Alasan Nanas Bisa Jadi Penyebab Keguguran

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Alasan Nanas Bisa Jadi Penyebab Keguguran

Halodoc, Jakarta – Kamu tentu pernah dengar larangan makan buah nanas bagi ibu hamil, bukan? Larangan ini menyebutkan bahwa makan buah nanas dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil, terutama jika dikonsumsi pada trimester awal. Namun, benarkah buah nanas merupakan penyebab keguguran? 

Buah nanas memiliki kandungan enzim bromelain, yang dapat memecah protein dalam tubuh. Enzim ini dapat berbahaya pada janin, karena pada trimester awal, janin masih terdiri atas sel protein sederhana. Jika ibu hamil mendapatkan asupan bromelain, hal ini diduga dapat menyebabkan perdarahan dan keguguran. Tak hanya itu, bromelain juga dapat merangsang leher rahim untuk melunak dan melonggar, sehingga dapat memicu persalinan dini.

Baca juga: 4 Mitos Hamil Muda yang Perlu Diketahui Calon Ibu

Dugaan tersebut tak bisa dibilang salah. Sebab, bromelain dalam bentuk tablet atau kapsul memang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil karena dapat memicu kontraksi dini, perdarahan abnormal, dan meningkatkan risiko keguguran. Namun, dosis bromelin dalam satu buah nanas segar utuh sebenarnya tidak cukup tinggi untuk bertindak sebagai obat yang berdampak pada kehamilan. Enzim ini juga dapat rusak ketika buah nanas diolah menjadi jus. 

Berdasarkan studi Duke University Medical Center pada 2011, seperti dilansir dari NCBI, satu porsi jus nanas segar yang dimurnikan dari batang (yang merupakan sumber utama bromelain) hanya mencapai 16 miligram. Hal ini karena hampir sebagian besar kandungan bromelain akan hilang selama proses pengalengan atau jus.

Buah nanas baru mencapai efek menggugurkan kandungan jika ibu hamil mengonsumsi 7–10 buah nanas segar utuh sekaligus. Jadi, dapat dikatakan bahwa mengonsumsi buah nanas saat hamil dalam jumlah kecil, sebenarnya tidak membawa dampak buruk pada keselamatan janin yang dikandung.

Baca juga: Ibu Hamil Ngidam Sushi, Bolehkah?

Namun, jika masih ragu, memang sebaiknya hindari konsumsi buah ini dan perbanyak asupan buah-buahan kaya nutrisi lainnya selama kehamilan. Jika membutuhkan panduan gizi selama kehamilan, kamu juga dapat melakukan diskusi dengan dokter gizi atau dokter kandungan di aplikasi Halodoc, lho. Diskusi dengan dokter bisa dilakukan kapan dan di mana saja, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call.

Hindari Konsumsi Nanas Saat Hamil, Jika…

Meski dalam jumlah kecil tidak membahayakan nyawa janin, sebaiknya ibu hamil memang menghindari konsumsi nanas dalam jumlah banyak, atau menghindarinya sama sekali jika memiliki perut yang sensitif. Sebab, asam dalam nanas dapat menyebabkan perut mulas dan menaikkan asam lambung. Jika mengonsumsi jus nanas yang belum cukup matang, bromelain yang terkandung bisa menyebabkan diare.

Baca juga: Ngidam Jeroan Ibu Hamil Waspada Hal Ini

Selain itu, ibu hamil yang mengidap diabetes gestasional juga perlu berhati-hati dalam mengonsumsi buah nanas, terutama dalam bentuk jus. Sebab, jus buah adalah sumber gula alami terkonsentrasi tinggi dari buah-buahan utuh, sehingga dapat membuat gula darah meningkat tajam jika dikonsumsi dalam jumlah besar. 

Waspadalah dan egera cari bantuan medis jika mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi buah nanas, seperti bengkak di mulut, reaksi kulit (merah, gatal, bengkak), asma, pilek atau hidung tersumbat. Reaksi alergi ini biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi nanas. Kamu juga lebih mungkin untuk mengalami alergi nanas jika memiliki alergi terhadap serbuk sari atau lateks.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. Should You Avoid Pineapple During Pregnancy?
Livestrong. Diakses pada 2019. Is Pineapple Good or Bad for Early Pregnancy?
NCBI. Diakses pada 2019. Dietary Supplementation with Fresh Pineapple Juice Decreases Inflammation and Colonic Neoplasia in IL-10-deficient Mice with Colitis