tahi lalat yang berbahaya?

Baca juga: Serba Serbi Hilangkan Tahi Lalat

6 Hal Ini BIsa Jadi Tanda Tahi Lalat Berbahaya

Ada beberapa indikasi yang dapat menjadikan tahi lalat menjadi berbahaya. Tahi lalat yang berbahaya ini bahkan menjadi ciri dari kanker kulit ganas yang bernama melanoma. Berikut ini tanda tahi lalat yang membahayakan:

  1. Diameter tahi lalat semakin membesar.

  2. Tahi lalat terasa gatal.

  3. Ketika digaruk, tahi lalat akan mengeluarkan nanah atau darah.

  4. Satu tahi lalat memiliki lebih dari satu warna.

  5. Tahi lalat semakin membengkak.

  6. Tahi lalat memiliki pinggiran yang tidak rata.

Munculnya tahi lalat sebenarnya tidak membahayakan. Namun, jika tahi lalat memiliki 6 karakteristik tersebut, kamu harus berhati-hati. Jika muncul gejala tersebut, segera membuat janji dengan dokter ahli di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah pengobatan yang dibutuhkan.

Baca juga: Amankah menghilangkan tahi lalat

Faktor Risiko yang Memicu Timbulnya Tahi Lalat Berbahaya

Tahi lalat yang berbahaya tidak muncul begitu saja. Berbagai faktor risiko yang menjadi pemicu terjadinya tahi lalat yang berbahaya, antara lain:

  • Terlalu sering terpapar sinar matahari. Sinar UV yang terkandung pada matahari akan merusak jaringan kulit dan memicu timbulnya tahi lalat berbahaya.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat tahi lalat berbahaya. Kondisi ini dikenal dengan penyakit melanoma.

  • Memiliki banyak tahi lalat, lebih dari 50 buah.

  • Memiliki kulit yang sensitif, sehingga lebih mudah terpapar sinar matahari.

Selain beberapa hal tersebut, mengonsumsi beberapa obat-obatan, seperti obat anti-depresan, obat hormonal, dan antibiotik juga dapat menjadi pemicu terbentuknya tahi lalat berbahaya. Obat-obatan ini mengandung zat yang dapat menurunkan kinerja sistem kekebalan tubuh, serta membuat kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Mengalami Tahi Lalat Berbahaya, Begini Langkah Pengobatannya

Sebagian besar tahi lalat memang tidak berbahaya. Namun, sebagian besar orang menjadi tidak percaya diri karena banyaknya tahi lalat dalam tubuh. Pada tahi lalat berbahaya, begini langkah penanganannya:

  • Prosedur operasi yang dilakukan untuk mengangkat sel-sel berbahaya.

  • Prosedur radioterapi yang dilakukan untuk meringankan gejala yang timbul setelah prosedur operasi dilakukan.

  • Prosedur kemoterapi yang dilakukan untuk menangani tahi lalat yang sudah menjalar ke bagian tubuh lainnya.

  • Prosedur imunoterapi yang dilakukan dengan menyuntikkan obat-obatan ke pembuluh darah yang berada di bawah permukaan kulit atau langsung pada tahi lalat. Suntikan ini dilakukan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh guna melawan tahi lalat yang berpotensi berubah menjadi melanoma.

Baca juga: Serba Serbi Hilangkan Tahi Lalat

Pencegahan timbulnya tahi lalat berbahaya dapat dilakukan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung secara berlebihan. Pencegahan ini dapat dilakukan oleh orang yang memiliki banyak tahi lalat di tubuhnya. Selain itu, diskusikan juga dengan dokter jika terjadi perubahan ukuran, warna, dan tekstur pada tahi lalat.

Referensi:
NIH. Diakses pada 2019. Common Moles, Dysplastic Nevi, and Risk of Melanoma.
NHS. Diakses pada 2019. Skin Cancer (Melanoma).