Anak Terserang Difteri, Ibu Segera Lakukan 3 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
anak-terserang-difteri-ibu-segera-lakukan-3-hal-ini-halodoc

Halodoc, Jakarta – Selain diare, difteri juga merupakan penyakit yang sering menyerang anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Corynebacterium diphteriae. Difteri pada anak perlu diobati segera. Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan dampak serius, bahkan membahayakan nyawa, terutama pada anak-anak yang sistem imunnya masih rendah. Karena itu, ibu perlu tahu hal-hal apa saja yang bisa dilakukan bila anak terserang difteri.

Difteri adalah infeksi bakteri yang biasanya memengaruhi selaput lendir hidung dan tenggorokan seseorang. Penyakit ini biasanya menimbulkan gejala berupa sakit tenggorokan, demam, pembengkakan kelenjar, dan kelemahan. Namun, gejala yang menjadi ciri khas difteri adalah terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel. Lapisan ini bisa menghalangi jalan napas, sehingga menyebabkan pengidapnya kesulitan bernapas.

Difteri pada anak paling sering terjadi pada mereka yang hidup di lingkungan kotor, tidak memiliki gizi baik, dan tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap. Penyakit ini juga dapat menular dengan mudah melalui kontak fisik dengan pengidap difteri, kontak dengan barang yang sudah terkontaminasi bakteri, maupun melalui percikan air liur yang tersebar di udara saat pengidap batuk atau bersin.

Baca juga: Kenapa Difteri Lebih Mudah Menyerang Anak-anak?

Waspadai Gejalanya

Orangtua perlu mengetahui gejala difteri pada anak agar dapat segera melakukan penanganan apabila anak mengalami gejala tersebut. Gejala difteri biasanya baru muncul sekitar 2–5 hari setelah terinfeksi oleh bakteri. Sebagian pengidap dapat tidak mengalami gejala apapun, tetapi beberapa orang dapat mengalami gejala ringan yang mirip dengan gejala flu.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, gejala difteri yang paling khas adalah lapisan abu-abu tebal yang terbentuk pada tenggorokan dan amandel. Selain itu, beberapa gejala lain yang juga dapat menyertai adalah:

  • Demam.

  • Hidung meler.

  • Sakit tenggorokan.

  • Suara serak.

  • Kesulitan bernapas.

  • Detak jantung meningkat.

  • Terdengar suara nyaring saat anak bernapas.

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher.

  • Pembengkakan langit-langit mulut.

Baca juga: Kenali 3 Cara Mudah Cegah Gejala Difteri

Pengobatan untuk Difteri pada Anak

Difteri adalah penyakit serius yang tidak boleh disepelekan, karena dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti peradangan pada otot dan katup jantung, gangguan irama jantung, sampai saluran pernapasan tertutup oleh selaput tenggorokan yang dapat membuat pengidap tidak bisa bernapas. Itulah sebabnya difteri perlu ditangani segera.

Berikut pengobatan yang dapat diberikan oleh dokter untuk mengatasi difteri pada anak:

  • Antitoksin. Dokter akan memberikan suntikkan antitoksin pada anak maupun orang dewasa yang terserang difteri. Obat ini akan disuntikkan langsung ke dalam vena atau otot dengan tujuan untuk menetralkan racun difteri yang sudah beredar di tubuh.

Sebelum menyuntikkan antitoksin, dokter akan melakukan tes alergi kulit terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pengidap tidak memiliki alergi terhadap antitoksin.

  • Antibiotik. Selain dengan antitoksin, difteri juga bisa diobati dengan antibiotik, seperti penisilin atau eritromisin. Antibiotik bermanfaat untuk membunuh bakteri dalam tubuh dan membersihkan infeksi.

Anak-anak dan orang dewasa yang terserang difteri seringkali perlu dirawat inap di rumah sakit. Si Kecil mungkin juga akan ditempatkan di ruang isolasi karena difteri dapat menular dengan mudah kepada siapa pun yang belum mendapat imunisasi difteri.

Untuk mempercepat penyembuhan Si Kecil yang terserang difteri, ibu juga dapat melakukan beberapa perawatan berikut:

1. Memastikan Anak Banyak Beristirahat

Agar cepat sembuh, Si Kecil yang terserang difteri perlu banyak beristirahat. Anak sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun, dan tetap di tempat tidur selama beberapa minggu atau sampai ia pulih sepenuhnya. Anak juga dianjurkan untuk tidak bersekolah dulu karena difteri dapat menular.

2. Berikan Makanan yang Lembut

Oleh karena difteri dapat menyebabkan rasa sakit dan kesulitan menelan, ibu bisa memberikan Si Kecil makanan yang lembut dan bernutrisi, seperti bubur, sup ayam, atau nasi tim.

3. Berikan Anak Vaksin Difteri

Setelah Si Kecil pulih dari difteri, ibu perlu memberikan vaksin difteri yang lengkap pada anak untuk mencegah anak terserang difteri kembali.

Baca juga: Vaksin DPT Cegah Difteri Bukan Cuma pada Anak-Anak

Nah, itulah 3 hal yang bisa ibu lakukan saat anak terserang difteri. Untuk melakukan pemeriksaan terkait gejala difteri yang dialami anak, langsung saja buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diphtheria.