15 November 2018

7 Hal Ini Bisa Sebabkan Polip Hidung

7 Hal Ini Bisa Sebabkan Polip Hidung

Halodoc, Jakarta - Selain pilek dan sinusitis, polip hidung merupakan keluhan kesehatan yang bisa menyerang orang dengan usia berapapun. Kondisi medis ini merupakan pertumbuhan jaringan pada saluran pernapasan hidung atau sinus. Untungnya menurut ahli, polip merupakan jaringan lembut yang tak terasa sakit, terlebih lagi tidak bersifat kanker.

Jaringan yang tumbuh ini memiliki ukuran yang beragam dengan warna yang serupa. Nah, polip yang tumbuh dengan ukuran besar nantinya bisa menyebabkan masalah lain. Misalnya, menyumbat saluran hidung, hidung berair, kesulitan bernapas, hingga gangguan pada indra penciuman dan perasa. Untungnya, kata ahli polip tak meningkatkan risiko pengidapnya untuk terserang kanker hidung. Pertanyaannya, apa sih penyebab polip hidung?

Ada Banyak Penyebab

Sayangnya, sampai kini para ahli masih belum bisa menentukan secara pasti penyebab munculnya polip hidung. Polip ini sendiri merupakan lesi yang muncul hasil dari inflamasi pada jaringan saluran hidung atau sinus. Nah, inflamasi ini menyebabkan terkumpulnya sel-sel berisi cairan pada dinding saluran pernapasan, hingga akhirnya terbentuklah polip.

Akan tetapi, alasan mengapa inflamasi ini terjadi masih belum jelas. Namun, menurut beberapa ahli ada beberapa hal yang diduga bisa menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan pada dinding saluran hidung. Misalnya, alergi, infeksi bakteri, jamur, ataupun virus.

Selain itu, ada juga beberapa faktor penyebab polip hidung lainnya, seperti:

  1. Sindrom Churg Strauss. Sindrom ini bisa menjadi penyebab polip hidung. Sindrom ini merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Kata ahli, hampir semua pengidap sindrom ini akan mengalami asma atau alergi rhinitis.

  2. Sinusitis, alergi jamur. Alergi terhadap jamur yang ada di udara.

  3. Alergi rhinitis. Penyebab polip hidung juga bisa dipicu oleh kondisi ini, yaitu alergi terhadap materi, seperti debu dan bulu binatang, sehingga menyebabkan gejala menyerupai pilek.

  4. Faktor keturunan. Ada bukti yang menunjukkan kalau variasi genetis yang berhubungan dengan fungsi sistem imun tubuh, akan membuat seseorang lebih mudah mengidap polip hidung.

  5. Asma. Masalah medis ini menyebabkan terjadinya inflamasi dan penyempitan pada saluran udara.

  6. Fibrosis kistik. Kondisi ketika tubuh mengalami kelainan genetika sehingga menghasilkan cairan yang kental dan berlebihan pada sistem pencernaan dan pernapasan, termasuk selaput sinus.

  7. Intoleransi aspirin. Kata ahli, kondisi ini juga diduga terkait dengan pertumbuhan polip hidung.

Kenali Gejalanya

Menurut para ahli, seseorang biasanya tak mengalami gejala ketika polip yang tumbuh berukuran kecil. Namun, ceritanya akan berbeda bila polip yang timbul berukuran besar. Berikut beberapa gejala yang mungkin akan timbul:

  • Nyeri pada wajah.

  • Bersin.

  • Sakit kepala.

  • Timbul rasa sakit pada gigi rahang atas.

  • Di sekitar mata terasa gatal.

  • Mendengkur.

  • Nafsu makan menghilang.

  • Hidung tersumbat atau berair.

  • Infeksi.

  • Lendir yang jatuh dari belakang hidung ke tenggorokan.

  • Indra penciuman atau perasa berkurang, bahkan mati rasa.

Cara Pencegahannya

Seperti kata pepatah lama, lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, setidaknya ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari keluhan medis ini. Berikut tipsnya:

  •  Menjaga kehigienisan tangan, artinya sering mencuci tangan dan hindari kebiasaan memasukan jari ke dalam hidung.

  •  Upayakan agar udara di rumah lembap.

  •  Bila ingin membersihkan hidung, gunakan air garam dalam bentuk spray atau nasal lavage.

  • Hindari iritan hidung, misalnya alergen, debu, asap (rokok, kendaraan bermotor, dsb), uap dari zat kimia.

  • Manajemen alergi dan asma, caranya dapat didiskusikan dengan dokter.

Punya keluhan di hidung atau mengidap polip hidung? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: