• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Cedera yang Dapat Menurunkan Fungsi Tulang Kering

2 Cedera yang Dapat Menurunkan Fungsi Tulang Kering

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Tulang kering adalah tulang yang terletak di tungkai kaki yang menjadi penghubung antara lutut dengan pergelangan kaki. Saat berolahraga, terutama olahraga yang banyak melibatkan kaki seperti sepakbola, tulang kering merupakan salah satu bagian tubuh yang sering mengalami cedera. Bila cedera yang terjadi cukup parah, maka bukan tidak mungkin fungsi tulang kering bisa menurun. Karena itu, yuk ketahui cedera tulang kering yang perlu kamu waspadai di bawah ini.

Tibia atau yang dikenal juga sebagai tulang kering adalah tulang terbesar kedua di tungkai kaki bawah. Ada dua tulang di daerah tulang kering, yaitu tibia dan fibula (tulang betis). Fibula lebih kecil dan lebih tipis dari tibia. Kedua tulang ini menghubungkan pergelangan kaki dengan lutut dan bekerja sama untuk menstabilkan kaki ketika berdiri, menyangga otot-otot di kaki bagian bawah, serta menopang berat badan. Namun, tulang keringlah yang menopang sebagian besar berat badan.

Baca juga: Ini 5 Fungsi Tulang Kering untuk Tubuh

Seperti yang sudah kita semua ketahui, kaki merupakan bagian tubuh yang lebih sering mengalami cedera dibandingkan bagian tubuh lainnya. Berbagai cedera, mulai dari yang ringan sampai berat bisa terjadi pada bagian tungkai, khususnya pada tulang kering. Berikut ini beberapa cedera yang dapat menurunkan fungsi tulang kering:

1. Cedera Tulang Kering

Cedera tulang kering atau shin splints ditandai dengan munculnya rasa nyeri di sepanjang tulang kering. Cedera ini paling sering terjadi pada pelari, penari, dan anggota militer. Penyebab cedera tulang kering bisa terjadi adalah karena adanya peningkatan aktivitas yang membuat otot, sendi, dan jaringan tulang bekerja terlalu keras. Cedera ini bisa membuat tulang kering meradang dan terasa sangat menyakitkan.

2. Patah Tulang Kering

Patah tulang kering bisa terjadi ketika tulang kering terbentur atau terhantam sesuatu yang melebihi kekuatan tulang tersebut, misalnya akibat jatuh dari ketinggian, cedera saat berolahraga, atau kecelakaan saat berkendara. Gejala patah tulang pada tulang kering bervariasi berdasarkan tingkat cedera yang dialami, mulai dari hanya berupa memar hingga rasa sakit yang hebat di kaki bagian bawah. Untuk mendiagnosis cedera jenis ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan dapat melakukan beberapa tes pemindaian untuk mendapatkan gambaran fraktur tibia.

Tergantung pada jenis cedera yang dialami tulang kering, dokter mungkin dapat merekomendasikan operasi. Waktu pemulihan juga tergantung pada seberapa buruk cedera tulang kering. Biasanya, patah tulang kering membutuhkan waktu 4–6 bulan untuk sembuh.

Baca juga: Cedera Bidai Tulang Kering Bisa Mengincar Atlet

Cara Mencegah Cedera Tulang Kering

Oleh karena cedera dapat memengaruhi fungsi tulang kering, maka ada baiknya kamu menjaga kesehatan tulang dan mencegah cedera dengan mengikut tips-tips berikut. Panduan di bawah ini juga bisa dilakukan untuk mencegah cedera tulang kering terjadi kembali di kemudian hari:

  • Selalu lakukan peregangan atau pemanasan sebelum dan sesudah berolahraga.

  • Usahakan untuk berlari di permukaan yang rata.

  • Kenakan sepatu lari yang tepat. Sepatu olahraga yang baik memiliki bantalan yang empuk dan bentuk yang mampu menopang kaki secara optimal. Mengenakan sepatu yang tepat sangat penting agar kamu terhindar dari cedera.

  • Turunkan berat badan bila kamu memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

  • Kombinasikan olahraga fisik yang berat dengan yang ringan, seperti berlari dengan berenang.

Bila kamu ingin meningkatkan intensitas latihan fisik, sebaiknya lakukanlah secara bertahap untuk mencegah terjadinya cedera yang dapat menurunkan tulang kering. Bila kamu mengalami cedera pada tulang kering, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Alami Cedera, Ini Cara Tingkatkan Fungsi Tulang Kering

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. What Are Shin Splints?
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About a Tibia Fracture.