Adakah Cara Mencegah Kanker Endometrium?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Adakah Cara Mencegah Kanker Endometrium?

Halodoc, Jakarta – Kanker adalah kondisi medis yang dapat memengaruhi bagian tubuh manapun, termasuk rahim. Rahim adalah organ berongga, berbentuk seperti buah pir yang berfungsi sebagai tempat bayi tumbuh. Rahim dilapisi oleh jaringan khusus yang disebut endometrium. Ketika kanker tumbuh di lapisan ini, maka kondisinya disebut kanker endometrium. 

Baca Juga: Wajib Tahu, Deretan Skrining Kesehatan untuk 13 Jenis Kanker

Jika tidak diobati, kanker endometrium dapat menyebar ke kandung kemih, rektum, vagina, saluran tuba, ovarium, dan organ yang lebih jauh. Untungnya, kanker endometrium tumbuh lambat dan dengan pemeriksaan rutin, serta mudah ditemukan sebelum menyebar jauh.

Seperti Apa Gejala Kanker Endometrium?

Kanker endometrium ditandai dengan gejala perdarahan vagina yang abnormal, seperti perubahan panjang atau beratnya periode menstruasi, perdarahan vagina atau bercak antara periode menstruasi dan perdarahan vagina setelah menopause. Gejala lain yang menandakan kondisi ini, yaitu:

  • Keputihan berair atau berwarna darah;

  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul;

  • Rasa sakit saat berhubungan intim.

Kalau kamu mengalami salah satu dari gejala ini, segera periksakan ke dokter. Gejala-gejala ini sebenarnya tidak selalu tanda dari kondisi serius, tetapi penting untuk memeriksanya. Kini buat janji dengan dokter bisa melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Pendarahan vagina yang tidak normal disebabkan oleh menopause atau kondisi non-kanker lainnya. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menjadi tanda kanker endometrium atau jenis kanker ginekologi lainnya. Dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab gejala sampai memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai,.

Apa yang Menyebabkan Kanker Endometrium?

Kanker endometrium umumnya dipicu oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh. Hormon-hormon seks yang berfluktuasi dapat memengaruhi kondisi endometrium. Ketika keseimbangan bergeser ke arah peningkatan kadar estrogen, kondisi ini menyebabkan sel-sel endometrium membelah dan berkembang biak.

Baca Juga: Menopause Dini Bisa Terjadi di Usia 30an

Perubahan genetik tertentu terjadi dalam sel endometrium kemudian berkembang menjadi kanker. Sel-sel kanker itu tumbuh dan berkembang biak dengan cepat sampai membentuk tumor. Hingga saat ini, para ilmuwan masih mempelajari perubahan yang menyebabkan sel endometrium normal menjadi sel kanker.

Cara Mencegah Timbulnya Kanker Endometrium

Ada upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kanker endometrium, seperti:

  1. Pertimbangkan Terapi Hormon

Kalau kamu ingin melakukan terapi penggantian hormon untuk membantu mengendalikan gejala menopause, bicarakan dengan dokter terkait risiko dan manfaatnya. Alasannya karena mengganti estrogen setelah masa menopause meningkatkan risiko kanker endometrium. Terapi hormon membawa risiko lain, jadi pertimbangkan manfaat dan risikonya dengan dokter terlebih dahulu.

  1. Pertimbangkan Konsumsi Pil KB

Menggunakan kontrasepsi oral selama setidaknya satu tahun dapat mengurangi risiko kanker endometrium. Pengurangan risiko diperkirakan berlangsung selama beberapa tahun setelah  kamu berhenti minum kontrasepsi oral. Kontrasepsi oral memiliki efek samping, jadi diskusikan manfaat dan risikonya dengan dokter.

  1. Pertahankan Berat Badan Ideal

Obesitas meningkatkan risiko kanker endometrium, sehingga turunkan berat badan agar lebih ideal atau pertahankan berat badan yang sehat. Kamu bisa meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi jumlah kalori untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga: Perlu Tahu, 5 Hal tentang Pengangkatan Rahim

Itulah beberapa upaya yang bisa dicoba untuk mencegah timbulnya sel kanker endometrium. Selalu pertimbangkan apabila ingin mengonsumsi obat atau prosedur yang berhubungan dengan hormon estrogen terlebih dahulu. Jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat dan hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi tubuhmu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Endometrial cancer. 
WebMD. Diakses pada 2019. Understanding Endometrial Cancer -- the Basics.
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need To Know About Endometrial (Uterine) Cancer.