• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 15 Gejala Awal Hipoksia yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Awal Hipoksia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Istilah hipoksia merupakan kondisi yang terjadi saat sel dan jaringan di dalam tubuh mengalami penurunan kadar oksigen. Biasanya, kadar oksigen berada di bawah batasan normal. Jika dibiarkan, hipoksia akan memicu hiposekmia, yaitu rendahnya kadar oksigen di dalam darah. Oksigen yang seharusnya berada di angka 75–100 mmHg, hipoksia menyebabkan kadar oksigen berada di bawah angka 60 mmHg. Ini gejala hipoksia yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Penyebab Hipoksia yang Berdampak pada Fungsi Tubuh

Perhatikan, Ini Gejala Hipoksia yang Perlu Diwaspadai

Sama seperti penyakit lainnya, masing-masing pengidap hipoksia akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Meski gejala yang muncul akan bervariasi pada setiap orang, berikut ini sejumlah gejala hipoksia awal yang perlu diwaspadai oleh pengidapnya:

  1. Mengalami pusing yang disusul dengan pingsan.
  2. Mengalami dispnea, yaitu napas lebih pendek.
  3. Mengalami takipnea, yaitu napas lebih cepat.
  4. Mengalami sesak napas.
  5. Mengalami batuk-batuk.
  6. Mengalami mengi saat bernapas.
  7. Mengalami sakit kepala.
  8. Mengalami peningkatan detak jantung.
  9. Mengalami perubahan warna pada bibir.
  10. Mengalami perubahan warna pada ruas-ruas jari.
  11. Mengalami kebingungan dan muncul rasa gelisah.
  12. Mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan.
  13. Mengalami peningkatan jumlah sel darah merah.
  14. Mengalami penurunan keseimbangan tubuh.
  15. Mengalami tekanan darah tinggi.

Kamu disarankan untuk segera memeriksakan diri di rumah sakit terdekat saat menemukan sejumlah gejala hipoksia awal seperti yang sudah disebutkan. Pasalnya, gejala akan berkembang menjadi kondisi darurat. Berikut ini beberapa gejala hipoksia parah yang memerlukan penanganan medis darurat:

  • Munculnya sesak napas setelah sedikit beraktivitas.
  • Gangguan tidur karena sesak napas.
  • Sesak napas parah dan kesulitan dalam bernapas.
  • Sesak napas yang disertai dengan batuk-batuk.

Kamu perlu mengingat jika tubuh masing-masing orang akan menunjukkan gejala hipoksia yang berbeda-beda. Jika sejumlah gejala muncul, jangan disepelekan begitu saja, ya! Pasalnya, gejala awal yang tadinya ringan akan memicu munculnya gejala parah yang membutuhkan pertolongan segera. Jika tidak, komplikasi paling parah yang bisa terjadi adalah kehilangan nyawa.

Baca juga: Kekurangan Oksigen dalam Otak Sebabkan Koma

Apa Saja Faktor Pemicu Hipoksia yang Perlu Dihindari?

Hipoksia merupakan kondisi yang dapat terjadi pada setiap orang. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang memicu peningkatan hipoksia pada seseorang. Berikut ini sejumlah faktor pemicu hipoksia yang perlu diwaspadai:

1.Memiliki Penyakit Paru atau Jantung

Masalah paru-paru dan jantung menjadi faktor pemicu utama dari hipoksia. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai, yaitu serangan jantung, gagal jantung, pneumonia, atau bronkitis.

2.Bepergian dengan Menggunakan Pesawat

Orang yang gemar bepergian dengan pesawat terbang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap hipoksia. Mengapa? Kondisi tersebut disebabkan karena adanya penurunan oksigen di ketinggian tertentu.

3.Berada di Tempat yang Tinggi

Berada di tempat tinggi, seperti dataran tinggi atau gedung tinggi ternyata dapat memengaruhi kadar oksigen di dalam tubuh, lho. Jadi, jika ingin bepergian ke tempat yang lebih tinggi, pastikan tubuh dalam keadaan yang sehat, ya.

4.Gemar Merokok dan Mengonsumsi Alkohol

Gemar merokok dan mengonsumsi alkohol menjadi salah satu faktor pemicu hipoksia. Keduanya dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh. Akibatnya, kadar oksigen di dalam darah dan organ lain di dalam tubuh akan mengalami penurunan.

Baca juga: Memiliki Penyakit Paru Bisa Sebabkan Terjadinya Hipoksia

Itulah sejumlah gejala dan faktor pemicu hipoksia yang perlu diwaspadai. Ingat, hanya dengan memiliki salah satu faktor risiko saja bukan berarti kamu adalah pengidap hipoksia. Untuk memastikannya, kamu perlu menjalani sejumlah pemeriksaan.

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2020. Hypoxia and Hypoxemia (Low Blood Oxygen).
Very Well Health. Diakses pada 2020. Overview and Types of Hypoxia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hypoxemia.