8 Faktor Ini Meningkatkan Risiko Hidradenitis Suppurativa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
8 Faktor Ini Meningkatkan Risiko Hidradenitis Suppurativa

Halodoc, Jakarta - Penyakit kulit sebenarnya enggak melulu menyoal panu, kurap, dermatitis kontak, ataupun gatal-gatal dan iritasi saja. Pernah mendengar hidradenitis suppurativa? Awas, penyakit kulit ini bisa menyerang tanpa pandang bulu.

Hidradenitis suppurativa merupakan penyakit kulit yang menyerang area kulit yang memiliki rambut dan kelenjar keringat. Hidradenitis suppurativa diawali dengan timbulnya benjolan kecil di area tersebut. Misalnya, area ketiak atau lipatan paha. Dalam beberapa kasus, benjolan yang awalnya sebesar kacang ini bisa terasa nyeri. Hal yang bikin resah, kondisi ini bisa berlangsung dalam jangka panjang. 

Hal itu belum seberapa, sebab sebagian kasus hidradenitis suppurativa bisa menimbulkan nanah pada benjolan tersebut. Kondisi inilah yang nantinya bisa menyebabkan infeksi dan peradangan. 

Baca juga: Benjolan pada Ketiak? Hati-Hati Hidradenitis Suppurativa

Pori-Pori yang Tersumbat

Sebenarnya sampai saat ini penyebab hidradenitis suppurativa belum diketahui dengan pasti. Namun, ada dugaan kalau hidradenitis suppurativa ini terjadi saat folikel rambut (lubang tumbuhnya rambut) atau kelenjar keringat tersumbat dan mengalami peradangan. 

Tersumbatnya bagian tersebut, umumnya dipengaruhi oleh faktor hormon dan respon kekebalan tubuh. Nah, ketika pori-pori ini tersumbat, folikel rambut bisa membengkak dan pecah. Dalam beberapa kasus, bahkan bisa menyebabkan infeksi. 

Namun, selain tersumbatnya pori-pori tersebut, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hidradenitis suppurativa. Misalnya:

  1. Genetik, yang dialami jika memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga, tetapi tidak terkait dengan buruknya kebersihan.

  2. Usia, yang umumnya terjadi pada masa pubertas, sekitar usia 20 hingga 29 tahun.

  3. Jenis kelamin, yaitu wanita lebih sering terserang penyakit ini dibanding pria.

  4. Kebiasaan merokok.

  5. Mengidap obesitas.

  6. Mengidap diabetes.

  7. Sindrom metabolik.

  8. Penyakit Crohn.

Baca juga: Idap Hidradenitis Suppurativa, Ini Pengobatannya

Timbulnya Benjolan hingga Abses

Ketika seseorang terserang hidradenitis suppurativa, umumnya gejala pertama yang akan muncul yaitu benjolan pada kulit sekitar folikel rambut yang mengandung banyak kelenjar keringat. 

Benjolan ini terbilang keras dan meradang. Bahkan, bisa menyebabkan rasa gatal dan sakit. Meski umumnya bisa menghilang dalam 10–30 hari, tetapi benjolan ini juga bisa menjadi abses (nanah) yang membuat rasa sakit semakin parah. 

Nah, berikut ini ringkasan gejala-gejala hidradenitis suppurativa: 

  • Umum terjadi pada ketiak, lipatan paha, kemaluan dan perianal.

  • Benjolan dengan nanah pada kulit (0,5–2 sentimeter).

  • Tanda peradangan pada kulit yang terkena, seperti kemerahan dan terasa hangat.

  • Dapat terbentuk abses, fistel, dan sinus yang multipel, pada peradangan menahun.

Nah, bila kamu mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Baca juga: Apakah Menjaga Berat Badan Bisa Cegah Hidradenitis Suppurativa?

Atasi Segera, Komplikasi Taruhannya

Awas, jangan main-main dengan hidradenitis suppurativa. Meski hanya berupa benjolan, tetapi hidradenitis suppurativa bisa menimbulkan masalah lainnya bila dibiarkan tanpa penanganan. Nah, berikut ini beberapa komplikasi yang bisa terjadi:

  • Pembengkakan daerah lain di sekitar area yang terkena. Contohnya, bila hidradenitis suppurativa terjadi di ketiak, lengan dapat ikut membengkak, dan akibat dari hambatan aliran cairan getah bening.

  • Gangguan fungsi ginjal dan anemia akibat infeksi kronis.

  • Depresi.

  • Nyeri sendi dan radang sendi.

  • Kanker kulit, yang dapat dipicu oleh hidradenitis suppurativa yang parah.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Hidradenitis Suppurativa (HS).  
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Hidradenitis Suppurativa.