16 October 2018

Ini Gejala Polip Rahim yang Perlu Diwaspadai

Ini Gejala Polip Rahim yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan tidak normal yang melekat pada dinding bagian dalam rahim dan meluas sampai ke dalam rongga rahim. Polip-polip ini biasanya tidak bersifat kanker, meskipun sebagian polip dapat bersifat kanker atau akhirnya dapat berubah menjadi kanker (polip pra-kanker).

Tangkai polip biasanya pendek dengan diameter kurang dari 1 sentimeter. Polip rahim yang berkembang di dekat tuba falopi dapat menghalangi pembukaan tabung, yang mungkin menyebabkan kesulitan untuk hamil.

Seseorang bisa memiliki satu atau banyak polip rahim yang terdapat di dalam rahim atau bahkan menyelinap ke bawah melalui pembukaan rahim (leher rahim) ke dalam Miss V. Umumnya, polip rahim terjadi pada wanita yang sedang mengalami atau telah menyelesaikan menopause. Namun, wanita muda juga bisa mengalami polip rahim.

Beberapa gejala polip rahim yang perlu diwaspadai adalah:

  1. Pendarahan menstruasi di mana periode menstruasi yang tidak dapat diprediksi dan terasa berat dengan keluhan nyeri dan tidak enak badan.

  2. Perdarahan antara periode menstruasi

  3. Pendarahan Miss V setelah menopause

  4. Mengalami infertilitas

Faktor hormonal menjadi penyebab polip rahim. Ini dikarenakan  polip rahim sensitif terhadap estrogen. Artinya, polip kerap tumbuh sebagai respons terhadap estrogen yang bersirkulasi. Ada beberapa faktor umum yang berisiko mengembangkan polip rahim, itu ketika mengalami pascamenopause, punya tekanan darah tinggi (hipertensi), mengalami obesitas, sedang menjalani terapi obat kanker payudara, serta komplikasi yang melibatkan hormonal lainnya.

Fakta Mengenai Polip Rahim

Tidak ada cara untuk mencegah polip rahim. Pemeriksaan ginekologi rutin serta memerhatikan perubahan siklus menstruasi adalah upaya untuk menyadari lebih awal risiko-risiko permasalahan reproduksi termasuk di dalamnya polip rahim.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai polip rahim, berikut adalah fakta-fakta yang menarik untuk diketahui, supaya kamu lebih responsif terhadap area genitalmu.

  1. Polip rahim cenderung terjadi kembali dengan perkiraan peluang kekambuhan sebesar 15—43 persen.

  2. Wanita yang mengalami perdarahan menstruasi berat, membuang polipnya ternyata tidak membuat periode menstruasi lebih baik. Perlu ada perawatan yang intens dan terus-menerus untuk menangani polip secara komprehensif.

  3. Seperti disebutkan di atas, perubahan pra-kanker atau kanker terjadi pada 2—4 persen wanita dengan polip rahim. Pada beberapa kasus, pengangkatan yang tidak ke akarnya akan menumbuhkan polip baru yang mungkin saja lebih berisiko. Itulah sebabnya, fokus penyembuhan haruslah untuk mengeluarkan seluruh polip.

  4. Setelah pengangkatan polip, bukan berarti masalah selesai begitu saja. Perlu ada pemantauan  untuk memastikan polip tidak akan kambuh lagi.

Pemeriksaan Polip Rahim

Biasanya ada beberapa langkah pemeriksaan yang dilakukan untuk polip rahim, seperti:

  1. USG Transvaginal

Perangkat ramping seperti tongkat yang ditempatkan di Miss V yang memancarkan gelombang suara sehingga menciptakan gambar rahim termasuk bagian dalamnya. Lewat USG transvaginal ini dokter bisa mengidentifikasi polip rahim sebagai daerah jaringan endometrium menebal.

  1. Hysterosonography

Pemeriksaan ini melibatkan air garam (saline) yang disuntikkan ke dalam rahim melalui tabung kecil yang dialiri melalui Miss V dan leher rahim kamu. Saline memperluas rongga rahim sehingga memberikan dokter pandangan yang lebih jelas ke bagian dalam rahim selama proses USG.

  1. Histeroskopi

Dokter akan memasukkan teleskop yang tipis melalui Miss V dan leher rahim ke dalam rahim. Hal itu memungkinkan dokter memeriksa bagian dalam rahim kamu.

  1. Biopsi Endometrium

Dokter akan menggunakan kateter isap di dalam rahim untuk mengambil spesimen sebagai pengujian laboratorium. Polip rahim dapat dikonfirmasi dengan biopsi endometrium.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai polip rahim dan gejalanya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: