7 Kiat Menjalani Puasa Saat Mengidap Radang Tenggorokan

7 Kiat Menjalani Puasa Saat Mengidap Radang Tenggorokan

Halodoc, Jakarta – Radang tenggorokan adalah kondisi infeksi pada tenggorokan yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kondisi ini membuat tenggorokan terasa kering, nyeri bahkan iritasi. Radang tenggorokan dapat dialami oleh siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gejala yang dialami oleh pengidap radang tenggorokan seperti rasa panas pada area tenggorokan, kesulitan menelan, dan membengkaknya amandel.

Baca juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Gigi Saat Puasa

Radang tenggorokan dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan dan pencegahannya terbilang cukup sederhana yaitu dengan banyak mengonsumsi air putih dan beristirahat. Lalu bagaimana jika kamu mengidap radang tenggorokan selama bulan puasa? Kamu dianjurkan tidak mengonsumsi air putih pada siang hari atau ketika menjalankan ibadah puasa, namun jangan khawatir, kamu bisa melakukan kiat ini agar radang tenggorokan kamu membaik:

1. Bernapas melalui Hidung

Bernapas menggunakan hidung jangan melalui mulut saat kamu mengidap radang tenggorokan. Bernapas melalui mulut membuat area mulut dan tenggorokan semakin kering. Selain itu, ketika kamu bernapas melalui hidung ada bulu-bulu hidung serta cairan pada hidung yang menghambat kotoran atau bakteri yang kamu hisap, namun ketika bernapas melalui mulut tidak ada yang menghambat bakteri atau kotoran yang terhirup. Kondisi ini dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi radang tenggorokan yang kamu alami.

2. Gunakan Masker

Cara untuk mengurangi kotoran, debu atau bakteri yang terhirup ketika berbicara, sebaiknya gunakan masker saat beraktivitas. Selain menghindari kondisi yang semakin parah, penggunaan masker bisa menurunkan risiko penularan pada orang lain.

3. Hindari Kondisi Ruangan atau Udara yang Kering

Sebaiknya selama menjalankan ibadah puasa, sebaiknya berada pada ruangan yang memiliki suhu normal atau tidak terlalu kering. Ruangan dengan suhu terlalu kering dapat membuat produksi air liur dan lendir pada tenggorokan berkurang. Hal ini membuat tenggorokan cepat kering. Selain itu, hindari cuaca panas. Sama dengan ruangan yang kering, cuaca panas juga dapat mengurangi produksi air liur bagi tenggorokan.

4. Berkumur dengan Air Garam Hangat

Ketika berbuka atau sahur, sebaiknya untuk berkumur dengan air garam yang hangat. Air garam hangat terbukti untuk mengurangi iritasi dan peradangan yang terjadi pada tenggorokan. Kandungan pada garam mampu membunuh bakteri penyebab radang tenggorokan.

Baca juga: Minum Es dan Makan Gorengan Bisa Bikin Radang Tenggorokan?

5. Perhatikan Menu Berbuka dan Sahur

Ketika kamu mengalami radang tenggorokan, perhatikan menu untuk berbuka atau sahur. Pilih makanan yang lunak dan mudah untuk ditelan. Hal ini membantu untuk mengurangi iritasi yang terjadi pada tenggorokan. Kamu bisa menjadikan beberapa makanan ini untuk menu berbuka atau sahur, seperti oatmeal, sup, kentang tumbuk, susu, telur, buah, sayur yang dikukus atau pasta.

6. Cukupi Kebutuhan Cairan pada Tubuh

Ketika radang tenggorokan, konsumsi banyak air putih adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk pengobatan atau pencegahan. Namun bagaimana jika kamu menjalankan ibadah puasa? Penuhi kebutuhan cairan kamu saat sahur, berbuka puasa dan setelah berbuka puasa. Pastikan kamu mengonsumsi air putih dan hindari minuman lain seperti soda atau minuman yang beralkohol.

7. Cukupkan Istirahat

Agar puasa bisa berjalan dengan baik, tetap istirahat yang cukup setiap hari. Dengan memberikan tubuh waktu beristirahat yang cukup, tubuh mampu bekerja untuk melawan bakteri. Sebaiknya penuhi kebutuhan tidur selama 8 jam tiap harinya.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan