17 January 2019

Anak Terserang Chikungunya, Ibu Harus Apa?

Anak Terserang Chikungunya, Ibu Harus Apa?

Halodoc, Jakarta – Chikungunya adalah jenis penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Salah satu gejala dari penyakit ini adalah naiknya suhu tubuh alias demam hingga mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Kabar buruknya, nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus, jenis nyamuk yang menularkan demam berdarah dan demam chikungunya lebih sering menggigit anak.

Penyakit chikungunya memiliki gejala yang biasanya akan muncul dan terasa pada hari kelima setelah gigitan nyamuk. Meski begitu, gejala bisa saja muncul segera setelah nyamuk menulari penyakit. Lama atau cepatnya penularan penyakit chikungunya tergantung pada kondisi tubuh seseorang. Gejala awal yang biasanya muncul adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba.

Selain demam, chikungunya juga menimbulkan gejala berupa rasa nyeri pada sendi. Pada anak-anak, kondisi ini bisa sangat mengganggu dan menyebabkan Si Kecil menjadi lebih rewel. Chikungunya juga bisa menyebabkan kelumpuhan sementara yang sebenarnya merupakan dampak dari nyeri sendi parah yang terjadi. Pasalnya, kondisi ini bisa menyebabkan anak kesulitan untuk menggerakkan tubuh, dan bisa bertahan hingga berminggu-minggu.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

Nyeri sendi biasanya akan muncul segera atau bersamaan dengan demam. Selain kedua gejala utama tersebut, chikungunya juga masih akan menunjukkan gejala lain. Gejala-gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit chikungunya, di antaranya, nyeri otot, menggigil karena kedinginan, sakit kepala yang tak tertahankan, ruam atau bintik merah di sekujur tubuh, dan rasa lelah yang terasa sangat menyiksa.

Pada beberapa kasus, chikungunya juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami gejala mual dan muntah. Meski sangat jarang terjadi, namun penyakit ini bisa menimbulkan menimbulkan komplikasi, salah satunya adalah gangguan pada saraf.

Pertolongan Pertama saat Anak Terserang Chikungunya

Pada dasarnya, gejala chikungunya mirip dengan gejala demam berdarah dan serangan virus Zika. Maka dari itu, sangat penting untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika Si Kecil menunjukkan gejala demam, nyeri sendi, hingga muncul ruam merah. Hal itu akan memudahkan penentuan penyakit dan membantu pengobatan serta penyembuhan terjadi lebih cepat.

Baca juga: Ini Perbedaan Demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang Perlu Diwaspadai

Jika anak dinyatakan positif chikungunya, pengobatan yang biasanya dilakukan bertujuan untuk membantu mengurangi nyeri sendi dan demam. Sebab, sebenarnya chikungunya bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari, hingga satu minggu. Yang perlu dilakukan saat gejala-gejala ini muncul adalah memastikan Si Kecil cukup istirahat agar kondisi tubuhnya lebih cepat membaik.

Perhatikan juga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak. Saat terserang virus, pastikan untuk memberi Si Kecil makanan yang memiliki nutrisi seimbang dan dibutuhkan tubuh. Ibu bisa mencoba membuatkan sup hangat yang sehat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Untuk meredakan demamnya, ibu bisa mencoba untuk mengompres kening anak dengan kain yang lembap. Pastikan juga anak mendapatkan asupan air minum yang cukup. Hal ini sangat penting untuk menghindari dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh yang bisa memperparah sakit yang dialami anak. Satu hal yang perlu diingat, pastikan untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter seputar gejala chikungunya yang muncul pada anak. Dengan demikian, ibu bisa menentukan langkah perawatan yang baik dan bisa membantu mengatasi sakit Si Kecil.

Baca juga: Cegah Chikungunya, Lakukan 2 Hal Ini

Cari tahu lebih lanjut mengenai penyakit chikungunya dan demam pada anak dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dapatkan tips menjaga kesehatan dan cara mengatasi demam dengan cara terbaik dari dokter terpercaya. Dokter bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!