14 November 2018

Anak Terkena Alergi Dingin, Ibu Harus Apa

Cara mengobati alergi dingin, alergi dingin

Halodoc, Jakarta - Jika anak ibu mengalami bentol-bentol yang berwarna kemerahan pada saat udara dingin, bisa jadi anak ibu mengidap alergi dingin. Alergi dingin mempunyai istilah medis, yaitu urtikaria. Kondisi ini merupakan suatu reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap rangsangan pemicu alergi, salah satunya adalah udara dingin.

Tingkat keparahan pada gejala alergi dingin yang muncul dapat berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian orang bisa sampai kehilangan kesadaran, mengalami tekanan darah yang rendah, dan pada tingkat yang sangat parah dapat menyebabkan kematian.

Alergi dingin yang terjadi pada anak merupakan suatu reaksi kulit terhadap suhu yang dingin, baik udara maupun air. Reaksi ini terjadi ketika suhu dingin memicu pelepasan zat yang berperan dalam munculnya gejala alergi yang bernama histamin ke dalam aliran darah. Faktor keturunan dan infeksi pada virus diduga menjadi penyebab alergi gatal pada anak.

Biasanya, gejala dapat muncul ketika kulit Si Kecil terpapar air dingin atau udara dingin. Alergi dingin juga lebih berisiko muncul dalam kondisi yang berangin dan lembap. Gejala alergi dingin yang dapat muncul, antara lain:

  1. Muncul bilur yang terasa gatal pada area kulit yang terpapar udara dingin.

  2. Kulit berwarna kemerahan.

  3. Tangan terasa bengkak saat memegang benda dingin.

  4. Bibir dan tenggorokan terasa bengkak saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin.

Reaksi berlebihan yang ditimbulkan dapat berpotensi membahayakan nyawa seperti pembengkakan pada tenggorokan dan lidah, karena kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan dalam bernapas.

Umumnya, alergi dingin akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa pekan atau bulan. Namun, ada juga yang bertahan lebih lama. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, pengidap alergi dingin bisa sampai mengalami syok anafilaktik, yaitu reaksi alergi berat. Kondisi tersebut ditandai dengan pingsan, tekanan darah menurun, detak jantung cepat, dada berdebar-debar, dan sesak napas.

Reaksi alergi dingin disebabkan saat pelepasan histamin dan zat kimia lain ke dalam aliran darah yang dipicu oleh cuaca dingin. Beberapa hal diduga menjadi penyebab alergi dingin, termasuk faktor genetik, memiliki sel kulit yang terlalu sensitif, virus atau penyakit tertentu. Ibu dapat melakukan pencegahan dengan melakukan hal berikut ini:

  1. Konsumsi obat alergi untuk Si Kecil seperti yang telah diresepkan oleh dokter.

  2. Hindarkan Si Kecil mengonsumsi makanan dan minuman dingin untuk mencegah membengkaknya tenggorokan.

  3. Disarankan untuk mengonsumsi antihistamin, sebelum Si Kecil terpapar cuaca dingin.

  4. Lindungi kulit Si Kecil dari suhu yang menurun drastis atau cuaca dingin dengan jaket tebal atau apa pun yang dapat menahan cuaca dingin.

  5. Bawalah suntikan adrenalin untuk mengantisipasi jika reaksi anafilaksis terjadi.

  6. Jauhkan Si Kecil dari zat atau udara bersuhu dingin. Hindari makanan dan minuman dingin untuk mencegah pembengkakan pada saluran napas.

  7. Jika Si Kecil ingin berenang, coba letakkan tangan atau kaki anak di kolam dan tunggu beberapa saat untuk melihat apakah muncul reaksi alergi.

Cara pencegahan bertujuan untuk membantu menjauhkan Si Kecil dari gejala alergi dingin, tetapi tidak dapat menyembuhkan alergi tersebut. Jika tenggorokan atau lidah Si Kecil terasa bengkak, merasa pusing, dan sulit bernapas, segera diskusikan dengan dokter.

Dengan Halodoc, kamu bisa berdiskusi dengan dokter ahli seputar masalah Si Kecil di mana pun dan kapan pun melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, ibu juga dapat membeli obat yang dibutuhkan, dan pesanan akan diantar ke tempat ibu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: