• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Jenis Terapi Perilaku untuk Atasi Kecanduan Alkohol

3 Jenis Terapi Perilaku untuk Atasi Kecanduan Alkohol

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Kecanduan alkohol atau alkoholisme adalah bentuk penyalahgunaan alkohol yang paling parah. Kondisi ini menyebabkan seseorang sulit mengelola kebiasaan minum alkohol sehingga bisa berdampak negatif, baik untuk kesehatannya maupun untuk kehidupan orang-orang di sekitarnya. 

Gangguan penggunaan alkohol dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Setiap kategori memiliki berbagai gejala dan dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. Jika tidak ditangani dengan benar, segala jenis penyalahgunaan alkohol dapat lepas kendali dan menyebabkan hal buruk.

Mereka yang tengah berjuang melawan kecanduan alkohol sering merasa seolah-olah mereka tidak bisa berlaku normal tanpa alkohol. Hal ini kemudian bisa menyebabkan berbagai masalah dan berdampak pada pekerjaan, hubungan pribadi, dan kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Benarkah Wanita Rentan Kecanduan Alkohol?

Terapi Perilaku Atasi Kecanduan Alkohol

Ingat, seiring berjalannya waktu, efek samping serius dari penyalahgunaan alkohol secara konsisten dapat memburuk dan menghasilkan komplikasi yang sangat buruk. Untungnya, ada banyak pilihan perawatan yang tersedia untuk membantu menghentikan kecanduan alkohol, seperti misalnya melalui terapi perilaku berikut: 

Terapi Kelompok

Mereka yang alami kecanduan alkohol umumnya akan mengisolasi diri mereka. Dengan memintanya berpartisipasi dalam terapi kelompok, maka ini akan memberi pecandu-pecandu lainnya berkesempatan untuk berpartisipasi dalam perawatan dengan orang lain yang mencoba untuk kembali hidup sehat tanpa alkohol. 

Terapi ini juga bisa bermanfaat bagi pecandu alkohol karena mereka akan sadar bahwa mereka tidak sendirian dan orang lain juga tengah berjuang dengan hal yang sama. Secara disadari atau tidak, ini akan membuat mereka berusaha untuk membangun hubungan dengan orang lain, dan belajar bagaimana menerima dukungan emosional dari teman sebaya mereka. Tujuan utama terapi kelompok adalah untuk memungkinkan pecandu alkohol memanfaatkan pengalaman satu sama lain untuk tumbuh, sembuh, dan pulih bersama.

Terapi Informasi Trauma

Terapi satu ini terdiri dari lima prinsip, yaitu keselamatan, kepercayaan, dukungan teman sebaya, pemberdayaan, dan non-diskriminasi. Sebelum memulai terapi, terapis terlebih dahulu harus membuat pesertanya merasa aman. Pasalnya, banyak orang yang mengidap trauma dan lari ke alkohol telah mengembangkan PTSD dan mungkin merasa tidak nyaman membicarakan hal-hal yang terjadi pada mereka. Setelah peserta merasa aman, mereka dapat menjadi transparan tentang kehidupan mereka dan membangun hubungan saling percaya dengan terapis mereka. Mereka pun dapat dengan aman dan jujur ​​mendiskusikan peristiwa traumatis yang menjadi penyebab mereka menjadi pecandu alkohol.

Baca juga: 3 Cara Efektif Mengatasi Kecanduan Alkohol

Terapi Holistik

Penyalahgunaan alkohol dapat melelahkan secara fisik dan mental. Pikiran dan tubuh seseorang dapat dipengaruhi secara negatif oleh penggunaan zat-zat ini secara terus-menerus. Untungnya, berbagai bentuk terapi holistik dapat membantu menyembuhkan pikiran dan tubuh secara bersamaan. Beberapa manfaat ini termasuk peningkatan kesehatan, peningkatan kesadaran diri, dan kerohanian.

Salah satu bentuk terapi holistik adalah yoga, yang telah menjadi perawatan holistik yang diterima secara luas di seluruh dunia. Konsep memperagakan pose yang menantang sambil berfokus pada pernapasan akan membantu membentuk dan memusatkan pikiran seseorang.

Pecandu alkohol juga kerap berjuang dengan pikiran dan kecemasan obsesif yang mereka miliki. Dengan yoga dan latihan konsentrasi, seseorang dapat memperlambat pikiran-pikiran ini dan belajar bagaimana menenangkan pikiran dan tubuh mereka sehingga bisa terlepas dari alkohol.

Tak hanya yoga, terapi holistik lain yang bisa dilakukan adalah terapi musik dan seni. Terapi ini akan membantu pemulihan dan sarana mengekspresikan emosi mereka tanpa menggunakan kata-kata. Mungkin sulit bagi seseorang untuk segera membicarakan hal-hal dalam terapi, sehingga terapi seni dapat memberikan metode alternatif untuk mengekspresikan emosi. 

Baca juga: Ini 13 Tanda Orang Kecanduan Alkohol

Selama proses terapi, nyatanya kesehatan fisik pecandu alkohol juga harus diperbaiki. Selain dengan memintanya makan sehat, dan olahraga, mereka juga perlu mendapatkan suplemen dan vitamin untuk memperbaiki tubuhnya yang mungkin menurun akibat efek alkohol. Untungnya kini semua jenis suplemen telah tersedia di Halodoc dan kamu bisa mendapatkannya melalui fitur beli obat. Segera ambil smartphone-mu dan nikmati kemudahan beli obat dan suplemen tanpa harus keluar rumah. 


Referensi:
American Addiction Center - Alcohol.org. Diakses pada 2021. Cognitive Behavioral Therapy for Alcoholism Recovery.
National Institute on Drug Abuse. Diakses pada 2021. Behavioral Therapies.
Very Well Mind. Diakses pada 2021. Can Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Treat Addiction?