16 January 2019

Pengidap Albinisme Tak Boleh Kena Sinar Matahari, Benarkah?

Pengidap Albinisme Tak Boleh Kena Sinar Matahari, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Albinisme atau yang lebih dikenal dengan albino merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang terlihat “berbeda”. Albinisme merupakan kelainan yang terjadi pada produksi melamin yang menyebabkan seseorang kekurangan atau sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut. Alhasil, pengidapnya cenderung memiliki warna rambut, kulit, dan mata yang terlihat lebih putih atau pucat.

Baca juga: 3 Komplikasi yang Terjadi pada Pengidap Albino

Kelainan ini bisa terjadi pada siapa saja dan dari etnis mana pun di dunia. Karena memiliki warna kulit yang lebih putih dan pucat, banyak orang percaya bahwa pengidap kelainan ini sama sekali tidak boleh terkena sinar matahari. Benarkah? Apa yang mungkin terjadi jika pengidap kelainan ini terlalu lama berada di bawah sinar matahari?

Orang yang mengidap kelainan ini mungkin memiliki warna rambut dan warna kulit yang berbeda-beda. Hal itu dipengaruhi oleh jumlah melamin yang bisa dihasilkan tubuh. Namun, sebagian besar pengidap kondisi ini biasanya memiliki karakteristik kulit yang pucat, seperti dengan rambut berwarna putih maupun kecokelatan.

Karena memiiki kadar pigmen melamin yang rendah, maka kulit pengidap albinisme menjadi lebih mudah terbakar jika terpapar sinar matahari. Artinya, anggapan bahwa pengidap albinisme tak boleh kena sinar matahari tidak sepenuhnya salah. Orang dengan albinisme sama sekali tidak boleh mengabaikan paparan sinar matahari sama sekali.

Bahkan, paparan sinar matahari pada pengidap albinisme bisa berujung pada komplikasi yang benar-benar serius, yaitu kanker kulit. Kekurangan melanin menyebabkan tubuh tidak dapat “berdamai” dengan sinar matahari. Sebab, melamin bertugas dalam membantu melindungi kulit dari radiasi UVA dan UVB yang ada pada sinar matahari.

Dengan kata lain, orang yang memiliki albinisme berpeluang hingga dua kali lebih tinggi untuk terbakar matahari. Bahkan, hal ini bisa terjadi di hari yang sejuk sekalipun. Selain pada kulit, albinisme juga bisa menyebabkan gangguan pada bagian tubuh lain, salah satunya mata.

Pada mata, kekurangan pigmen melanin akibat albinisme menyebabkan warna iris berwarna abu-abu atau biru pucat. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan penglihatan, sebab pandangan menjadi terganggu serta mata lebih sensitif terhadap cahaya. Orang dengan albinisme rentan mengalami gangguan mata, seperti rabun dekat, rabun jauh, juling, hingga astigmatisme dan nistagmus alias gerakan bola mata dari sisi ke sisi yang terjadi tanpa bisa dikontrol.

Baca juga: Albinisme Bisa Pengaruhi Kemampuan Melihat

Penyebab dan Pengobatan Albinisme

Kelainan ini terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada salah satu gen yang bertugas membantu produksi melanin. Perubahan dan gangguan tersebut terjadi pada sel-sel melanosit yang terdapat di dalam mata dan kulit. Akibatnya, produksi melamin terganggu, sehingga bisa kurang atau tidak diproduksi sama sekali.

Sayangnya, kelainan ini tidak bisa diobati. Meski begitu, albinisme tidak menghalangi pengidapnya untuk menjalani hidup secara normal. Albinisme juga tidak dapat dicegah, maka jika kamu memiliki riwayat keluarga mengidap kelainan ini, coba diskusikan dengan ahli genetika. Tujuannya untuk melihat peluang kondisi ini diturunkan pada anak, cucu, ataupun keturunan selanjutnya.

Baca juga: 3 Penyebab Anak Terlahir Albino

Masih penasaran? Cari tahu lebih lanjut seputar albinisme dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!