31 August 2018

Kenapa Para Pendaki Sering Terkena Frostbite?

frostbite

Halodoc, Jakarta – Frostbite atau radang dingin adalah cedera yang disebabkan oleh pembekuan kulit dan jaringan di bawahnya. Gejala awalnya adalah kulit akan terasa sangat dingin dan memerah, baru kemudian mati rasa, mengeras, dan pucat. Karena kondisi mati rasa, kondisi ini dapat menyebabkan kamu tidak menyadari kalau sedang mengalami radang dingin.

Ketika kamu merasa kedinginan, biasanya bagian tubuh yang segera bereaksi adalah wajah, telinga, tangan, dan kaki. Sebagai bentuk respon dari rasa dingin, pembuluh darah akan menyempit untuk menghindari kehilangan panas dan kemungkinan hipotermia.

Frostbite adalah hasil dari kulit beku atau jaringan lain di bawah kulit yang menjadi beku. Secara alami ini menyebabkan kerusakan sel. Frostbite paling umum terjadi pada area jari-jari kaki, hidung, telinga, pipi, dan dagu. Kulit yang terkena paparan cuaca dingin dan berangin adalah yang paling rentan mengalami frostbite dan ini umumnya biasa terjadi pada para pendaki yang memang sering terpapar udara dingin yang ekstrem.

Frostnip ada tahap pertama sebelum menjadi radang dingin. Umumnya kalau kamu baru mengalami frostnip tidak akan menyebabkan kerusakan kulit permanen. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat kamu terserang radang dingin adalah dengan menghangatkan kulitmu. Semua radang dingin ataupun frostbite membutuhkan pertolongan medis karena dapat merusak kulit, jaringan otot, dan tulang. Kemungkinan komplikasi radang dingin yang parah bisa menyebabkan infeksi, bahkan kerusakan saraf.

Tahap kedua dari radang dingin adalah radang dingin superfisial. Memasuki tahap kedua ini, kulit yang memerah akan menjadi putih atau pucat. Kulit mungkin akan tetap lembut, tetapi mulai muncul beberapa kristal es di jaringan luar kulitmu. Baru kemudian, lama-lama kulit mulai terasa hangat.

Jika kamu menghangatkan kulit pada tahap ini, permukaan kulit akan tampak belang-belang biru keunguan. Kamu juga akan mengalami rasa pedih, panas, dan bengkak. Bahkan, lepuhan berisi cairan dapat muncul 24 hingga 36 jam setelah kamu menghangatkan kulit.

Tahap ketiga dari frostbite adalah radang dingin parah. Saat radang dingin berlangsung, ia akan memengaruhi semua lapisan kulit, termasuk jaringan yang terletak di bawah. Besar kemungkinan kamu akan mengalami mati rasa, kehilangan semua sensasi dingin, serta rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah yang terkena. Sendi atau otot mungkin tidak lagi berfungsi. Lepuhan besar terbentuk 24 hingga 48 jam, kemudian ada sensasi hangat. Setelah itu, area menjadi hitam mengeras dan inilah saatnya jaringan mati.

Pencegahan Frostbite

Buat kamu yang senang melakukan pendakian gunung, kamu bisa melakukan beberapa tips di bawah ini untuk mencegah frostbite:

  1. Perhatikan Pakaian yang Digunakan

Perhatikan cara kamu berpakaian, apalagi kalau kamu memang tipikal yang tidak tahan dingin. Kenakanlah pakaian berlapis-lapis untuk memberikan perlindungan yang pasti. Kamu bisa mengatasinya dengan mengenakan beberapa lapis pakaian longgar untuk menyimpan udara di antara lapisan yang bisa bertindak sebagai isolasi terhadap udara dingin.

Pakailah pakaian luar tahan angin dan tahan air untuk melindungi dari angin, salju, dan hujan. Pilih pakaian dalam yang menyerap kelembapan dari kulit. Ganti pakaian basah, terutama sarung tangan, topi, dan kaus kaki sesegera mungkin.

Kenakan topi atau ikat kepala yang menutupi telinga sepenuhnya. Bahan wol atau tahan angin yang berat membuat penutup kepala yang terbaik untuk perlindungan dingin.

  1. Mengonsumsi Makanan Seimbang dan Tetap Terhidrasi

Menjaga asupan makanan sebelum keluar berhadapan dengan udara dingin akan membantumu untuk tetap hangat. Mengonsumsi minuman manis hangat, seperti cokelat panas akan membantu tubuh menyimpan kehangatan

  1. Aktif Bergerak

Teruslah bergerak. Olahraga dapat membuat darah mengalir dan membantu kamu tetap hangat, tetapi jangan sampai kamu kelelahan.

Kalau ingin tahu lebih banyak frostbite dan bagaimana cara mencegah radang dingin, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: