03 October 2018

Anak Dalam Masa Pertumbuhan Perlu Sadar Potensi Diabetes

anak dalam masa pertumbuhan perlu sadar potensi diabetes

Halodoc, Jakarta – Diabetes Melitus (DM) memang lebih sering dialami oleh orang dewasa. Namun, bukan berarti penyakit tersebut tidak bisa terjadi ke anak-anak. Di dalam masa pertumbuhan, anak-anak semestinya lebih banyak mengonsumsi makanan yang baik dan bernutrisi. Namun, yang namanya anak-anak, tentunya lebih suka mengonsumsi makanan yang tidak sehat, misalnya seperti ngemil kue, permen, cokelat, atau minum-minuman manis. Nah, disinilah peran orangtua sangat dibutuhkan untuk dapat mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran kepada anak tentang adanya potensi diabetes bila tidak segera menghentikan kebiasaan makan tidak sehat tersebut.

Diabetes adalah penyakit yang sifatnya kronis atau jangka panjang yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Sama seperti orang dewasa, diabetes yang berpotensi menyerang anak pun ada dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes Tipe 1 Pada Anak-anak

Jenis diabetes ini adalah yang paling sering terjadi pada anak-anak. Walaupun penyakit ini bisa terjadi pada usia berapapun, dari bayi sampai orang dewasa, tetapi umumnya diabetes tipe 1 terjadi pada usia 7–12 tahun. Itulah mengapa diabetes tipe 1 disebut juga sebagai diabetes anak-anak.

Diabetes tipe 1 pada anak disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi pankreas, sehingga organ tersebut tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. Penyakit ini tidak bisa dicegah karena penyebab utama diabetes tipe 1 adalah faktor genetik. Diabetes tipe 1 juga merupakan kondisi autoimun, karena sistem kekebalan tubuh anak yang menyerang sel-sel penghasil insulin pada pankreas.

Berikut tanda-tandanya anak mengidap diabetes tipe 1:

  • Sering merasa haus dan lebih sering buang air kecil.
  • Sering merasa lapar.
  • Walaupun anak mungkin makan banyak, tetapi berat badan mereka menurun.
  • Mudah lelah dan terlihat lesu.
  • Mudah marah
  • Pada anak perempuan, mungkin akan mengalami infeksi jamur pada Miss V.

Bila anak positif mengidap diabetes tipe 1, dia harus mendapatkan terapi insulin seumur hidupnya dan perlu menerapkan pola hidup dan makan yang sehat.

Diabetes Tipe 2 Pada Anak-anak

Diabetes tipe 2 memang lebih sering menyerang orang dewasa, tetapi sekarang penyakit ini juga mulai dialami oleh anak-anak. Kelebihan berat badan menjadi salah satu pemicu anak-anak mengidap diabetes tipe 2. Anak-anak sangat rentan mengalami obesitas akibat pola makan yang tidak sehat. Berdasarkan data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, obesitas pada anak meningkat hingga dua kali lipat dalam 30 tahun terakhir ini. Memang tidak semua anak yang mengalami obesitas, otomatis mengidap diabetes tipe 2. Namun, anak obesitas lebih berisiko mengembangkan resistensi insulin.

Berikut gejala diabetes tipe 2 pada anak:

  • Sering merasa lelah terus-menerus.
  • Sering buang air kecil.
  • Bila terluka, luka lama untuk sembuh.
  • Kulit menggelap.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang tidak bisa dicegah, diabetes tipe 2 pada anak bisa dicegah dengan menerapkan pola diet seimbang dan olahraga teratur.

Tips Menumbuhkan Kesadaran Anak akan Bahaya Diabetes

Sebelum menumbuhkan tingkat kesadaran anak akan bahaya diabetes, orangtua sendiri perlu menyadari bahwa membiarkan anak mengonsumsi gula berlebih merupakan penyebab utama anak berisiko mengalami obesitas dan diabetes. Selain mengonsumsi camilan manis, kebiasaan anak yang sering minum-minuman manis juga sangat berbahaya dan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara drastis.

Tahukah ibu bahwa dari sebuah cola ukuran 355 mililiter saja, asupan gula totalnya mencapai 39 gram dengan jumlah kalori 140. Sedangkan sebotol jus jeruk ukuran 240 ml, mengandung total gula sebanyak 24 gram dengan total kalori 110. Padahal, jumlah asupan gula yang direkomendasikan per hari hanya sebanyak tujuh sendok teh yang setara dengan 25 gram untuk anak-anak.

Jadi, sudah menjadi tugas orangtua untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi Si Kecil. Usahakan agar Si Kecil lebih banyak minum air putih dibanding minuman manis. Selain itu, batasi juga konsumsi camilan manis Si Kecil dalam sehari.

Bila ibu ingin bertanya seputar tips-tips mencegah diabetes anak dan obesitas, tanyakan saja langsung kepada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: