Alami Mioma Uteri, Inilah 6 Pilihan Pengobatannya

Alami Mioma Uteri, Inilah 6 Pilihan Pengobatannya

Halodoc, Jakarta - Tumor bisa terbentuk di bagian tubuh manusia. Rahim wanita juga bisa menjadi tempat berkembangnya tumor. Sebuah tumor atau miom yang tidak bersifat kanker dalam istilah medis dikenal dengan fibroid rahim atau mioma uteri. Tumor ini bisa diibaratkan seperti sel otot rahim yang bisa tumbuh tidak normal. Pada setiap wanita, ukurannya bisa berbeda dan bahkan memengaruhi fungsi rahim. 

Tidak sedikit wanita yang memiliki mioma uteri ini, tetapi sayangnya kebanyakan wanita tidak tahu bahwa mereka memiliki kondisi. Pasalnya, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang berarti. Dokter biasanya baru menemukan miom secara tidak sengaja selama pemeriksaan panggul atau USG prenatal.

Miom di rahim ini biasanya dikategorikan berdasarkan lokasinya. Miom intramural tumbuh di dalam otot dinding rahim. Fibroid atau miom submucosal terjadi akibat pembengkakan ke dalam rongga rahim. Sementara itu, miom subserosal terdeteksi tumbuh ke bagian luar uterus.

Baca Juga: Kaum Hawa Perlu Tahu Jenis-jenis Miom di Rahim

Gejala Apa Saja yang Bisa Muncul?

Meski kebanyakan tidak menimbulkan gejala, sebaiknya kamu mulai khawatir jika muncul gejala seperti berikut ini: 

  • Mengalami perdarahan menstruasi yang berat.

  • Periode menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu.

  • Tekanan panggul atau nyeri.

  • Sering buang air kecil.

  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih.

  • Sembelit.

  • Sakit punggung atau nyeri kaki.

Apa Saja yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Mioma Uteri?

Penanganan awal pada kasus mioma uteri disesuaikan dengan gejala yang muncul. Beberapa pilihan pengobatan untuk mioma uteri, antara lain: 

  • USG. Pemeriksaan fisik dan USG wajib diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan mioma, baik ukuran maupun jumlah. Jika pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan.

  • Terapi hormonal. Pengobatan terapi hormonal bisa dilakukan dengan menggunakan preparat progestin atau gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Preparat tersebut memproduksi efek hipoestrogen yang memiliki hasil memuaskan untuk terapi mioma.

  • Miektomi. Tindakan ini adalah operasi pengambilan mioma yang dipertimbangkan apabila seorang wanita masih berusia muda dan masih ingin memiliki anak lagi. Kemungkinan untuk pertumbuhan mioma lagi setelah miomektomi berkisar 20-25%. Setelah operasi, pasien disarankan untuk menunda terlebih dahulu kehamilan selama 4-6 bulan, karena rahim masih dalam keadaan rapuh setelah dioperasi.

  • Histerektomi. Cara ini dipertimbangkan pada wanita yang tidak menginginkan anak lagi, mengalami nyeri yang tidak kunjung sembuh, dan mengalami pertumbuhan mioma yang berulang (meski sudah melakukan operasi).

  • Embolisasi Arteri Rahim. Tindakan ini akan memotong pembuluh darah di sekitar rahim. Kemungkinan dokter juga menggunakan metode lisis mekanik dengan menggunakan arus listrik untuk menghancurkan fibroid dan mengecilkan pembuluh darah yang memasok vitamin menuju fibroid. 

  • Metode Cryogenic. Tindakan ini akan menggunakan nitrogen cair, bukan arus listrik.

Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Miom & Ketahui Bahayanya

Pencegahan Mioma Uteri

Cara untuk mencegah mioma, terdapat hal yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Olahraga/aktivitas fisik. Tubuh membakar kalori lebih sedikit ketika kita malas bergerak.

  • Pola makan sehat. Pola makan yang tinggi kalori, sedikit sayur dan buah, sering melewatkan sarapan, dan minum minuman tinggi gula dapat menyebabkan terjadinya obesitas.

  • Hindari merokok. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko mioma.

Baca Juga: Lebih Bahaya Mana, Miom atau Kista?

Memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan? Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!