Apa yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Encephalomalacia?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apa yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Encephalomalacia?

Halodoc, Jakarta - Sakit kepala, mengantuk, gejala berkurangnya penglihatan, sensasi tekanan pada kepala, dan kepala berputar atau vertigo bisa mengindikasikan masalah pada bagian kepala. Sayangnya, gejala-gejala ini sering diabaikan, karena dianggap sebagai penyakit ringan yang bisa sembuh hanya dengan beristirahat. Padahal, gejala ini mengacu pada kondisi encephalomalacia atau pelunakan jaringan otak. 

Pada sebagian besar kasus, encephalomalacia terjadi karena perdarahan atau peradangan di bagian otak, bisa bagian tertentu atau meluas ke area otak lainnya. Pada kasus yang langka, kerusakan otak ini menyebabkan pelunakan berlebihan pada zat yang terkandung di dalamnya. Alhasil, jaringan yang berada di bagian otak dan organ yang terlibat bisa terganggu kinerjanya, bahkan mengalami kerusakan. 

Apa Saja yang Meningkatkan Risiko Encephalomalacia? 

Cedera otak memegang peranan tinggi terkait risiko terjadinya pelunakan otak ini. Kecelakaan dan penyerangan pada bagian otak memiliki risiko encephalomalacia yang sama tingginya. Sementara trauma pada kepala terjadi saat benda keras menghantam kepala, mengakibatkan otak mengalami benturan ke bagian tengkorak. Sementara trauma kepala tajam mengacu pada hantaman senjata atau benda tajam yang melukai otak.

Baca juga: Sering Alami Vertigo, Hati-Hati Gejala Encephalomalacia

Encephalomalacia bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan dengan risiko yang sama besarnya. Oleh karena itu, pemeriksaan dini penting agar diagnosis bisa didapat, sehingga pengobatan bisa dilakukan dan komplikasi serius pun bisa dicegah. Tanyakan pada dokter jika kamu mengalami salah satu gejala yang mengarah pada encephalomalacia. Gunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc atau langsung buat janji dengan dokter ahli saraf di rumah sakit terdekat. 

Sebenarnya, Apa yang Menyebabkan Jaringan Otak Melunak?

Perdarahan dan terjadinya peradangan pada jaringan otak menjadi pemicu utama encephalomalacia. Namun, keduanya juga terjadi karena kondisi medis tertentu. Cedera kepala serius dan stroke menyebabkan terjadinya perdarahan pada otak. Pasalnya, pelunakan otak ini paling sering terjadi pada bagian otak dengan akumulasi darah yang tidak normal. 

Baca juga: Awas, Si Kecil Rentan Terkena Encephalomalacia

Namun, pelunakan juga bisa terjadi karena kurangnya pasokan darah ke bagian tertentu pada otak. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal, yaitu:

  • Stroke;

  • Terjadi pembengkakan di otak, sehingga aliran darah di otak mengalami gangguan;

  • Bedah tumor otak yang ternyata telah merusak jaringan di sekitarnya.

Stroke yang terjadi menyebabkan matinya bagian otak tertentu, sehingga neuron digantikan oleh jaringan parut yang mengandung eritrosit. Namun, jaringan parut ini justru berkontraksi dan membentuk encephalomalacia pada otak. 

Adakah Pengobatan yang Bisa Dilakukan?

Sayangnya, tidak ada. Pasalnya, jaringan otak yang sudah rusak tidak mungkin diperbaiki supaya bisa bekerja dengan normal lagi. Alhasil, pengobatan yang dilakukan difokuskan pada penyebab yang mendasarinya dan meringankan gejala yang muncul. Pada kasus encephalomalacia ekstrem, substansi otak yang mengalami kerusakan bisa diangkat dengan cara bedah. 

Baca juga: Cegah Encephalomalacia dengan Cara Ini

Namun, ada konsekuensi besar yang harus dihadapi, yaitu adanya perubahan konsentrasi otak sebagai dampak dari diangkatnya sebagian materi yang lunak. Cara pencegahan yang direkomendasikan adalah menghindari terjadinya hantaman keras pada kepala yang menyebabkan trauma. Jaga pula pola makan, dengan memperbanyak asupan vitamin E untuk menjaga fungsi otak.