Adakah Pencegahan Myositis yang Bisa Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Adakah Pencegahan Myositis yang Bisa Dilakukan?

Halodoc, Jakarta – Berolahraga, bukan saja jadi aktivitas menyenangkan namun juga penting untuk kesehatanmu. Tapi, berhati-hati jangan sampai terkena cedera saat olahraga. Cedera yang dialami bisa meningkatkan risiko kondisi myositis. Myositis adalah salah satu kondisi dimana terjadi peradangan otot yang digunakan untuk menggerakkan tubuh.

Baca juga: Begini Pemeriksaan untuk Deteksi Myositis

Tidak hanya cedera, myositis dapat disebabkan karena kondisi infeksi atau gangguan penyakit autoimun. Kondisi ini umum terjadi khususnya pada wanita. Meskipun umum terjadi, penyakit ini dapat dicegah dengan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Hindari olahraga atau aktivitas yang berlebihan karena menyebabkan cedera dan peradangan otot pada bagian tubuh.

Yuk, ketahui gejala atau tanda ketika seseorang mengalami kondisi myositis, seperti adanya kelemahan pada salah satu bagian otot tubuh. Kelemahan otot yang terjadi sangat jarang disadari oleh pengidap pada awal kondisi. Biasanya, kondisi ini diketahui setelah memasuki tahap yang sudah cukup parah.

Selain adanya kelemahan pada bagian otot, ada gejala lain yang dapat menjadi tanda kondisi myositis. Gejala lainnya adalah munculnya ruam pada beberapa bagian tubuh, penebalan pada bagian kulit tangan, kesulitan menelan, dan pengidap juga dapat mengalami gangguan pernapasan.

Ketahui Penyebab Myositis

Selain kondisi cedera, ada penyebab lain yang meningkatkan seseorang mengalami kondisi myositis, seperti:

1. Peradangan pada Tubuh

Peradangan pada tubuh memengaruhi kerja otot sehingga dapat berisiko menyebabkan kondisi myositis. Peradangan yang menyebabkan myositis parah membutuhkan perawatan yang cukup panjang.

2. Infeksi

Infeksi virus menjadi salah satu kondisi yang sering menyebabkan myositis. Ada beberapa virus yang menyebabkan myositis, seperti virus flu dan HIV.

3. Penggunaan Obat

Penggunaan obat dapat menyebabkan gangguan pada otot sementara. 

4. Cedera

Cedera yang terjadi akibat aktivitas yang berat dan olahraga nyatanya dapat menyebabkan myositis. Namun, biasanya gejala myositis yang disebabkan karena cedera olahraga atau aktivitas yang cukup berat dapat menghilang setelah pengidap myositis beristirahat.

Baca juga: 5 Gejala Myositis yang Perlu Diketahui

Lakukan Pemeriksaan Ini untuk Memastikan Kondisi Kesehatan

Myositis dapat terdeteksi dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan darah, MRI, EMG, dan biopsi otot. Lalu bagaimana pemeriksaan ini dilakukan?

Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kondisi antibodi yang abnormal yang mengidentifikasi kondisi autoimun. Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kondisi kadar enzim dari otot. Kadar enzim dari otot yang cukup tinggi dapat dikatakan bahwa terjadi peradangan pada bagian otot tubuh.

Pemeriksaan dengan scan MRI dan EMG digunakan untuk memastikan letak otot yang mengalami peradangan dan perubahan karena myositis. Pemeriksaan dengan biopsi adalah pemeriksaan yang paling akurat untuk kondisi myositis. 

Baca juga: Kenali Myositis yang Membuat Kelemahan Otot

Setelah kondisi kamu dipastikan, kamu bisa melakukan perawatan untuk kondisi myositis yang kamu alami. Nyatanya, olahraga adalah perawatan yang bisa dilakukan untuk kondisi myositis. Dengan rutin melakukan olahraga, tentu kamu menjaga kondisi otot tetap kuat dan fleksibel.

Selain berolahraga, melakukan terapi fisik mencegah terjadinya atrofi otot dan mengembalikan kekuatan otot. Penanganan yang tepat dengan pengobatan yang cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi Halodoc. Segera download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play, ya!