
11 Penyakit yang Ditangani oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Jika mengalami keluhan terkait organ dalam tubuh, kamu bisa menghubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc.

DAFTAR ISI
- Kondisi yang Harus Ditangani Dokter Spesialis Penyakit Dalam
- Berbagai Bidang Subspesialisasi Ilmu Penyakit Dalam
- Tindakan Medis Umum yang Dapat Dilakukan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
- Tindakan Medis Khusus Sesuai Bidang Dokter Subspesialis Penyakit Dalam
- Waktu yang Tepat Mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam
- Persiapan sebelum Pemeriksaan Penyakit Dalam
- Berapa Biaya Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam?
- Rekomendasi Dokter Penyakit Dalam di Halodoc
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!
Dokter spesialis penyakit dalam memiliki keahlian di bidang penyakit tertentu. Secara umum, dokter berperan dalam memastikan jenis penyakit yang dialami, melakukan diagnosis penyakit, serta menentukan jenis pengobatan yang tepat untuk satu jenis penyakit.
Penting untuk mengetahui jenis penyakit yang ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam.
Dokter penyakit dalam atau yang dikenal sebagai internis adalah dokter yang menangani berbagai macam keluhan semua organ dalam tubuh manusia.
Spesialis penyakit dalam terbagi lagi menjadi beberapa subspesialisasi, tergantung pada sistem atau organ tubuh yang ditanganinya.
Namun, secara umum internis menangani penyakit yang berkaitan dengan organ dalam pada manusia berusia 18 tahun ke atas.
Kondisi yang Harus Ditangani Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Ada beberapa jenis penyakit yang nyatanya perlu penanganan dokter spesialis penyakit dalam, di antaranya:
- Alergi imunologi. Penyakit dalam yang berkaitan dengan alergi dan gangguan terhadap sistem kekebalan tubuh manusia.
- Gastroenterohepatologi. Penyakit dalam yang berkaitan dengan gangguan terhadap sistem pencernaan dan organ hati.
- Geriatri. Penyakit dalam yang berkaitan dengan bertambahnya usia seseorang. Biasanya penyakit ini berupa gangguan medis yang terjadi akibat proses penuaan.
- Ginjal hipertensi. Penyakit dalam ini berkaitan dengan gangguan pada organ ginjal dan tekanan darah tinggi.
- Hematologi onkologi medik. Penyakit dalam ini berkaitan dengan adanya gangguan atau kelainan pada darah. Biasanya penyakit ini berkaitan dengan kanker. Ketahui juga Perbedaan Tingkatan Stadium dalam Penyakit Kanker
- Kardiologi. Penyakit dalam yang berkaitan dengan adanya gangguan pada jantung.
- Metabolik endokrin. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan pada metabolisme tubuh.
- Psikosomatik. Penyakit dalam ini disebabkan oleh gangguan penyakit lain dan biasanya semakin diperparah dengan adanya gangguan mental pada pengidap.
- Pulmonologi. Kondisi ini akan terkait dengan adanya gangguan pada penyakit paru-paru.
- Reumatologi. Penyakit ini berhubungan dengan adanya gangguan pada sendi dan gangguan autoimun.
- Tropik Infeksi. Penyakit dalam yang berhubungan dengan adanya infeksi bagian dalam yang umum muncul pada daerah beriklim tropis.
Berbagai Bidang Subspesialisasi Ilmu Penyakit Dalam
Ilmu penyakit dalam memiliki banyak cabang subspesialisasi yang berfokus pada organ atau kelompok penyakit tertentu. Dokter dapat melanjutkan pendidikan untuk mendalami salah satu bidang tersebut sehingga mampu memberikan penanganan yang lebih spesifik.
Beberapa subspesialisasi dalam ilmu penyakit dalam meliputi:
- Alergi dan Imunologi Klinik (Sp.PD-KAI), yang menangani penyakit akibat gangguan sistem imun, alergi, serta penyakit autoimun.
- Gastroenterologi dan Hepatologi (Sp.PD-KGEH), yang berfokus pada gangguan saluran pencernaan, hati, pankreas, kantong empedu, dan usus.
- Geriatri (Sp.PD-KGer), yang menangani berbagai masalah kesehatan pada lansia, termasuk penyakit kronis yang berkaitan dengan proses penuaan.
- Ginjal dan Hipertensi (Sp.PD-KGH), yang menangani penyakit ginjal akut maupun kronis, gangguan elektrolit, serta tekanan darah tinggi.
- Hematologi Onkologi Medik (Sp.PD-KHOM), yang menangani kelainan darah serta berbagai jenis kanker yang membutuhkan terapi medis seperti kemoterapi.
- Endokrin, Metabolik, dan Diabetes (Sp.PD-KEMD), yang menangani diabetes, gangguan hormon, obesitas, kolesterol tinggi, serta penyakit metabolik lainnya.
- Kardiovaskular (Sp.PD-KKV), yang berfokus pada pencegahan dan penanganan penyakit jantung serta pembuluh darah dari sisi penyakit dalam.
- Psikosomatik (Sp.PD-KPsi), yang menangani keluhan fisik yang berkaitan dengan faktor psikologis atau emosional.
- Pulmonologi Penyakit Dalam, yang menangani beberapa gangguan paru tertentu dari sudut pandang penyakit dalam, terutama yang berkaitan dengan penyakit sistemik.
- Penyakit Tropik dan Infeksi (Sp.PD-KPTI), yang menangani berbagai penyakit infeksi, termasuk demam berdarah, tifus, malaria, tuberkulosis, HIV, dan infeksi tropis lainnya.
- Reumatologi (Sp.PD-KR), yang berfokus pada penyakit autoimun dan gangguan sendi, seperti lupus, rheumatoid arthritis, hingga asam urat.
Subspesialisasi tersebut memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang lebih sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Tindakan Medis Umum yang Dapat Dilakukan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dokter spesialis penyakit dalam dapat melakukan berbagai pemeriksaan dan tindakan medis untuk membantu menegakkan diagnosis maupun memantau perkembangan penyakit.
Beberapa tindakan yang umum dilakukan meliputi:
- Wawancara medis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
- Pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan status kesehatan umum.
- Interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah, urine, dan pemeriksaan fungsi organ.
- Membaca hasil pemeriksaan penunjang, seperti foto Rontgen, CT scan, MRI, atau USG sesuai kebutuhan.
- Menentukan diagnosis penyakit.
- Menyusun rencana pengobatan.
- Memberikan terapi obat sesuai kondisi pasien.
- Mengelola penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit ginjal, atau penyakit hati.
- Memberikan edukasi mengenai perubahan gaya hidup, pola makan, aktivitas fisik, serta pencegahan komplikasi.
- Merujuk pasien ke dokter subspesialis lain apabila diperlukan tindakan yang lebih spesifik.
Tindakan Medis Khusus Sesuai Bidang Dokter Subspesialis Penyakit Dalam
Selain memberikan pengobatan umum, dokter subspesialis penyakit dalam juga dapat melakukan tindakan sesuai bidang keahliannya.
Contohnya antara lain:
- Endoskopi saluran cerna pada subspesialis gastroenterologi.
- Kemoterapi pada subspesialis hematologi onkologi medik.
- Hemodialisis atau pengelolaan terapi dialisis pada subspesialis ginjal dan hipertensi.
- Evaluasi serta penatalaksanaan penyakit autoimun oleh subspesialis reumatologi.
- Penanganan diabetes kompleks, termasuk terapi insulin lanjutan oleh subspesialis endokrin.
- Penanganan penyakit infeksi berat dan infeksi tropis oleh subspesialis penyakit tropik dan infeksi.
Jenis tindakan yang diberikan akan disesuaikan dengan diagnosis, kondisi pasien, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Waktu yang Tepat Mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Kamu disarankan berkonsultasi di poli penyakit dalam dengan dokter spesialis penyakit dalam apabila mengalami keluhan yang tidak kunjung membaik atau memiliki penyakit kronis yang memerlukan pemantauan rutin.
Segera periksakan diri apabila mengalami:
- Demam yang berlangsung lebih dari beberapa hari tanpa penyebab yang jelas.
- Batuk berkepanjangan.
- Sesak napas.
- Nyeri dada.
- Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol.
- Gula darah tinggi atau diabetes.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Gangguan fungsi ginjal atau hati.
- Nyeri sendi yang menetap.
- Gangguan saluran cerna, seperti diare kronis, muntah berulang, atau nyeri perut yang tidak membaik.
- Keluhan kesehatan yang memerlukan evaluasi menyeluruh pada orang dewasa.
Selain saat sakit, konsultasi juga dianjurkan untuk medical check-up, skrining faktor risiko penyakit kronis, maupun evaluasi hasil pemeriksaan laboratorium.
Persiapan sebelum Pemeriksaan Penyakit Dalam
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis penyakit dalam.
Proses ini membantu mempermudah pemeriksaan serta mendiagnosis penyakit yang dialami. Persiapannya adalah sebagai berikut:
1. Riwayat kesehatan secara menyeluruh
Dokter spesialis penyakit dalam perlu mengetahui riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh, baik yang pernah diidap ataupun yang sedang dialami.
Sampaikan pada dokter jika saat pengobatan terdahulu ada hasil pemeriksaan seperti foto rontgen, hasil tes laboratorium, atau CT Scan.
Lantas, Adakah Efek Samping Sering Melakukan CT Scan?
2. Jenis obat yang pernah dikonsumsi
Dokter spesialis dalam perlu mengetahui jenis obat apa saja yang pernah dikonsumsi. Tidak hanya obat dari dokter, sebaiknya juga menginformasi obat-obatan herbal yang pernah dikonsumsi.
3. Surat rujukan
Persiapkan surat rujukan yang didapatkan dari pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Surat rujukan dapat menjadi gambaran awal mengenai kesehatan kamu yang akan ditangani.
Beberapa prosedur tersebut sebaiknya dipersiapkan dengan baik agar proses pengobatan penyakit dalam dapat berjalan dengan baik.
Setelah menjalani pemeriksaan, dokter spesialis penyakit dalam meninjau hasil dan memperoleh keputusan mengenai diagnosa penyakit yang dialami serta rencana terapi hingga pengobatan yang perlu dilakukan agar penyakit dalam bisa ditangani dengan tepat.
Berapa Biaya Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam?
Biaya konsultasi dapat berbeda-beda tergantung rumah sakit, kota tempat praktik, pengalaman dokter, dan jenis layanan yang dipilih.
Secara umum, kisaran biaya konsultasi meliputi:
- Konsultasi offline di rumah sakit atau klinik: sekitar Rp150.000–Rp500.000 per kunjungan. Pada beberapa rumah sakit besar atau dokter konsultan senior, biaya dapat lebih tinggi.
- Konsultasi online melalui Halodoc: tersedia dengan biaya yang lebih terjangkau. Tarif dapat berbeda sesuai jadwal praktik dan dokter yang dipilih. Pengguna dapat melihat biaya konsultasi secara langsung sebelum memulai sesi chat atau video call.
Rekomendasi Dokter Penyakit Dalam di Halodoc
Ingat, penanganan yang tepat saat kamu mengalami gejala penyakit akan meminimalkan risiko penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Nah, jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala penyakit yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera hubungi dokter di Halodoc.
Berikut ini terdapat beberapa rekomendasi dokter yang bisa kamu hubungi dengan pengalaman lebih dari 8 tahun.
Ini rekomendasi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc:
1. dr. Muhammad Giovanni Abdillah, Sp.PD

Dokter spesialis penyakit dalam pertama yang bisa kamu hubungi adalah dr. Muhammad Giovanni Abdillah, Sp.PD.
Saat ini, dr. Muhammad Giovanni Abdillah berpraktik di Bekasi, Jawa Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Ia merupakan lulusan Universitas Sriwijaya pada 2014.
Dengan pengalaman 11 tahun sebagai dokter spesialis penyakit dalam, dr. Muhammad Giovanni Abdillah siap memberikan layanan konsultasi terbaik untuk kamu melalui Halodoc.
Chat dr. Muhammad Giovanni Abdillah, Sp.PD mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
2. dr. Puguh Krisnadi Sandjojo Sp.PD

Dokter spesialis penyakit dalam pertama yang bisa kamu hubungi adalah dr. Puguh Krisnadi Sandjojo Sp.PD.
Saat ini, Dokter Puguh Krisnadi Sandjojo berpraktik di Cikarang, Jawa Barat. Ia juga termasuk anggota aktif dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI)
Ia merupakan lulusan Universitas Hang Tuah Surabaya pada 2012 dan Universitas Sam Ratulangi Manado pada 2020 .
Pengalamannya selama 12 tahun sebagai dokter spesialis penyakit dalam akan memberikan layanan konsultasi terbaik untuk kamu melalui Halodoc.
Chat dr. Puguh Krisnadi Sandjojo Sp.PD mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
3. dr. Agnita Irawaty Sp.PD

Dokter Agnita Irawaty Sp.PD adalah dokter spesialis dalam selanjutnya yang bisa kamu hubungi.
Ia merupakan lulusan Universitas Tarumanagara pada 2010 dan Universitas Sam Ratulangi pada 2022.
Saat ini, dr. Agnita Irawaty Sp.PD berpraktik di Yogyakarta. Ia juga tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Pengalamannya selama 14 tahun membuat dokter Agnita Irawaty bisa memberikan layanan konsultasi di Halodoc mengenai berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan organ dalam.
Chat dr. Agnita Irawaty Sp.PD mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
4. dr. Maya Puspita Sari Sp.PD, AIFO-K

Pilihan lainnya untuk dokter spesialis penyakit dalam adalah dr. Maya Puspita Sari Sp.PD, AIFO-K.
Dokter Maya Puspita Sari merupakan dokter lulusan Universitas Srijawijaya pada 2015 dan 2023.
Saat ini ia berpraktik di Lampung Tengah, Lampung dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Berpengalaman sebagai dokter spesialis penyakit dalam selama 9 tahun, dr. Maya Puspita Sari Sp.PD, AIFO-K dapat memberikan layanan konsultasi di Halodoc mengenai berbagai permasalahan terkait penyakit dalam.
Chat dr. Maya Puspita Sari Sp.PD, AIFO dari Rp 59.000,- di Halodoc
Itulah beberapa rekomendasi dokter spesialis penyakit dalam yang bisa kamu hubungi untuk melakukan konsultasi terkait penyakit dalam.
Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu dapat membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Klik gambar di bawah ini untuk melakukan konsultasi dengan spesialis penyakit dalam di Halodoc menggunakan kupon agar lebih hemat.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
✅ Dokter tersedia 24 jam.
✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
✅ Bisa dicover asuransi.
✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!
Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!
Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:
- Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
- Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
- Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.
Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!








