• Home
  • /
  • Akibat Walking Pneumonia, Elton John Kehilangan Suara

Akibat Walking Pneumonia, Elton John Kehilangan Suara

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Akibat Walking Pneumonia, Elton John Kehilangan Suara

Halodoc, Jakarta - Kabar yang cukup mengejutkan datang dari dunia musik. Elton John, musisi papan atas dengan segudang karyanya yang fantastis, mendadak harus menghentikan konsernya yang digelar di Auckland, New Zealand karena kehilangan suaranya. Berdasarkan video yang berhasil direkam oleh salah satu fansnya, sang musisi terlihat merentangkan kedua tangannya sebelum akhirnya meninggalkan panggung konsernya. 

Dari hasil pemeriksaan yang dijalaninya, ternyata Elton John didiagnosis mengidap walking pneumonia. Sebenarnya, apa itu walking pneumonia? Apakah penyakit ini berbahaya sehingga membuat Elton John sampai kehilangan suaranya? Apa yang menjadi penyebab seseorang bisa mengidap kelainan satu ini? 

Mengenal Walking Pneumonia 

Walking pneumonia adalah bentuk ringan dari penyakit pneumonia atau infeksi pada paru-paru. Istilah ini menjadi populer karena kamu merasa cukup sehat untuk beraktivitas tanpa menyadari bahwa tubuh telah terserang penyakit ini. Penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri jenis Mycoplasma pneumoniae yang menginfeksi bagian paru-paru.

Baca juga: Yang Terjadi ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Para ilmuwan menyebut penyakit walking pneumonia ini sebagai penyakit yang disebabkan karena mikoplasma atipikal karena keunikan dari jenis bakteri yang mengontaminasi tubuh. Faktor yang membuat penyakit ini menjadi atipikal adalah gejalanya yang terbilang lebih ringan, sering disalahartikan sebagai penyakit karena infeksi virus karena tidak memiliki struktur sel khas bakteri lain, dan sifat resistensi alami terhadap jenis obat yang biasanya mengobati infeksi bakteri. 

Perbedaan lain dari walking pneumonia dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya adalah pengidapnya tidak membutuhkan istirahat total atau perawatan di rumah sakit. Penyebab penyakit pneumonia pada umumnya adalah bakteri Streptococcus pneumonia, virus flu, atau rhinovirus. 

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Tentang Bakteri Pneumonia

Apakah penyakit ini menular? Cleveland Clinic menyatakan, walking pneumonia yang terjadi karena Mycoplasma pneumoniae bersifat menular dengan cara kontak langsung. Ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, cipratan liur yang mengandung bakteri bisa langsung terhirup oleh orang lain yang berada di dekatnya. Infeksi dapat mudah menyebar di ruang tamu yang ramai atau sekolah, asrama, hingga panti jompo. Lebih sering, walking pneumonia menyerang anak dan dewasa muda dibandingkan dengan lansia. 

Gejala dan Pencegahan Walking Pneumonia

Gejala umum dari penyakit walking pneumonia adalah radang tenggorokan, merasa lelah, sakit pada dada, demam ringan, batuk berkepanjangan, bisa batuk kering atau batuk berdahak, bersin, dan sakit kepala. Gejala ini bisa datang secara perlahan, mulai dari satu hingga empat minggu setelah terjadinya paparan. Memasuki tahap akhir, gejala dapat semakin memburuk, demam bisa semakin tinggi, dan batuk bisa memunculkan lendir dengan warna yang tidak normal. 

Memang, belum ada vaksin yang bisa membantu mencegah penularan penyakit walking pneumonia. Bahkan, pengidap yang telah sembuh dari penyakit ini pun bisa saja terjangkit kembali di masa depan. Beberapa hal berikut ini bisa dilakukan untuk mencegah walking pneumonia:

  • Tutup hidung dan mulut setiap kali batuk atau bersin.

  • Selalu cuci tangan setiap kali telah selesai beraktivitas atau sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. 

  • Lindungi hidung dengan masker ketika sedang berada di antara orang yang sedang sakit. 

Baca juga: Pneumonia adalah Penyakit Paru Berbahaya, Kenali 10 Gejalanya

Jangan lupa, segera periksakan diri ke rumah sakit jika merasa ada gejala yang tidak biasa pada tubuh. Deteksi dini bisa membantu kamu mendapatkan pengobatan segera, sehingga komplikasi pun bisa dihindari. Gunakan aplikasi Halodoc agar kamu lebih mudah berobat ke rumah sakit


Referensi: 

Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Atypical (Walking) Pneumonia.
American Lung Association. Diakses pada 2020. What is Walking Pneumonia?
WebMD. Diakses pada 2020. What is Walking Pneumonia?