Anak-Anak Lebih Rentan Terkena Molluscum Contagiosum Dibanding Orang Dewasa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Molluscum Contagiosum, kulit

Halodoc, Jakarta - Ibu, perhatikan Si Kecil yang rentan terhadap molluscum contagiosum. Karena jika Si Kecil terkena kondisi ini, jangka waktu penyembuhan akan memakan waktu sekitar enam bulan hingga satu setengah tahun. Apa itu molluscum contagiosum? Mengapa anak-anak lebih rentan terkena penyakit ini? Ibu bisa liat penjelasan selengkapnya di sini!

Baca juga: Kenali Impetigo, Infeksi Kulit yang Menular

Apa yang Dimaksud dengan Molluscum Contagiosum?

Penyakit ini merupakan salah satu infeksi pada lapisan atas kulit yang disebabkan oleh virus, dan ditandai dengan tumbuhnya bintil seukuran biji kacang hijau pada permukaan kulit. Bintil ini biasanya bertekstur agak keras dan menyebabkan kulit memiliki tonjolan berwarna putih. Jika kondisi ini terjadi di daerah kemaluan, molluscum contagiosum dapat menjadi penyakit menular seksual (PMS).

Mengapa Anak-anak Lebih Rentan Mengidap Molluscum Contagiosum?

Selain karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, anak-anak lebih mudah mengidap kondisi ini. Apalagi jika mereka mengidap kondisi kesehatan yang bernama dermatitis atopik, yaitu kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal dan menghilang dalam beberapa waktu. Dermatitis atopik membuat kulit menjadi gatal, meradang, kering dan pecah-pecah.

Kondisi tersebutlah yang menjadi sebab munculnya molluscum contagiosum pada anak. Molluscum contagiosum merupakan suatu kondisi yang mudah dikenali dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, penyembuhan akan memakan waktu yang lumayan lama, sekitar enam bulan hingga satu setengah tahun.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Apa Gejala yang Menandakan Si Kecil Mengidap Molluscum Contagiosum?

Karena penyakit ini merupakan suatu kondisi yang mudah ditebak, gejala yang muncul juga dapat dengan mudah dikenali, seperti:

  • Terdapat bintil-bintil pada permukaan kulit yang berukuran 2-5 milimeter. Bintil-bintil ini akan muncul pada kulit yang terkena virus, seperti kelopak mata, wajah, badan, paha, selangkangan, atau ketiak.

  • Beberapa bintil akan terasa gatal pada kulit.

  • Bintil-bintil tersebut berukuran sama dengan biji kacang hijau.

  • Jika bintil itu pecah, akan keluar cairan berwarna putih kekuningan. Nah hati-hati, karena cairan ini dapat menularkan molluscum contagiosum dan dengan mudah menyebar pada orang lain.

  • Ketika akan sembuh, bintil itu akan menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan mengalami pembengkakan ringan, tetapi tidak terasa sakit.

Apa Penyebab molluscum contagiosum pada Si Kecil?

Penyebab molluscum contagiosum adalah virus poxvirus, sejenis virus yang menyebabkan kutil. Virus ini menyerang sel kulit manusia dan menyebar melalui kontak langsung dengan menyentuh kulit seseorang yang terinfeksi, atau menyentuh benda-benda yang terinfeksi. Pada orang dewasa, virus ini dapat menyebar melalui hubungan intim yang tidak aman.

Untuk itu, ibu harus terus memantau perkembangan dan kesehatan Si Kecil. Jika Si Kecil sudah terinfeksi virus ini, jaga daerah yang terinfeksi agar tetap selalu bersih dan tertutup pakaian untuk menghindari penyebaran virus. Cuci pakaian Si Kecil dengan pemutih pakaian atau air panas untuk membunuh virus molluscum contagiosum dan selalu perhatikan Si Kecil agar tidak menggaruk benjolan pada kulit. Sebab, jika cairan ini keluar dan Si Kecil menyentuh bagian tubuh yang lain, virus ini dapat menyebar dengan cepat ke daerah yang terkena sentuhan.

Baca juga: Mudah Berkeringat? Hati-Hati Terkena Infeksi Jamur

Ibu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan? Halodoc bisa jadi solusinya. Ibu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, ibu juga bisa membeli obat yang sedang dibutuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan ibu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!