03 October 2018

Albinisme, Berbahaya atau Tidak?

albinisme

Halodoc, Jakarta - Banyak kalangan wanita Indonesia yang menginginkan agar warna kulitnya putih. Sebab bagi masyarakat Indonesia, kulit putih yang dimiliki wanita adalah aset berharga yang akan membuatnya akan lebih dihargai, terutama di dalam industri hiburan. Faktanya,  warna kulit yang dimiliki manusia umumnya dipengaruhi oleh kandungan melanin. Semakin banyak melanin yang ada di kulit, maka kulit akan semakin berwarna dan cenderung menjadi lebih gelap.

Namun, dalam dunia medis juga dikenal kelainan akan jumlah melanin ini, penyakit ini disebut albinisme. Mereka yang menderita kelainan ini biasanya hanya memiliki kandungan melanin yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Akibat kelainan ini maka seseorang akan memiliki warna rambut, kulit, dan mata yang terlihat sangat pucat atau cenderung putih. Lantas, apakah albinisme ini berbahaya? Agar lebih memahaminya, simak ulasannya berikut, ya!

Siapa Saja Orang yang Berpotensi Mengidap Kelainan Ini?

Albinisme bisa diidap oleh siapa saja dan oleh kelompok etnis mana pun di seluruh penjuru dunia. Kelainan albinisme ini pun oleh masyarakat lebih akrab disebut "albino".  Hingga kini albinisme masih belum ditemukan cara untuk menyembuhkannya. Namun, bukan berarti orang yang menderita kelainan ini tidak dapat menjalani kehidupan secara normal. Mereka memang dapat menjalani hidup selayaknya orang lain, akan tetapi memang mereka memiliki beberapa masalah yang mengganggu kesehatan mereka.

Apa yang Menyebabkan Albinisme?

Menurut beberapa penelitian, kelainan ini disebabkan oleh adanya perubahan atau mutasi pada salah satu gen yang bertugas membantu produksi melanin oleh sel-sel melanosit yang terdapat di dalam mata dan kulit. Akibat terjadinya perubahan gen, maka produksi melanin di dalam tubuh menjadi terganggu. Kadar melanin dapat berkurang secara drastis ataupun tidak diproduksi lagi sama sekali.

Apa Saja Jenis Albinisme?

Berdasarkan gejala yang muncul, kelainan ini terbagi menjadi dua jenis yaitu okular dan okulokutaneus. Albinisme okular berdampak pada mata dan penglihatan pengidapnya, namun tidak atau hanya sedikit menyebabkan perubahan warna kulit atau rambut. Sementara albinisme okulokutaneus merupakan jenis albinisme yang paling umum. Kondisi ini menyebabkan perubahan warna pada rambut, kulit, mata, dan penglihatan.

Adakah Masalah Kesehatan yang Mengintai Orang Albino?

Meski pengidap albino dapat hidup sebagaimana manusia lain pada umumnya, ini bukan berarti mereka terhindar dari masalah kesehatan. Kandungan melanin yang tidak mencukupi juga ternyata dapat mempengaruhi kesehatan tubuh mereka. Nah, gangguan kesehatan yang dapat mengancam mereka antara lain:

  • Kanker Kulit

Faktanya, manusia memang dapat bertahan hidup tanpa melanin. Namun, kekurangan zat tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan karena fungsi utama melanin adalah membantu melindungi kulit dari radiasi UVA dan UVB dari sinar matahari. Ini berarti pengidap albinisme memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk terbakar matahari, bahkan di hari yang sejuk sekalipun. Karena mereka lebih rentan akan sinar matahari, maka mereka juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker kulit melanoma.

  • Gangguan Penglihatan

Abnormalitas tidak hanya terjadi pada penampilan fisik mata pengidap albino. Orang dengan albinisme cenderung memiliki masalah penglihatan karena mereka mengalami kekurangan pigmen melanin di retina. Selain untuk “mewarnai” kulit dan rambut, melanin juga berperan dalam memberi warna pada retina sehingga memberikan penglihatan normal. Itu sebabnya, pengidap albinisme kemungkinan memiliki mata minus atau plus, sering mengalami mata kedutan (nistagmus), dan lebih peka terhadap cahaya (fotofobia). Keadaan terlalu peka ini pun nyatanya cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Jika salah satu anggota keluarga kamu ada yang mengidap albinisme, maka ingatkan mereka agar selalu menjaga kesehatannya dengan cara memakai sunscreen dan kacamata hitam saat keluar rumah. Hal ini dapat membantu memberikan perlindungan pada kulit agar terhindar dari masalah serius. Kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk menyampaikan keluhan awal pada dokter terpercaya. Lebih mudah hubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc  sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: