Alami Sindrom Eisenmenger saat Hamil, Berbahayakah bagi Janin?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alami Sindrom Eisenmenger saat Hamil, Berbahayakah bagi Janin?

Halodoc, Jakarta - Kehamilan tidak hanya membawa kebahagiaan yang tidak tergantikan untuk ibu, tetapi juga dapat menimbulkan kekhawatiran. Bukan tanpa alasan, ada banyak komplikasi dan kelainan yang bisa terjadi pada ibu hamil, terlebih jika ibu tidak bisa menjaga kesehatan tubuh dengan baik. Pasalnya, apa pun kondisi yang ibu alami bisa berdampak pada tumbuh kembang janin di dalam kandungan, seperti sindrom eisenmenger

Sindrom ini merupakan kelainan bawaan lahir, terjadi ketika bercampurnya darah bersih dan darah kotor yang membuat tubuh anak membiru dan ia mudah merasa lelah. Penyebab utama terjadinya pencampuran darah bersih dengan darah kotor ini adalah penyakit jantung bawaan, ketika ada lubang pada bagian sekat ruang jantung. Akibatnya, tekanan pembuluh darah di paru-paru meningkat dan berisiko menyebabkan gagal jantung. 

Berbahayakah Jika Ibu Mengalami Sindrom Eisenmenger saat Hamil?

Jantung terbagi menjadi empat ruangan, dua serambi dan dua ventrikel dengan sekat pemisah antara atrium dan ventrikel. Pada jantung sebelah kiri, darah yang bersih dan kaya oksigen siap dialirkan dari jantung ke seluruh tubuh. Sementara pada jantung sebelah kanan, darah kotor yang kaya karbondioksida dikembalikan ke jantung dan paru-paru. 

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Sindrom Eisenmenger pada Anak

Penyakit jantung bawaan yang berkaitan dengan adanya lubang pada sekat jantung membuat sindrom eisenmenger terjadi. Akibatnya, darah yang bersih bercampur dengan darah kotor dan meningkatkan tekanan pada paru-paru atau hipertensi pulmonal yang membuat tubuh menjadi membiru. Lalu, apakah benar mengidap sindrom eisenmenger saat hamil berbahaya untuk janin yang berada di dalam kandungan?

Ya. Ibu pengidap sindrom eisenmenger disarankan dan aktif secara seksual disarankan untuk tidak hamil. Tidak hanya membahayakan nyawa ibu sendiri, sindrom ini memicu kondisi serius pada janin. Ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada organ jantung atau organ lainnya, termasuk gagal jantung, serangan jantung, aritmia atau gangguan irama jantung, henti jantung mendadak, dan infeksi pada jaringan jantung atau endokarditis. 

Baca juga: Cara Deteksi Sindrom Eisenmenger pada Ibu Hamil

Sementara untuk komplikasi yang terjadi pada organ lain di luar jantung adalah stroke, gangguan asam urat, polisitemia atau tingginya kadar sel darah merah, gagal ginjal, dan emboli paru atau penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah di paru-paru karena darah yang menggumpal. Jika ibu memiliki riwayat tersebut, tanyakan selalu pada dokter ahli kandungan untuk mendapatkan saran terbaik. Ibu bisa memanfaatkan layanan Tanya Dokter di aplikasi Halodoc atau langsung membuat janji di rumah sakit terdekat

Bagaimana Mengenali Gejala Sindrom Eisenmenger?

Gejala dari sindrom eisenmenger mulai terlihat ketika anak menginjak usia dua tahun ke atas. Sayangnya, gejalanya tidak langsung muncul saat itu juga, bahkan perlu waktu bertahun-tahun untuk anak bisa merasakannya. Sering terjadi, keluhan terasa ketika anak menginjak masa remaja atau dewasa. 

Gejala sindrom eisenmenger yang mudah dikenali seperti sianosis atau kulit, jari tangan, dan bibir serta kaki berubah warna menjadi kebiruan, jari kaki dan tangan kesemutan, sakit kepala, batuk berdarah, tubuh cepat merasa lelah, pembengkakan pada perut, sesak napas, nyeri dada, dan jantung yang berdebar tidak wajar. 

Baca juga: Badan Anak Membiru, Waspada Tanda Sindrom Eisenmenger

Referensi: 
Mayo Clinic. 2019. Diseases and Conditions. Eisenmenger Syndrome.
WebMD. 2019. What is Eisenmenger Syndrome?
Patient. 2019. Eisenmenger’s Syndrome.