Adakah Cara untuk Mencegah Kondisi Pectus Excavatum?

Adakah Cara untuk Mencegah Kondisi Pectus Excavatum?

Halodoc, Jakarta – Pectus excavatum merupakan kondisi yang menyebabkan bentuk tulang masuk ke dalam. Kondisi ini merupakan kelainan dinding dada. Pectus excavatum disebut lebih banyak dialami laki-laki, dibanding perempuan.

Pada kasus yang parah, kelainan ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan rasa percaya diri. Sebab, pectus excavatum yang parah umumnya menyebabkan bagian tengah dada pengidapnya tampak sangat cekung ke dalam. Sehingga, memberi kesan yang berbeda pada penampilan fisik.

Pada kondisi yang ringan, pengidap kelainan ini biasanya tidak memiliki keluhan selain bentuk dadanya yang tidak normal. Pectus excavatum harus diwaspadai jika cekungan yang terjadi semakin parah dan dalam. Sebab, bisa mengganggu kinerja organ jantung dan paru-paru.

Adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini? Mungkin saja tidak ada. Sebab, sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama pectus excavatum. Meski begitu, kelainan yang satu ini diduga terkait dengan faktor genetika alias keturunan.

Baca juga: Begini Cara Pengobatan Bagi Pengidap Pectus Excavatum

Orang yang memiliki orangtua atau anggota keluarga dengan pectus excavatum disebut memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama. Tercatat, ada tiga puluh tujuh persen orang dengan pectus excavatum memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.

Gejala dan Cara Mendiagnosis Pectus Excavatum

Gejala khas dari kondisi ini adalah muncul sedikit cekungan pada bagian dada. Pada kondisi yang ringan, pectus excavatum biasanya tidak memunculkan gejala selain cekungan tersebut. Untuk mengetahui tingkat keparahan kondisi ini, dibutuhkan bantuan metode pengukuran bernama Indeks Haller.

Untuk dapat menghitung Indeks Haller, pengidap kondisi ini mungkin akan disarankan untuk melakukan X-ray atau CT scan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter kemudian akan mengukur jarak antara tulang tengah dinding dada, hingga tulang punggung.

Baca juga: Nyeri Dada dan Gejala Lain dari Penyakit Pectus Excavatum

Pada keadaan normal, jarak kedua bagian tersebut adalah 2,5. Jika lebih dari itu, ada kemungkinan kamu mengalami gangguan pada dinding dada. Pectus excavatum dianggap parah dan cukup serius jika jarak tulang sudah melebihi angka 3,25.

Dampak dari pectus excavatum yang parah bisa terjadi pada jantung dan paru-paru. Pada tingkat yang parah, pectus excavatum bisa menekan kedua organ tersebut, dan memunculkan beberapa gejala. Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami infeksi pernafasan kambuhan, menurunnya kekuatan saat berolahraga, detak jantung yang terlalu cepat, bersin atau batuk-batuk, mudah lelah, serta nyeri pada dada.

Langkah pertama diagnosis pectus excavatum adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian dada. Selain itu, ada beberapa langkah diagnosis yang dapat dilakukan untuk melengkapi hasil pemeriksaan fisik, mulai dari uji pencitraan, ekokardiogram, uji fungsi paru-paru, uji latihan fisik, serta elektrokardiogram.

Pada kondisi yang ringan, pectus excavatum biasanya hanya membutuhkan terapi fisik saja. Ada beberapa jenis latihan yang bisa membantu meningkatkan postur tubuh dan daya kembang bagian dada pengidap pectus excavatum ringan.

Namun pada kondisi yang parah, pengidap gangguan ini mungkin harus menjalani prosedur pembedahan. Cara ini dilakukan untuk “menyelamatkan” posisi tulang dada.

Baca juga: Komplikasi yang Bisa Terjadi Karena Skoliosis

Masih penasaran tentang pectus excavatum dan fakta lainnya seputar kelainan tulang dada? Coba tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah berbicara dan bertanya ke dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!