Adakah Cara Pencegahan untuk Kondisi Hiperemesis Gravidarum?

Adakah Cara Pencegahan untuk Kondisi Hiperemesis Gravidarum?

Halodoc, Jakarta - Bukan menjadi hal yang mengherankan jika ibu hamil mengalami mual dan muntah di pagi hari, yang dikenal dengan morning sickness. Namun, ada beberapa orang yang mengalaminya secara intens, yang disebut hiperemesis gravidarum. Sebenarnya, apa sih hiperemesis gravidarum itu?

Saat ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum, ibu sering merasa mual dan muntah, bahkan frekuensinya bisa lebih sering dibandingkan dengan ibu hamil yang mengalami morning sickness normal. Mual dan muntah mengindikasikan kehamilan yang sehat, tetapi tidak jika ibu sering mengalaminya.

Pasalnya, mual dan muntah berkepanjangan bisa membuat ibu kehilangan berat badan secara signifikan, juga dehidrasi karena kurang cairan. Normalnya, mual di pagi hari berkurang seiring terlewatinya trimester pertama kehamilan, tetapi tidak jika ibu mengalami kelainan hiperemesis gravidarum ini.

Baca juga: 5 Gejala dari Hiperemesis Gravidarum yang Perlu Diwaspadai

Mual dan muntah sering terjadi pada minggu ke-4 hingga ke-6 kehamilan, dan memburuk pada minggu ke-9 hingga ke-13. Muntah yang ibu alami akan sangat parah, bahkan membuat ibu sampai tidak dapat melakukan aktivitas karena tubuh yang terlewat lemas. Kondisi ini umumnya membaik pada minggu ke-20, tetapi tidak semuanya demikian.

Sayangnya, hingga kini belum diketahui penyebab pasti seorang ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum ini. Perubahan hormon disinyalir bermain kuat terhadap terjadinya kondisi ini. Kelainan ini rentan menyerang kembali apabila ibu hamil mengalaminya pada kehamilan pertama.

Jangan dibiarkan, karena hiperemesis gravidarum mengancam kesehatan ibu dan janin yang sedang berkembang di dalam rahim. Kelainan ini akan berdampak pada:

  • Berat badan ibu, yang cenderung mengalami penurunan sekitar 5 persen.

  • Ginjal ibu, yang mungkin tidak bekerja dengan baik, dan membuat ibu buang air kecil lebih sedikit dari kondisi normal.

  • Keseimbangan mineral dalam tubuh ibu, elektrolit ibu mungkin akan mengalami penurunan yang signifikan, termasuk kalium dan natrium. Ketika ibu kekurangan dua mineral penting ini, ibu mudah mengalami pusing, lemah, dan perubahan tekanan darah.

  • Kekuatan otot ibu, kurangnya nutrisi atau malnutrisi dan ketidakseimbangan elektrolit membuat ibu akan mengalami lemah otot, karena ibu menghabiskan sebagian besar waktu untuk berbaring.

  • Air liur ibu, yang menjadi lebih banyak daripada biasanya. Pasalnya, menelan air liur ini membuat kondisi mual yang ibu alami menjadi lebih buruk.

Baca juga: Begini Diagnosis untuk Deteksi Hiperemesis Gravidarum

Adakah Cara Pencegahannya?

Sayangnya, belum ada cara pasti bagaimana pencegahan hiperemesis gravidarum. Ini karena perubahan hormon terjadi secara alami. Namun, beberapa cara ini dapat membantu:

  • Makan dalam porsi kecil, tetapi sering. Meski mual, ibu tetap harus melakukannya, demi tercukupinya asupan nutrisi sang buah hati.

  • Hindari semua hal yang memicu stres.

  • Pilih menu makanan dengan rasa yang hambar.

  • Tunggu hingga mual mereda, baru mulai makan.

Ibu bisa mengonsumsi suplemen zat besi atau vitamin B6 sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Nah, ibu tidak harus membelinya di apotek, terlebih ketika sedang mual, pasti ibu akan sulit untuk beraktivitas. Tenang saja, sekarang beli vitamin dan obat bisa ibu lakukan melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: 5 Faktor Risiko Ibu Hamil Mengalami Hiperemesis Gravidarum

Ibu hanya perlu download aplikasinya di ponsel, bisa jenis Android maupun iOS. Tidak hanya itu, ibu juga bisa bertanya apa saja terkait masalah kehamilan langsung pada dokter ahli kandungan melalui aplikasi Halodoc. Jadi, tidak perlu ke klinik atau ke rumah sakit lagi!