12 November 2018

Alergi Susu Bisakah Disembuhkan?

Cara mengobati alergi susu

Halodoc, Jakarta - Alergi terhadap susu merupakan suatu kondisi ketika sistem imunitas tubuh memberikan respon yang berlebihan terhadap kandungan protein di dalam susu. Alergi ini merupakan salah satu hipersensitivitas yang paling umum terjadi pada bayi dan anak-anak.

Pada pengidap alergi ini, sistem imun yang bertugas sebagai pelindung tubuh dari kuman dan ancaman lainnya justru menggunakan antibodi untuk melawan protein pada susu yang dianggap sebagai suatu zat yang berbahaya.

Penelitian di beberapa negara menyatakan alergi susu sapi dialami oleh 2 persen bayi pada tahun pertama kehidupannya. Selain itu, sekitar 1-7 persen bayi mengidap alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi.

Hal ini terjadi karena sistem imun yang dimiliki oleh bayi masih imatur dan rentan terhadap alergen. Selain itu, sistem kekebalan tubuh pada bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi dan akan menimbulkan reaksi alergi seperti muntah, gatal-gatal, ruam kering, suara napas berat dan berbunyi (mengi), serta gangguan pencernaan seperti diare.

Muntah setelah makan merupakan cara paling umum seorang bayi untuk menunjukkan alergi pada susu sapi.  Reaksi yang lebih parah juga bisa terjadi. Menangis, kembung, dan kolik juga dapat menjadi satu-satunya manifestasi alergi susu sapi pada bayi. Sebagian besar anak dengan alergi susu sapi juga alergi terhadap susu kambing atau domba. Jadi kedua susu tersebut bukanlah pengganti susu yang harus dikonsumsi oleh anak.

Alergi susu sapi ini dapat sembuh seiring dengan pertumbuhan anak. Matangnya sistem kekebalan tubuh akan terjadi seiring dengan pertumbuhannya.

Susu dan makanan yang berasal dari susu merupakan sumber penting kalsium, sebuah mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat, fungsi otot dan saraf, dan kesehatan sistem tubuh. Berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan, apabila Si Kecil positif mengidap alergi pada susu sapi:

  1. Hindari produk olahan susu jika Si Kecil masih mengkonsumsi ASI. Sebab, protein dalam susu sapi akan menyebabkan alergi dapat menyatu ke dalam ASI dan akan berbahaya jika diminum oleh Si Kecil.

  2. Hindari makanan yang mengandung susu sapi.

  3. Jika ibu memberikan Si Kecil susu formula, ganti susu sapi yang dikonsumsi dengan susu berbahan dasar kedelai.

  4. Jika Si Kecil alergi terhadap susu formula berbahan dasar kedelai, biasanya dokter akan menyarankan untuk memberikan susu formula hipoalergenik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak mengonsumsi susu sapi cenderung mengalami kekurangan vitamin D. Namun, ibu tidak perlu khawatir, karena hal ini bisa disiasati dengan dengan memberikan makanan yang kaya akan vitamin D, serta mengandung kalsium dan protein. Makanan yang kaya akan vitamin D antara lain brokoli, bayam, ikan salmon, tuna, telur, dan sarden.

Nah, ibu juga bisa mengajak Si Kecil untuk bermain di luar ruangan pada pagi hari agar terkena paparan sinar matahari. Pada saat terpapar sinar ultraviolet V (UVB), tubuh Si Kecil akan membentuk vitamin D. Lakukan kegiatan ini kurang lebih selama 10-15 menit, sebanyak 3 kali dalam seminggu. Kegiatan tersebut sudah cukup untuk membuat Si Kecil mendapatkan cukup vitamin D.

Nah, jika ibu tidak sempat untuk mengajak Si Kecil pergi ke dokter karena padatnya aktivitas, dengan aplikasi Halodoc kamu bisa ngobrol langsung melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan, dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: