• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alergi Parah Bisa Sebabkan Keracunan Makanan, Benarkah?

Alergi Parah Bisa Sebabkan Keracunan Makanan, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu memiliki riwayat alergi terhadap suatu makanan? Jika iya, sebaiknya perhatikan setiap makanan yang masuk ke tubuh. Alergi makanan adalah hipersensitivitas pada salah satu atau lebih zat makanan, yang pada kebanyakan orang tidak berbahaya. Biasanya beberapa jenis makanan yang bisa sebabkan reaksi alergi, seperti kacang-kacangan, susu, telur, ikan, kerang, udang, gandum atau kedelai. 

Lantas, apakah alergi makanan bisa sebabkan keracunan makanan? Jawabannya adalah tidak. Alergi makanan dan keracunan makanan adalah dua konsep yang berbeda. Hal yang tentunya lebih berbahaya adalah keracunan makanan. Lebih lengkapnya, ini ulasannya.

Baca juga: Mengapa Alergi Makanan Bisa Terjadi?

Gejala Keracunan Makanan

Melansir U.S. Department of Health & Human Service, di Amerika Serikat tercatat ada sekitar 48 juta kasus keracunan makanan setiap tahunnya. Artinya, 1 di antara 6 orang di AS mengalaminya setiap tahun. Setiap tahun, penyakit ini menyebabkan sekitar 128.000 harus menjalani rawat inap dan 3.000 angka kematian.

Gejala keracunan makanan bisa saja ringan atau berat, tergantung pada kuman atau zat makanan yang ditelan. Umumnya, gejalanya meliputi:

  • Sakit perut;
  • Kram perut;
  • Mual dan muntah;
  • Diare;
  • Demam;
  • Dehidrasi.

Sementara efek jangka panjang yang serius terkait dengan beberapa jenis keracunan makanan yang umum termasuk:

  • Gagal ginjal;
  • Artritis kronis;
  • Kerusakan otak dan saraf;
  • Kematian.

Jika kamu memiliki salah satu dari gejala di atas, maka sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit. Kamu bisa buat janji dengan dokter lebih mudah menggunakan aplikasi Halodoc, jadi tidak perlu antre terlalu lama. 

Baca juga: Adakah Cara Menghilangkan Alergi Makanan?

Siapa Saja yang Memiliki Risiko Tinggi Keracunan Makanan? 

Kelompok orang tertentu memang lebih rentan terhadap penyakit bawaan makanan. Ini berarti bahwa mereka lebih cenderung sakit karena makanan yang terkontaminasi dan jika mereka sakit, efeknya bisa jauh lebih serius. Kelompok-kelompok ini termasuk:

  • Wanita hamil;
  • Anak di bawah 5 tahun;
  • Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas;
  • Orang yang sistem kekebalannya melemah karena penyakit atau perawatan medis.

Pencegahan Keracunan Makanan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keracunan makanan yang paling efektif. Terpenting adalah membuat dan mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat, serta menghindari jenis makanan yang diragukan kebersihannya. Nah, cara mencegah keracunan makanan, yaitu: 

  • Membersihkan Makanan dan Alat Masak.  Buah dan sayur harus selalu dicuci sebelum dikonsumsi, bahkan jika kulitnya akan dikupas. Setelah itu, cuci juga alat makan, alat masak, dan tangan dengan sabun dan air mengalir. 

  • Simpan Makanan di Kulkas. Jika makanan mudah busuk, maka jangan biarkan makanan berada di luar tanpa masuk ke kulkas lebih dari 1-2 jam. Hindari mengisi kulkas terlalu penuh karena bisa membuat sirkulasi udara menjadi buruk. 

  • Pisahkan Makanan Matang dan Mentah. Saat menyimpan makanan, penting juga untuk memisahkan keduanya agar bakteri tidak berpindah.

  • Masak Makanan Hingga Matang. Selalu pastikan makanan matang secara merata, terutama saat memasak daging atau telur. Memasak makanan sampai matang dapat membunuh seluruh bakteri yang terkandung di dalamnya.

  • Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa. Jangan konsumsi makanan jika sudah melewati masa kedaluwarsa meskipun masih terlihat baik dan belum berbau. 

Baca juga: Alergi Susu Bisakah Disembuhkan?

Keracunan makanan bisa sebabkan efek samping yang berbahaya. Oleh karena itu, pastikan kamu selalu menjaga asupan makanan. Jangan ragu juga untuk selalu mendiskusikan kondisi kesehatan kamu dengan dokter di Halodoc. Download aplikasinya sekarang juga, ya!

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Food Allergy.
Foodsafety.gov. Diakses pada 2020. Food Poisoning.