• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alzheimer Bisa Dirawat dengan Terapi Hiperbarik

Alzheimer Bisa Dirawat dengan Terapi Hiperbarik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alzheimer Bisa Dirawat dengan Terapi Hiperbarik

Halodoc, Jakarta – Pengidap Alzheimer dapat diobati dengan obat-obatan seperti rivastigmine, donepezil, dan memantine sebagai pertolongan pertama. Obat-obat tersebut digunakan untuk menangani penyakit Alzheimer pada tahap awal hingga menengah. Memantine juga bisa diresepkan pada pengidap alzheimer dengan gejala yang sudah memasuki tahap akhir.

Namun ternyata, terapi hiperbarik juga bisa diberikan pada pengidap Alzheimer. Ada penelitian yang menemukan bahwa jenis terapi yang satu ini mungkin bisa membantu merawat pengidap penyakit Alzheimer. Kendati begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini. Terapi hiperbarik pada dasarnya adalah metode pengobatan yang dilakukan dengan menghirup oksigen murni dalam ruang bertekanan udara tinggi.

Terapi Hiperbarik dan Alzheimer 

Perawatan Alzheimer dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Selain itu, psikoterapi juga dapat dilakukan sebagai pilihan untuk menangani penyakit alzheimer. Terapi tersebut terdiri dari:

  • Stimulasi kognitif, bertujuan untuk meningkatkan daya ingat, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.
  • Terapi relaksasi dan terapi perilaku kognitif yang bertujuan untuk mengurangi halusinasi, delusi, kecemasan, atau depresi yang dialami pengidap.

Di samping cara-cara tersebut, terdapat satu cara lagi yang bisa diupayakan, meski sebenarnya belum terbukti efektif, yaitu terapi oksigen hiperbarik. Terapi ini merupakan salah cara pengobatan yang dilakukan dengan menghirup oksigen murni dalam ruang udara bertekanan tinggi lebih dari 1 atmosfer absolut. Terapi ini biasanya ditujukan untuk penyakit penyelaman dan terapi tambahan pada berbagai penyakit klinis, seperti infeksi serius, adanya gelembung udara dalam pembuluh darah, luka akibat diabetes yang sulit sembuh, serta cedera radiasi.

Baca juga: Tips Jitu Atasi Gangguan Tidur Pengidap Alzheimer

Di dalam ruang terapi oksigen hiperbarik, tekanan udara meningkat hingga tiga kali lebih tinggi dari tekanan udara normal. Dengan kondisi tersebut, paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni yang dihirup, dibanding jika menghirupnya dalam tekanan udara normal. Aliran darah akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Inilah yang kemudian akan melawan bakteri dan merangsang pelepasan zat yang disebut sel induk, yang kemudian akan merangsang penyembuhan.

Kadar oksigen dalam ruang terapi yang tinggi akan meningkatkan kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri, mengurangi pembengkakan, dan memungkinkan pembuluh darah baru pada daerah yang terluka tumbuh lebih cepat.

Terapi hiperbarik umumnya prosedur yang aman dilakukan, komplikasi pun jarang terjadi saat menjalani terapi ini. Meski begitu, terapi ini tetap memiliki beberapa risiko yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Rabun jauh sementara yang disebabkan oleh adanya perubahan lensa mata.
  • Cedera telinga bagian tengah, termasuk risiko gendang telinga pecah, karena meningkatnya tekanan udara.
  • Pneumothorax yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara.
  • Kejang, akibat terlalu banyak oksigen dalam sistem saraf pusat.

Baca juga: Mengenal Penyakit Alzheimer Penyebab dan CIri-cirinya

Sebenarnya, hingga saat ini belum ada penanganan khusus yang terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit Alzheimer. Usaha penanganan yang dilakukan hanya bertujuan untuk meredakan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, serta memampukan pengidap untuk hidup semandiri mungkin.

Baca jugaMengenal 4 Jenis Obat untuk Meringankan Gejala Alzheimer

Untuk mendapatkan hasil yang efektif, mungkin kamu perlu beberapa kali melakukan sesi terapi. Hal ini tergantung pada gangguan yang akan diobati. Semakin kronis gangguan yang kamu alami, semakin banyak sesi terapi yang perlu kamu jalani.

Jika memiliki riwayat atau sedang mengurus pasien Alzheimer, selalu waspadai jika muncul gejala parah akibat penyakit ini. Kalau itu yang terjadi, segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan daftar rumah sakit. Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!


Referensi:
National Library of Medicine. Diakses pada 2021. Hyperbaric Oxygen Therapy for Alzheimer's Disease.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Hyperbaric Oxygen Therapy for Wound Healing.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hyperbaric Oxygen Therapy.