26 October 2018

Semakin Cerdas, Seseorang Rentan Kena Gangguan Mental?

Semakin Cerdas, Seseorang Rentan Kena Gangguan Mental?

Halodoc, Jakarta - Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa orang cerdas memiliki risiko terkena gangguan mental, seperti gangguan bipolar empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang kurang cerdas. Orang-orang cerdas juga lebih sering terkena kecemasan fisik dan gelisah. Selain itu, seseorang yang memiliki IQ tinggi juga lebih berisiko mengidap gangguan bipolar.

Maka dari itu, seseorang dengan kecerdasan di atas rata-rata memiliki kaitan yang sangat erat dengan kelainan atau gangguan jiwa. Para peneliti juga belum menemukan hubungan antara tingkat kecerdasan yang gemilang dengan rentannya pada gangguan jiwa. Namun, ada satu penelitian yang dapat dijadikan acuan untuk memahami korelasi akan keduanya.

Penelitian tersebut menemukan bahwa orang-orang cerdas memiliki kandungan protein yang sama di otak dengan pengidap skizofrenia dan bipolar. Protein ini dapat menjadi penghubung antara kecerdasan dan jenis gangguan jiwa. Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan apakah protein tersebut benar-benar dapat memengaruhi otak manusia.

Kebanyakan orang cerdas dan pengidap gangguan jiwa memilikii satu sifat yang sama, yaitu merasa canggung dengan orang lain. Maka dari itu, mereka cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.

Bagian otak yang berfungsi mengatur kehidupan sosial jarang digunakan oleh orang cerdas. Alhasil, mereka mempunyai energi lebih untuk dialihkan fungsinya. Pengalihan fungsi tersebut memungkinkan mereka untuk berpikir, berkonsentrasi, dan memecahkan persoalan rumit.

Maka dari itu, orang-orang cerdas dapat membuat suatu hal yang besar dan mengaplikasikannya dengan baik. Contohnya seperti sebuah penemuan teknologi, obat-obatan untuk penyakit yang belum dapat disembuhkan, karya seni, sastra, dan lainnya. Walau begitu, penelitian ini harus diuji lebih jauh untuk validasi yang tepat.

Pada penelitian lainnya yang melibatkan 3.715 orang, dilakukan uji kegelisahan, depresi, autisme, ADHD, dan kelainan pada saraf lainnya. Seluruh peserta yang berada untuk penelitian tersebut memiliki IQ di atas 130. Hasil dari penelitian tersebut adalah, 20 persen peserta mengidap kecemasan dan depresi. Pada penelitian tersebut disebutkan bahwa peserta dari penelitian tersebut memiliki imunitas yang buruk.

Dari penelitian sebelumnya, terbukti adanya hubungan antara kecerdasan dengan gangguan mental dan juga gangguan suasana hati serta penyakit fisik. Peningkatan risiko gangguan mental tersebut berhubungan dengan masalah sosial, karena lebih antusias dengan analitis daripada interaksi dengan orang lain.

Untuk penyakit fisik, para peneliti menemukan terdapat korelasi yang jelas antara kapasitas intelektual yang mumpuni dengan kondisi psikologis juga fisiologis pada orang-orang cerdas. Lalu, mereka menarik kesimpulan bahwa orang-orang cerdas memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi dan akhirnya aktivitas tersebut menjadi terlalu berlebihan, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit.

Selain itu, ada pengaruh gen tertentu yang dapat menyebabkan gangguan mental, seperti gangguan bipolar yang mungkin harus ditukar dengan kecerdasan yang didapatnya. Juga ditemukan risiko gangguan mental naik sebesar 17 persen pada seseorang yang bekerja sebagai seniman. Disebutkan bahwa seniman dan tokoh-tokoh terkemuka dilanda perasaan depresi dan berbagai penyakit kejiwaan. Walau begitu, belum ada bukti valid tentang korelasi gangguan mental dengan kecerdasan.

Itulah pembahasan tentang hubungan orang-orang cerdas dengan gangguan mental. Apabila kamu merasakan gangguan mental, kamu dapat berdiskusi dengan dokter-dokter dari Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc ke smartphone kamu.

Baca juga: