Alasan Stroke Dapat Sebabkan Hemiplegia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Alasan Stroke Dapat Sebabkan Hemiplegia

Halodoc, Jakarta – Hemiplegia adalah salah satu kondisi medis yang cukup jarang terdengar. Hemiplegia terjadi ketika seseorang alami kelumpuhan pada salah satu bagian sisi tubuhnya. Lalu, apa penyebab seseorang dapat alami hemiplegia? Penyebab utamanya adalah penyakit stroke

Baca juga: Ketahui Bedanya Hemiplegia dan Stroke

Hampir 80 persen pengidap stroke dapat mengalami kondisi hemiplegia. Tentunya, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan agar hemiplegia tidak sebabkan gangguan kesehatan yang lebih parah pada pengidap stroke. Tidak ada salahnya untuk mengetahui alasan penyakit stroke dapat sebabkan hemiplegia. Ini ulasan selengkapnya.

Mengapa Stroke Dapat Sebabkan Hemiplegia?

Penyakit stroke merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan karena pasokan darah menuju otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan pada pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini memengaruhi fungsi otak karena darah yang mengalir pada otak memiliki fungsi untuk mencukupi kebutuhan oksigen dan nutrisi pada otak. Jika tidak, maka sel-sel pada otak akan mati.

Pengidap hemiplegia umumnya mengalami kelumpuhan pada satu sisi bagian tubuh. Seseorang yang alami kelumpuhan artinya mengalami kehilangan kemampuan otot untuk bergerak. Tubuh yang bergerak nyatanya dikendalikan oleh pesan yang dikirim dari otak menuju otot agar tubuh dapat menciptakan sebuah gerakan sesuai pesan yang dikirim otak.

Jika sebagian otak alami kerusakan akibat penyakit stroke, tentu kondisi ini menyebabkan pesan dari otak menuju otot terganggu. Inilah alasan yang menyebabkan pengidap stroke mengalami hemiplegia. Pengidap stroke lebih rentan alami kelumpuhan pada tingkatan tertentu. 

Jika pengidap stroke tidak dapat menggerakan salah satu sisi tubuh, kondisi ini dikenal sebagai hemiplegia. Namun, jika pengidap stroke hanya mengalami kelemahan otot pada bagian satu sisi tubuh dikenal dengan hemiparesis. Umumnya, kelumpuhan yang terjadi pada pengidap stroke berlawanan pada sisi otak yang mengalami kerusakan akibat stroke

Baca juga: Ternyata, Ini Penyebab Utama Terjadinya Hemiplegia

Inilah Gejala Hemiplegia

Tidak ada salahnya mengetahui beberapa gejala yang kerap dialami oleh pengidap hemiplegia, seperti kehilangan kontrol akan kandung kemih. Kondisi ini menyebabkan pengidap hemiplegia tidak mampu mengontrol urine yang keluar. Selain itu, pengidap hemiplegia rentan alami kesulitan berbicara dan menelan, serta kesulitan bernapas.

Tentu, kelumpuhan yang terjadi pada pengidap hemiplegia juga membuat pengidap hemiplegia lebih rentan alami gangguan saat berjalan, kehilangan keseimbangan tubuh, kesulitan saat memegang benda, dan adanya gangguan pada koordinasi gerakan.

Jangan Khawatir, Hemiplegia Dapat Diatasi

Mengetahui kondisi hemiplegia lebih dini tentu lebih memudahkan kamu melakukan pengobatan. Jangan ragu untuk segera periksakan kondisi kesehatan kamu pada rumah sakit terdekat ketika kamu alami gejala penyakit stroke atau alami gejala hemiplegia.

Ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan, seperti modified constraint induced therapy dan stimulasi listrik. Kedua perawatan ini meningkatkan kewaspadaan sensorik, memperkuat bagian tubuh yang melemah, dan meningkatkan jangkauan gerakan.

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Hemiplegia

Selain perawatan di rumah sakit, kamu bisa lakukan perawatan sederhana di rumah dengan tetap aktif bergerak dan menggunakan otot untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Tidak ada salahnya untuk menggunakan alat bantu ketika akan melakukan aktivitas, seperti tongkat atau alat bantu jalan.

Sebaiknya tetap perhatikan gerakan-gerakan yang kamu buat. Lakukan gerakan secara perlahan agar kamu tidak terjatuh yang menimbulkan risiko gangguan kesehatan lainnya. Mintalah bantuan kerabat atau orang terdekat ketika kamu akan melakukan aktivitas atau kegiatan tertentu.

Referensi:
Spinal Cord. Diakses pada 2019. Hemiplegia
Web MD. Diakses pada 2019. Stroke Symptomps