• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Memicu Serangan Jantung saat Berolahraga?

Apa yang Memicu Serangan Jantung saat Berolahraga?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apa yang Memicu Serangan Jantung saat Berolahraga?

“Olahraga yang intens atau terlalu ekstrem jelas bisa menyebabkan masalah jantung, seperti misalnya serangan jantung. Namun, bukan berarti kamu tidak berolahraga. Yang terpenting adalah melakukannya dengan durasi dan intensitas yang tepat, sehingga kamu bisa mendapatkan manfaat maksimal dari berolahraga.”

Halodoc, Jakarta – Olahraga memang terbukti sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Apalagi dengan begitu banyak jenis olahraga yang tersedia saat ini, hampir semua orang dapat menemukan jenis olahraga yang mereka sukai. Namun, olahraga yang terlalu ekstrem, intens, atau  melampaui batas kemampuan tubuh bisa memicu masalah pada jantung, seperti serangan jantung contohnya. Misalnya, pelatihan olahraga ekstrim yang dilakukan atlet dapat menyebabkan kerusakan jantung dan gangguan irama jantung. 

Namun, itu tidak berarti membuat kamu jadi tidak berolahraga. Olahraga yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan tubuh merupakan resep terbaik untuk kesehatan fisik dan mental yang baik. Dengan durasi dan intensitas olahraga yang tepat, maka serangan jantung saat berolahraga bisa dihindari. 

Baca juga: Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung 

Hubungan Serangan Jantung dan Olahraga Intens

Tidak seperti orang biasa yang berolahraga di sela-sela aktivitas mereka, atlet bekerja untuk mendorong batas kemampuan fisik mereka. Mereka bisa saja berlari sejauh 10 km atau lebih atau mengulangi maraton secara berurutan. Kondisi ini secara teratur mendorong mereka mengalami kelelahan, dehidrasi, dan rasa sakit. Padahal latihan daya tahan jangka panjang yang ekstrem ini bisa memberikan tuntutan yang sama ekstremnya pada sistem kardiovaskular

Sebuah penelitian yang dilakukan pada pelari maraton menemukan bahwa setelah menyelesaikan acara lari ekstrem, sampel darah atlet mengandung biomarker yang terkait dengan kerusakan jantung. Indikator kerusakan ini biasanya hilang dengan sendirinya, tetapi ketika jantung mengalami tekanan fisik yang ekstrem berulang-ulang, kerusakan sementara dapat menyebabkan remodelling jantung atau perubahan fisik seperti dinding jantung yang lebih tebal dan jaringan parut pada jantung.

Selain itu, penelitian menemukan bukti bahwa olahraga intensitas tinggi secara akut dapat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak, atau henti jantung mendadak pada orang yang memiliki gangguan jantung. Olahraga intensitas tinggi juga dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung, terutama bagi yang memiliki kardiomiopati hipertrofik atau penyakit jantung koroner. 

Baca juga: Ini Gejala Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Ini Tanda-Tanda Gangguan Jantung

Bahkan jika kamu sebelumnya pernah mengalami serangan jantung, pada serangan jantung selanjutnya kamu bisa memiliki gejala yang sama sekali berbeda. Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami salah satu gejala berikut:

Nyeri Dada

Banyak orang mengasosiasikan nyeri dada yang tiba-tiba dan intens dengan serangan jantung. Beberapa serangan jantung mungkin dimulai dengan cara ini. Namun, banyak juga yang mulai dengan perasaan tidak nyaman ringan, tekanan tidak nyaman, seakan diremas, atau rasa penuh di tengah dada. Rasa sakitnya bisa halus dan mungkin datang dan pergi, sehingga sulit untuk mengatakan apa yang salah. Segera berhenti berolahraga dan cari bantuan medis. 

Sesak Napas

Perasaan sesak napas yang tidak biasa dengan ketidaknyamanan pada dada selama aktivitas sering merupakan awal dari serangan jantung. Gejala ini dapat terjadi sebelum rasa tidak nyaman di dada atau bahkan mungkin terjadi tanpa rasa tidak nyaman di dada.

Pusing

Meskipun aktivitas fisik mungkin membuat kamu merasa lelah, terutama jika kamu tidak terbiasa, gejala pusing saat olahraga tidak bisa dianggap sepele. Perhatikan tanda peringatan ini dengan serius dan segera berhenti berolahraga.

Kelainan Irama Jantung

Sensasi detak jantung yang melompat, berdebar, atau berdebar bisa mengindikasikan masalah yang berhubungan dengan jantung. Cari bantuan medis jika kamu merasakan ritme jantung yang tidak biasa selama olahraga. 

Ketidaknyamanan di Area Tubuh Lainnya

Masalah jantung dapat menyebabkan sensasi di area tubuh lain selain dada. Gejalanya bisa berupa ketidaknyamanan, nyeri, atau tekanan di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut. Kamu mungkin juga mengalami ketidaknyamanan yang menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian lain, seperti dari dada, rahang, atau leher ke bahu, lengan, atau punggung.

Keringat yang Tidak Biasa

Meskipun berkeringat saat berolahraga adalah hal yang normal, mual dan berkeringat dingin adalah tanda peringatan dari kemungkinan masalah lain. 

Baca juga: Anak Muda Bisa Alami Sakit Jantung, Ini Penjelasannya

Selain olahraga, menjaga kesehatan jantung juga bisa dengan konsumsi makanan  bergizi atau suplemen dan vitamin. Untungnya kini kamu juga bisa beli suplemen untuk menjaga kesehatan jantung di toko kesehatan Halodoc. Dengan layanan antar, kamu bisa pesan suplemen yang kamu butuhkan tanpa perlu keluar rumah. Praktis bukan? Yuk gunakan Halodoc sekarang!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Heart Risks Associated With Extreme Exercise.
Healthline. Diakses pada 2021. Signs of Heart Problems During Exercise.
Park View Health. Diakses pada 2021. Can Exercise Trigger a Heart Attack?