Alami Hirsutisme, Ini Dampaknya pada Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alami Hirsutisme, Ini Dampaknya pada Tubuh

Halodoc, Jakarta – Tumbuhnya kumis dan jenggot pada pria adalah hal yang wajar terjadi. Namun, hal ini menjadi terasa aneh jika dialami wanita. Tidak hanya aneh, tumbuhnya bulu pada bagian wajah wanita bisa menjadi tanda adanya gangguan hormon. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya kelebihan hormon tertentu di dalam tubuh.

Kondisi yang menyebabkan wanita memiliki kumis dan jenggot, atau bulu tebal di wajah disebut dengan hirsutisme. Hal ini terjadi karena kelebihan hormon seks pria androgen dalam tubuh seorang wanita. Sebenarnya, kondisi ini bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, tapi pada beberapa kasus, tumbuhnya bulu halus di wajah wanita bisa menjadi hal yang berdampak buruk, misalnya tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Selain di wajah, kondisi ini juga bisa menyebabkan wanita memiliki bulu-bulu atau rambut di bagian tubuh yang tertentu, yaitu bagian tubuh yang biasanya tumbuh rambut pada pria. Bulu tebal bisa muncul pada dada dan punggung. Rambut yang tumbuh bisa tipis atau malah tebal, tergantung pada faktor genetik pengidapnya. Lantas, apa yang akan terjadi pada tubuh jika wanita mengalami hirsutisme?

Baca juga: Ini 3 Penyebab Hirsutisme pada Wanita

Seperti sudah dijelaskan, salah satu gejala khas dari kondisi ini adalah tumbuhnya rambut atau bulu-bulu pada wanita di bagian tubuh tertentu, terutama wajah, dada, dan punggung. Dengan kata lain, salah satu dampak dari kondisi ini adalah risiko bagian tubuh wanita penuh ditumbuhi bulu. Kabar buruknya, kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, sehingga bisa berdampak pada kondisi mental pengidapnya. Selain perubahan pada penampilan, hirsutisme juga bisa membuat seorang wanita merasa malu dan tertekan.

Selain tumbuhnya rambut, hirsutisme juga bisa ditandai dengan gejala lain, seperti suara menjadi berat, kulit berminyak, dan muncul jerawat. Kondisi ini juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami periode menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali dalam jangka waktu tertentu. Tapi jangan khawatir, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kondisi ini.

Mengetahui Penyebab dan Cara Mengobati Hirsutisme

Gangguan ini berkaitan dengan kondisi hormon di dalam tubuh. Penyebab utama wanita mengalami hirsutisme adalah tingginya kadar hormon androgen dalam tubuh. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena tubuh terlalu sensitif terhadap hormon pria tersebut.

Hormon androgen lebih dikenal sebagai “hormon pria” karena berperan dalam mengatur karakteristik pria, seperti rambut dan bulu di tubuh serta suara. Meski begitu, sebenarnya wanita juga memproduksi hormon ini namun dalam kadar yang lebih sedikit.

Baca juga: Rambut Tumbuh Berlebih, Kenali Fakta Hirsutisme pada Wanita

Pada wanita muda, kondisi ini paling sering terjadi karena sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS), yang merupakan penyebab terbentuknya kista pada indung telur. Wanita yang mengalami kondisi ini juga umumnya mengalami periode menstruasi yang tidak teratur.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang disebut bisa meningkatkan risiko seorang wanita mengalami hirsutisme, mulai dari obesitas, sindrom cushing, tumor, hingga efek samping dari obat-obatan tertentu.

Penanganan hirsutisme dilakukan dengan terlebih dahulu mengatasi penyebab yang mendasarinya. Hal itu bisa dipadukan dengan prosedur penghilangan rambut alias hair removal. Mengatasi kondisi ini umumnya dilakukan dengan terapi obat-obatan tertentu dan terapi penghilangan bulu.

Baca juga: Bikin Enggak Pede, Ini 9 Cara untuk Mengatasi Hirsutisme

Masih penasaran apa itu hirsutisme? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.