Kenali Myositis yang Membuat Kelemahan Otot

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kenali-myositis-yang-membuat-kelemahan-otot-halodoc

Halodoc, Jakarta – Myositis adalah peradangan pada otot yang digunakan untuk menggerakkan tubuh. Penyakit ini ditandai dengan kelemahan otot yang bisa menyebabkan pengidapnya mudah terjatuh dan sulit untuk bangun lagi. Meskipun tergolong penyakit langka, tapi myositis bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Karena itu, kenali myositis lebih jauh di sini agar kamu bisa mewaspadai penyakit otot ini.

Mengenal Myositis

Peradangan otot yang terjadi pada kasus myositis bersifat kronis dan progresif. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab myositis. Namun, myositis dianggap sebagai kondisi autoimun yang menyebabkan tubuh menyerang otot. Diperkirakan bahwa cedera dan infeksi juga berperan dalam terjadinya penyakit otot ini. Beberapa peneliti juga percaya bahwa myositis mungkin disebabkan oleh:

  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus.

  • Infeksi virus, seperti flu biasa, flu, dan HIV.

  • Toksisitas obat.

Ada lima jenis myositis, yaitu dermatomyositis, myositis inklusi-tubuh, myositis remaja, polymyositis, dan myositis beracun. Namun, dua jenis myositis yang paling umum terjadi adalah dermatomyositis dan polymyositis. Polymyositis menyebabkan kelemahan otot dan biasanya terjadi pada otot yang terdekat dari bagian tubuh. Sementara dermatomyositis menyebabkan kelemahan otot dan ruam kulit. 

Baca juga: Otot Bisa Melemah Sebelum Masuk Usia 40an, Wanita Mesti Waspada Myasthenia Gravis

Waspadai Gejalanya

Gejala utama dari myositis adalah kelemahan otot. Kondisi ini bisa disadari atau terdeteksi saat pengidap melakukan pemeriksaan. Namun, kelemahan otot (myalgias) ini mungkin bisa ditemukan, tapi bisa juga tidak. 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kelemahan akibat myositis bisa menyebabkan pengidapnya jatuh dan sulit untuk bangun lagi setelah jatuh. Gejala lainnya yang juga bisa muncul bersamaan dengan peradangan otot ini, antara lain:

  • Ruam

  • Kelelahan

  • Kesulitan menelan (disfagia)

  • Kesulitan bernapas.

  • Penebalan pada kulit tangan.

Pada pengidap myositis yang disebabkan oleh virus, biasanya juga bisa mengalami gejala dari infeksi virus tersebut, seperti hidung beringus, demam, batuk, radang tenggorokan atau mual dan diare. Namun, gejala dari infeksi virus ini bisa menghilang beberapa hari atau beberapa minggu sebelum gejala myositis muncul.

Beberapa orang yang mengalami myositis biasanya akan merasakan nyeri otot, tapi banyak juga yang tidak mengalaminya. Hal ini karena kebanyakan gejala nyeri otot bukan disebabkan oleh myositis, tapi berasal dari cedera akibat keseleo atau penyakit umum, seperti demam dan flu. Kondisi tersebut dan nyeri otot lainnya disebut juga myalgia.

Baca juga: Tiba-Tiba Terjatuh, Waspada Degenerasi Otot yang Mungkin Terjadi

Pengobatan untuk Myositis

Tidak ada pengobatan khusus untuk myositis. Namun, dokter biasanya akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan untuk menekan sistem imun pengidap, seperti prednisone, azathioprine (Imuran), dan methotrexate.

Pengobatan untuk myositis juga perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Myositis yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya tidak memerlukan perawatan yang spesifik. Bila myositis disebabkan oleh bakteri, maka pengidap perlu mengonsumsi antibiotik untuk mencegah kondisi yang berbahaya menyebar. Namun, myositis jarang disebabkan oleh bakteri.

Meskipun sangat jarang terjadi, tapi myositis juga bisa menyebabkan rhabdomyolysis. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal secara permanen. Karena itu, orang yang mengalami rhabdomyolysis perlu menjalani perawatan rawat inap untuk mendapatkan infus dalam jumlah yang banyak.

Myositis yang disebabkan oleh obat-obatan bisa diatasi dengan cara menghentikan pengobatan. Pada kasus myositis yang disebabkan oleh obat statin, peradangan otot biasanya bisa membaik dalam beberapa minggu setelah menghentikan pengobatan.

Selain menjalani pengobatan, pengidap myositis juga perlu berolahraga secara rutin untuk menjaga otot tetap kuat dan fleksibel. Terapi fisik juga bisa dilakukan untuk mencegah atrofi otot dan mengembalikan kekuatan dan pergerakan otot. Dokter juga bisa menyarankan kamu untuk mengonsumsi suplemen yang dapat membantu mendukung kekuatan otot.

Baca juga: Bagaimana Gangguan Otot Distonia Diobati?

Nah, itulah penjelasan mengenai myositis yang membuat otot melemah. Bila kamu ingin mengetahui penyakit otot ini lebih lanjut, tanyakan saja ke dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk bertanya-tanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.