Perlu Tahu, Gejala yang Ditimbulkan Sindrom Cushing

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gejala yang ditimbulkan sindrom cushing

Halodoc, Jakarta - Sindrom Cushing atau disebut hiperkortisolisme, adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol yang tidak normal dalam tubuh. Hormon kortisol adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yaitu kelenjar yang berada di atas ginjal. Fungsi dari hormon kortisol adalah mengatur suasana hati dan rasa takut. Tidak hanya itu, hormon ini dibutuhkan tubuh untuk mengatur tekanan darah, meningkatkan kadar gula darah, dan mengurangi peradangan yang terjadi pada tubuh. Hormon kortisol biasa dikenal hormon stres, karena lebih banyak diproduksi saat seseorang sedang stres.

Akibat kadar hormon kortisol yang menjadi abnormal, maka tubuh mengalami beberapa gangguan seperti gangguan kadar glukosa dalam darah, masalah metabolisme lemak, gangguan respon imun, aksi antiinflamasi, gangguan tekanan darah, kontraksi jantung serta pembuluh darah, serta gangguan pada aktivasi sistem saraf pusat.

Ini beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengalami sindrom Cushing, yaitu:

  • Berat badan meningkat.

  • Menumpuknya jaringan lemak, terutama pada area bahu dan wajah

  • Guratan berwarna ungu kemerahan (striae) di area perut, paha, payudara, dan lengan.

  • Kulit tampak menipis sehingga mudah memar.

  • Luka pada kulit menjadi sulit sembuh.

  • Jerawat.

  • Otot melemah.

  • Lemas.

  • Depresi, cemas dan mudah marah.

  • Gangguan kognitif.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Sakit kepala.

  • Pengeroposan tulang.

  • Gangguan pertumbuhan pada anak.

Baca Juga: Cara Mendeteksi Sindrom Cushing yang Perlu Dipahami

Selain itu, gejala sindrom Cushing yang muncul pada wanita adalah muncul gejala hirsutisme atau tumbuh rambut lebat pada wajah atau di bagian lain yang biasanya hanya dialami pria. Mereka kerap mengalami gangguan siklus menstruasi. Pria yang mengalami sindrom ini akan mengalami penurunan gairah seksual, gangguan kesuburan, dan impotensi.

Pengobatan Sindrom Cushing

Fokus dalam pengobatan sindrom Cushing adalah mengurangi kadar kortisol dalam tubuh. Namun, metode pengobatan yang dilakukan tergantung pada penyebabnya.

Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk sindrom Cushing yaitu:

  • Mengurangi penggunaan kortikosteroid. Pada orang yang kerap menggunakan jenis obat kortikosteroid, maka dokter akan mengurangi dosisnya dan perlahan menggantinya dengan obat jenis lain.

  • Bedah. Apabila sindrom Cushing terjadi karena tumor, maka dokter melakukan bedah pengangkatan tumor. Pembedahan tersebut bisa dilakukan pada kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, pankreas, atau paru-paru. Selain itu, setelah menjalani pembedahan, pasien diberikan obat pengganti hormon kortisol sementara waktu.

  • Radioterapi. Jika tumor pada kelenjar hipofisis tidak bisa diangkat, maka radioterapi disarankan.

  • Obat-obatan. Jika bedah dan radioterapi tetap tidak berhasil, maka dokter akan menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengontrol kadar kortisol.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu menyembuhkan penyakit sindrom Cushing, caranya antara lain:

  • Meningkatkan aktivitas secara perlahan untuk melindungi otot yang melemah dari kerusakan akibat mendorong terlalu keras.

  • Memiliki pola makan sehat dengan makanan bergizi untuk membantu meningkatkan tenaga dan memperkuat tulang.

  • Menjaga kesehatan mental dengan cara tetap rileks dan menghindari depresi.

  • Mencoba terapi untuk meringankan rasa sakit dan nyeri, seperti berendam air panas, pijat dan olahraga.

Baca Juga: Sindrom Cushing Lebih Berisiko dengan Pengidap Diabetes?

Jika kamu mengalami gejala sindrom Cushing seperti yang disebutkan di atas, jangan pernah ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan saja dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.